Ms Kim and The Alien

Just another WordPress.com site

What If… ( Part 6 Ending )

Leave a comment

What If Part 6 Ending

Cast: Choi Siwon, Go Eun Jae, Park JungSoo, Kim Yoon Na, Yesung, Lee HyukJae

 

“siwon ah, ayo bangun, ini sudah siang!!!”aku menepuk pundaknya.

Anak ini aneh sekali,lalu kutarik selimutnya dan sesuatu jatuh dari tangannya. Sebuah botol kecil bening. Sialll !!!

“ya!! Siwon ah, ayo bangun!!!” aku mengguncang tubuhnya yang lemas itu.

“Yoon Na!!! cepat kemari!! Dia ada dikamar. Yoon Na !!!” aku berteriak seperti orang gila sambil terus menepuk-nepuk wajah Siwon. Tak ada respon sama sekali, wajahnya pucat tanpa darah dan bibirnya membiru.

Aku mengangkat tubuhnya dan membawa lari ke mobil. Demi Tuhan Siwon ah apa yang kau lakukan?? Yoon Na menghampiriku dengan panic juga apalagi saat melihat tubuh Siwon dalam mobil.

Kami segera meluncur kerumah sakit, dikursi belakang Yoon Na terus menerus mencoba membangunkan Siwon tapi sia-sia saja. Saat tiba dirumah sakit dia langsung dibawa keruang UGD.

Seluruh tubuhku sekarang gemetar hebat,Siwon ah apa yang sudah kau lakukan sampai seperti ini? Siwon ah, jangan pergi, jangan berpikiran pendek seperti ini. Aku mohon jangan lagi membuatku takut.

“keluarga Choi Siwon…”

“iya dokter, aku Park Jung Soo,hyungnya. Bagaimana keadaannya?”

“Park Jung Soo ssi, adik anda mengalami keracunan obat. Sepertinya itu sudah berlangsung beberapa jam sehingga racun menyebar dan merusak organ-organ pentingnya. Kami tidak dapat menyelamatkannya. Kami sungguh menyesal.”

“tak mungkin. Kau pasti bercanda kan dokter??? Untuk apa dia minum racun??? Hah!!!” aku kalap. Aku berteriak-teriak marah dan menarik kerah baju sang dokter.

“Leeteuk ah, apa yang kau lakukan!! Lepaskan  dokter itu sekarang!!”

“diam!! Katakan padaku, untuk apa dia minum racun??? Itu tidak mungkin kan?? Kalian bohong!!! Siwon pasti masih hidup kan??? Dia pasti sekarang sedang istirahat dikamar itu kan??”

“tolong lepaskan saya, anda harus tenang!!”bentak sang dokter sambil mendorongku,tapi gagal karena cengkeramanku terlalu kuat hingga akhirnya Yoon Na menyentakkan tanganku lalu memberiku satu pelajaran!

 

Kim Yoon Na

 

Plakkk !!! satu tamparanku mendarat dipipi Leeteuk. Aku tak tahan melihat sikapnya, aku sama emosinya tapi aku bisa apa? Bukankah ini yang dinamakan takdir?

Aku sudah cukup terpukul dengan apa yang baru saja terjadi, sekarang aku harus menghadapi kegilaan Leeteuk.

“sudah cukup!! Kau akan bersikap seperti ini teruskah? Itu kenyataan yang harus kau terima, dan aku terima. Siwon ah sudah pergi untuk selamanya. Tidakkah kau mengerti?”

“mereka pasti bohong!! Mereka pastii….”

“kau yang membohongi dirimu sendiri!! Leeteuk ah,dia sudah tiada… kau jangan bersikap seperti ini.”

Akhirnya dia jatuh tersimpuh dilantai, menangis sejadinya dipelukanku. Ini menyakitkan, sangat menyakitkan buatnya. Baru saja Eun Jae sadar, sekarang dia harus kehilangan Siwon yang entah untuk alasan apa mengakhiri hidupnya.

“maaf, kalian keluarganya Choi Siwon?”

“iya, ada apa suster?”tanyaku.

“kami menemukan ini di pakaiannya mungkin untuk keluarganya.”perawat itu menyerahkan sebuah amplop.

“Leetuk ah,kau mau membacanya?”

Tidak ada jawaban. Akhirnya aku membuka amplop itu dan mulai membacanya.

 

Park Jung Soo hyung, aku sangat mencintaimu

Hyung, jangan maafkan keputusanku kali ini. Tapi apa artinya hidupku bila orang yang kucintai menderita hingga hamper mati. Aku tidak bisa hidup tanpa dia, jadi lebih baik aku yang mati saja agar orang yang kucintai bisa bertahan hidup.

Hyung,aku tau kau membenciku saat ini tapi tolong kabulkan satu permintaanku yang terakhir ini. Setelah aku pergi, aku ingin memberikan mataku untuk Eun Jae. Tolong buat dia bisa melihat lagi. Jika dia bisa melihat lagi maka aku akan terus hidup dalam matanya dan aku akan terus bisa mengawasimu juga.

Hyung, jika Eun Jae ku bertanya dari mana matanya ini berasal maka jawabannya aku tinggalkan didalam laci kamarku sebuah surat dan kaset untuknya, setelah itu dia akan mendapat jawaban.

Hyung, mungkin aku berpikiran pendek tapi aku tidak pernah menyesal. Yang aku sesali adalah bila aku tak bisa melihat Eun Jae tersenyum lagi. Tolong jangan maafkan aku untuk kesalahanku kali ini.

Aku mencintaimu hyung.

 

“dia ingin mendonorkan matanya untuk Eun Jae. Itu permohonan terakhirnya.”kataku pada Leeteuk.

“tidak!! Tidak satu bagian pun!!”

“Leeteuk ah!! Ini permintaannya yang terakhir, hanya satu hal. Tolong pikirkan lagi.”

“apa kau pikir aku bisa tahan bila nanti mata itu ada pada Eun Jae dan setiap waktu akan terus mengingatkanku padanya??”

“memang itu yang dia inginkan. Dia ingin kau menganggapnya terus ada meski dalam tubuh orang lain.”

Dia hanya diam, tapi aku harus bertindak cepat. Aku langsung menemui dokter yang tadi menangani Siwon dan memberitahu soal transplantasi mata itu. Dokter menyetujuinya dan aku langsung menghubungi rumah sakit tempat Eun Jae dirawat.

 

Yesung

 

“ya! Eun Jae ssi, kenapa kau tidak mau makan juga?”

“kau pergi saja, jangan memaksaku. Aku tidak lapar!”

Ya! Gadis ini benar-benar menjengkelkan, tapi mau bagaimana lagi saat ini dia sedang depresi tingkat tinggi jadi tidak mungkin aku mengajaknya bertengkar. Bisa-bisa aku yang terbunuh fiuhh.

“baiklah, terserah kau saja. Aku mau keluar,kau mau titip sesuatu tidak?”

“pergi saja sana”ucapnya ketus.

“hmm ya sudah. Dasar nenek-nenek nyinyir…”

“ya!! Apa yang barusan kau katakana Yesung ah??”

“aku tidak bilang apa-apa”

“hey, aku memang buta sekarang tapi aku tidak tuli! Kau menyebutku nenek nyinyir?? Apa kau sudah bosan hidup?”

“memang kau sekarang seperti nenek nyinyir, lihat saja tingkahmu sekarang??”.

 

Eun Jae mulai melempar bantal, dan hebatnya bisa mengenaiku tepat diwajah.

“Ya!! Eun Jae ah…”

“hehehe your fault !!! “ dia tergelak sendiri.

Oh Tuhan dia bisa tertawa?? Rasanya seperti melihat berkah dari surge. Setelah hari-hari kelam yang dilewatinya.

“selamat sore… “dokter baru saja masuk keruangan Eun Jae.

“sore dokter”sapaku.

“wah Eun Jae ah kau kelihatan cerah sekali hari ini. Apa kau mau mendengar kabar baik dariku?”

“apalagi yg mau kau katakana dokter?”balas Eun Jae sinis.

“ya, dengarkan dulu apa kata dokter.”tegurku.

“maafkan aku karena selama ini hanya membawa kabar buruk untukmu. Tapi kali ini aku tidak akan mengecewakanmu. Hari ini ada yang menelpon dan mengabarkan bahwa seseorang bersedia mendonorkan matanya untukmu.”

“hah??? Benarkah itu??” responku kaget.

“jangan memberikan harapan palsu padaku dokter.”

“bagaimana bisa aku memberikan harapan palsu? Aku kemari untuk menyuruhmu bersiap menghadapi operasi malam ini.”

“benarkah? Kau tidak bohong kan?”

“tentu saja tidak. Suster akan membantumu. Aku juga harus bersiap. Sampai bertemu diruang operasi.”

“tapi dokter, siapa yang bersedia mendonorkan matanya untukku?”

“aku tidak bisa bicara sekarang. Mereka akan mengatakannya bila operasimu berhasil.”

“hmm baiklah terima kasih dokter.”

Aku ikut bahagia mendengar kabar ini terlebih lagi Eun Jae. Senyum sekarang tak berhenti diwajahnya. Aku harus menyingkir sementara Eun Jae menyiapkan operasinya.

 

Park Jung Soo

 

Aku masih tidak bisa terima semua ini Siwon ah. Mengapa kau lakukan ini tanpa bertanya padaku? Aku tidak bisa memaafkanmu. Tidak bisa memaafkan diriku karena gagal menjagamu. Ahjumma dan Ahjussi juga pasti kecewa padaku.

Aku tak berhenti memandangi wajah pucat kaku itu selama dalam ambulance yang membawa kami kerumah sakit tempat Eun Jae dirawat untuk melakukan operasi.

“Hyung, tabahkan hatimu.”sambut Hyuk Jae saat kami tiba dirumah sakit sementara Yesung terlihat bingung disampingnya.

“hyung, bukankah itu Siwon ah?”tanyanya seketika melihat jasad Siwon dikeluarkan.

“Yesung ah, itu memang Siwon. Dia meninggal tadi pagi.”jawab Hyuk Jae.

“tidak mungkin. Bagaimana bisa,hyung? Siwon ah tidak punya penyakit parah kan.” Yesung shock seketika. Kudengar dari Hyuk Jae kalau mereka bersahabat karena bermain untuk café yang sama.

 

Yesung mendekat lalu memegang tangan Siwon, ada kedukaan dimatanya.

“Siwon ah, kau pergi secepat ini kah? Bukankah aku masih berhutang padamu? Ingat saat kau memintaku menyanyikan lagu ciptaanmu untuk gadis yang kau cintai? Aku belum mengetahui siapa gadis itu.”

“yesung ah, sudahlah. Kau juga jangan begitu. Kita harus cepat membawanya,hyung” ucap Hyuk Jae.

“iya kau benar. Operasinya akan dimulai sebentar lagi kan?”tanyaku.

“hyung, apa yang kalian bicarakan??”yesung menyela.

“Yesung ah, bisakah kau ikut denganku sebentar?”Yoon Na menarik Yesung dari situ. Aku dan Hyuk Jae langsung menuju ruang operasi bersama dokter yang juga sudah siap.

 

Yesung

 

“Yoon Na noona, mengapa kau membawaku kesini?”tanyaku.

“Yesung ah, apa kau sahabat Siwon ah yang sering bermain gitar di café bersama?”

“Ne, noona.”

“kalau begitu ini mungkin untukmu.” Yoon Na noona menyerahkan sebuah amplop cokelat.

“ini ditinggalkan Siwon dikamarnya diatas gitar kesayangannya. Untuk Lee Joong Woon, sahabatku. Begitu tulisannya.”

“itu memang namaku noona. Tapi untuk apa dia berikan ini?”

“mungkin jalanmu untuk menebus hutangmu.”Yoon Na noona tersenyum menepuk pundakku lalu pergi.

Aku menatap amplop itu, rasa takut menghampiriku entah kenapa. Beberapa lembar kertas aku melihat notasi-notasi yang sudah ditulis dengan rapi disitu. “What If” begitu judul yang tertera dibagian atasnya. Lembar ketiga berisi surat yang ditulis oleh Siwon untukku.

 

 

Jong woon ah, sahabatku yang paling baik aku menyayangimu…

bagaimanapun sebelum aku pergi aku masih ingat janjimu padaku. Ingat saat kubilang aku sangat iri pada suaramu dan ingin meminjamnya untuk menyatakan cinta pada seorang gadis? Ya kau bilang boleh…

Sekarang aku menagih janji itu sebagai permintaan terakhirku, dalam surat ini aku menuliskan sebuah lagu untuk Eun Jae. Karena saat surat ini kau baca aku sudah tidak ada maka tolong tepati janjimu. Bisakah kau menjaga dia untukku? Leeteuk hyung sudah punya Yoon Na noona, tapi Eun Jae ku sendirian saat aku tidak ada.

Aku tau kau menyukainya kan, aku tidak marah koq. Aku tau kau bisa melindunginya lebih baik dariku nanti. Hey bila dia menolakmu katakan padanya aku akan marah J 

Sudah ya,,,

 

Siwon ah kau memang gila pikirku. Apakah hidupmu hanya untuk gadis ini? Kau bahkan rela mati untuknya. Lagu itu indah sekali liriknya tapi menyakitkan. Begitu sampai dirumah aku memainkan notasinya dengan piano,terdengar sangat indah saat dipadukan dengan liriknya. Baiklah Siwon ah, untung saja lagu ini bagus karena kalau tidak aku tidak akan mau menyanyikannya hehehe.

“Yesung ah, sore ini kita akan kepemakaman Siwon. Kau bersiaplah.”kata HyukJae hyung.

“ya,hyung aku tau. Lalu bagaimana operasinya? Apa kau dari rumah sakit?”tanyaku lagi.

“aku belum tau. Tapi operasi masih berlangsung saat aku pulang tadi.”

“lalu bagaimana keadaan Leeteuk hyung?”

“dia tidak banyak bicara. Dia sebisa mungkin menekan kepedihannya. Aku tidak bisa berbuat banyak untuk menghiburnya, setidaknya Yoon Na ada disampingnya.”

“hmm begitu, baguslah.”

“apa yang sedang kau lakukan dengan pianomu?”tanya hyung tiba”

“huh? Oww ini lagu terakhir Siwon untuk EunJae.”

“benarkah? Lalu kenapa ada padamu?”

“dia meninggalkannya untukku agar bisa kunyanyikan untuk EunJae”

“oww… baiklah. Aku mau membantu menyiapkan acara pemakaman Siwon dulu ya. Makanan ada didapur.”

“iya hyung. Hey omong” apa yang ditanganmu itu?”tanyaku curiga.

“hehehe hanya majalah koq.”jawabnya sambil nyengir. Aku hanya bisa menggeleng,kau memang sudah tidak tertolong lagi hyung.

 

Park Jung Soo

 

Jam 2 siang dan belum ada tanda-tanda operasi itu akan selesai. Aku tidak sabar tapi aku mencoba tenang. Tiba-tiba dokter keluar dengan wajah cerah.

“operasinya berhasil”katanya singkat.

Aku menghembuskan nafas lega, Yoon Na memelukku.

Pukul 4 sore pemakaman sudah dipersiapkan dengan matang oleh HyukJae, dan aku sangat berterima kasih untuk itu. Acara pemakaman juga berlangsung singkat karena aku tak ingin orang-orang berlama-lama disini.

“Siwon ah, istirahatlah dengan tenang. Hyung akan sering mengunjungimu.” Aku meletakkan karangan bunga lavender favoritnya.

“Siwon ah, aku akan tepati janji” ucap Yesung disampingku sambil ikut meletakkan setangkai mawar.

Lalu kami semua kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan Eun Jae. Saat tiba disana malam harinya dia sudah sadar dan ditemani kedua orang tuanya. Dokter bilang perban bisa dibuka 2 hari lagi.

 

Go Eun Jae

 

Pagi ini perban dimataku akan dibuka, aku sudah tidak sabar ingin melihat lagi. Tapi Siwon entah kemana, kenapa dia tidak datang menjengukku. Kata Jung Soo oppa dia tau tentang operasi ini dan mendoakanku. Aku kangen padanya, aku ingin dia ada saat aku bisa melihat lagi nanti.

“pagi Eun Jae ah..”Yoon Na eonni,Jung Soo oppa,Hyuk Jae Oppa dan Yesung ah sudah datang. Aku tersenyum bahagia dan balas menyapa mereka. Kemudian tak berapa lama dokter dan perawat masuk.

“kau sudah siap?” tanyanya.

“aku sangat siap,dokter. Tolong cepat sedikit”kataku tak sabar.

“ya!! Eun Jae ah, kau ini benar-benar.” Tegur Yesung. Aku membalas dengan menjulurkan lidahku dan yang lain hanya menertawakan kami.

“nah sudah, coba buka mata perlahan saja.” Perintah dokter.

Perlahan aku membuka mataku, aku mencoba meraba keberadaan cahaya. Aku mulai melihatnya, titik terang didepanku sampai mataku terbuka aku bisa melihat wajah dihadapanku. Park Jung Soo oppa…

“kau bisa melihatku.”tanyanya lembut.

“Jung Soo oppa… aku bisa melihatmu sekarang !!”seruku. lalu tiba-tiba dia memelukku erat sekali dan aku merasakan tubuhnya bergetar,apa dia menangis?? Setelah melepaskan pelukannya dia langsung lari keluar kamar.

“biarkan saja. Dia hanya terlalu senang” kata HyukJae oppa tersenyum.

“EunJae ah, apa kau masih mengenali wajahku?”tanya Yesung.

“tentu saja, wajah aneh itu tanpa expresi 😀 tapi bisa membuatku tertawa hehehe”

“ya!! Kau ini dasarr.”

“Selamat ya sayang. Kau sudah bisa melihat lagi.”

“apakah ini Yoon Na eonni??”tanyaku pada wanita cantik dihadapanku ini.

“Ne, ini aku.”

“eonni, dimana Siwon ah??”tanyaku, karena kudengar dia tetangga dekat Siwon.

“ehmm, dia tidak bisa datang sekarang. Tapi dia ingin setelah kau pulih kunjungi dia dirumahnya. Dia ingin memberikan sesuatu padamu. Baiklah aku pergi menemani Leeteuk dulu. Jaga dirimu.”ucapnya seraya memelukku sekilas.

“terima kasih eonni, menjagaku selama ini.”

 

Park Jung Soo

 

“apakah kau melihat matanya?”tanyaku pada Yoon Na yg sudah berdiri disampingku.

“ya, aku melihatnya. Ketulusan dan keramahan yang dulu masih sama. Bukankah itu bagus? Siwon kita berada ditubuh yang sama dengan orang yang sangat dicintainya.”

Aku maju selangkah kepagar gedung itu dan berteriak

“Siwon ah !!! apa kau sudah senang sekarang?? Berjanjilah kau akan baik-baik saja meski di neraka !!! Arasseo???”

Yoon Na tersenyum, memelukku dari belakang..

“aku mencintaimu, Leeteuk ah” bisiknya pelan. Aku berbalik untuk memeluknya.

“I Love you more.”

 

Go Eun Jae

 

Sudah seminggu berlalu, semua kembali menyenangkan kecuali satu hal bahwa Siwon kembali hilang. Aku jadi ingat kata Yoon Na eonni untuk mengunjunginya bila aku sudah pulih. Jadi hari yang cerah ini aku ingin mengunjunginya.

“Yesung ah”kataku ditelpon.

“ada apa menelponku?” jawabnya.

“apa kau mau menemaniku megunjungi Siwon ah? Aku kangen sekali padanya, tapi dia tidak muncul juga. Jadi kupikir biar aku yang mengunjunginya saja.”

“baiklah. Tunggu saja aku akan menjemputmu.”jawabnya.

 

Yesung

 

Sudah waktunya ya, kenapa cepat sekali ya waktu berlalu. Siwon ah, apakah sudah waktunya? Hmm percuma bertanya,nanti saja saat kita bertemu ya.

Aku bergegas menjemput Eun Jae, wahh hari ini dia cantik sekali apa karena ingin bertemu Siwon? Hatiku jadi agak sakit memikirkan kenyataan yang akan ditemui oleh gadis itu.

“kau cepat sekali Yesung ah.”

“apa aku harus datang terlambat saja? Hmm harusnya tadi aku berputar-putar dulu dikawasan ini ya…” kataku.

“aisshh” dia memanyunkan bibirnya, membuat wajahnya terlihat lucu dan menggemaskan.

“cepat, nanti kita terlambat menemui Siwon ah, aku sudah buat janji dengannya.”

“jinjja?”tanyanya bingung. Aku diam saja.

 

Go Eun Jae

 

Yesung bertingkah aneh, ya meskipun dia memang suka bertingkah aneh tapi kali ini lebih aneh. Dia menyetir dalam diam dan coba ku ingat ini bukan jalan menuju rumah Siwon.

“yesung ah, kau benar-benar tau jalan kerumah Siwon kan?”tanyaku.

“tentu saja aku tau, bahkan lebih tau darimu.”

Aku mendengus… dasar aneh.

Tapi tunggu dulu, tempat apa ini? Kompleks pemakaman kah? Kenapa banyak nisan disini dan Yesung menghentikan mobil didepan kompleks ini.

“ya Yesung ah, aku mau bertemu Siwon, bukan orang mati.”

“bisa kau diam saja nona, sampai kukatakan tujuan kita?”

Aku diam tapi merutuk dalam hati.

Hey tunggu dulu, kalau aku tidak salah lihat itu JungSoo oppa dan Yoon Na eonni sedang duduk dipinggir sebuah makam, dan sepertinya aku dan yesung juga sedang menuju tempat itu.

“Eun Jae ah, sudah datang?” sapa JungSoo oppa.

“Ne,oppa. Apa yang kalian lakukan disini?”

“Yesung bilang kau ingin menjenguk Siwon dan menurutku lebih menyenangkan bila menjenguknya bersama-sama”.

JungSoo oppa menarik tanganku pelan dan merendahkan tubuhku agar aku bisa melihat nisan itu.

“Siwon ah, lihat siapa yang datang menjenguk? Eun Jae mu ada disini. Apa kau senang?”

Aku shock,apa yang sedang dibicarakan JungSoo oppa, dan kenapa nama Siwon tertulis dinisan itu?

“oppa, ada apa ini? Bagaimana bisa kau memanggil nisan itu Siwon? Siwon ada dirumahkan sekarang?” tanyaku.

Yoon Na eonni memegang tanganku. Ia tersenyum lembut menatap tepat dimataku.

“Eun Jae ah, ini rumah baru Siwon. Tempatnya beristirahat dengan tenang, bisakah kau merelakannya? Jika iya maka aku yakin dia akan bissa tersenyum melihatmu.”

“apa yang kalian bicarakan? Kenapa? Ingin mempermainkanku lagi? Kalaupun iya semua ini sungguh tidak lucu” aku mulai meninggikan suara dan airmataku juga tanpa sadar mengalir.

Aku memandang Jung Soo oppa menunggu jawaban untuk semua ini, tapi dia hanya diam dan tersenyum pada nisan didepannya.

“sudah kubilang padamu kan, bukan ide yang baik pergi tanpa pamit Siwon ah.”

Dia mengatakannya dengan pelan tapi terdengar menyakitkan ditelingaku.

“kenapa? Kenapa baru sekarang kalian mengatakan ini padaku?”tanyaku lagi lebih pelan.

“Dia ingin kau yang menemuinya, dia ingin kau yang mencarinya. Dia ingin kau menemukan jawabannya sendiri.”Yoon Na eonni menjawab dan jawaban itu membuatku semakin bingung.

“ayo kita pergi, ayo akan membantu menemukan jawaban untukmu.” Yesung menarik tanganku dan membawaku pergi dari situ. Terpukul dengan semua ini, aku hanya diam sepanjang perjalanan. Aku kali ini benar-benar dirumah Siwon, Yesung membawaku masuk kedalam.

Kamar ini masih jelas kuingat. Aku pernah belajar dan bermain disini juga, luas dan nyaman juga sangat rapi semua benda ada ditempatnya.

aku duduk disisi tempat tidur, Yesung kemudian ikut duduk disitu menyerahkan padaku sebuah amplop cokelat dan kotak kado ungu kecil.

“milikmu, dari dia” kata yesung sambil menunjuk pigura Siwon.

 

Choi Siwon

 

Mencintaimu seperti ini bukan mauku…

Tapi bila takdir menuntunku padamu,maka apa yang bisa kukatakan?

Aku ingin lepas dari bayangan senyummu,

Menghapus suaramu dari ingatanku,

Tapi mungkinkah???

            Akulah yang bodoh                                                                        

            Cinta ini seperti racun bagiku

            Menghisap sari kehidupanku

            Mencuri tiap nafas yang berusaha kuhirup

            Cinta ini menyesakkan

            Tapi mungkinkah aku lari??

Hari ini takdirku membawa dua pilihan untukku,

Diriku ataukah dirimu yang harus tetap hidup??

Aku ingin terus bernafas untukmu

Tapi bisakah aku bertahan bila kau hilang dari duniaku?

Bila aku menghilang maka kau bisa terus melanjutkan hidupmu

Go Eun Jae…

Satu kalimat ini saja yang tak pernah bisa kukatakan padamu

tapi akan kukatakan padamu sekarang

untuk pertama dan terakhir kalinya

Go Eun Jae, aku mencintaimu

Mencintaimu dengan segenap perasaanku

Bagaimanapun aku akan membawa cinta ini dimanapun aku berada

 

Panjang sekali untuk seseorang yang hanya ingin mengatakan cinta. Dasar Siwon bodoh ! makiku dalam hati. Kenapa baru sekarang kau katakan, setelah kau menghilang untuk selamanya? Lalu sekarang bagaimana aku harus menjawabnya?

“apakah mata ini miliknya?” aku mencoba bertanya…

“mata itu sudah sejak lama jadi milikmu, bahkan pemiliknya sendiri adalah milikmu. Seluruh hidupnya adalah kau Eun Jae ah. Jangan merasa bersalah untuk itu. Itulah yang Siwon inginkan untuk semua pengorbanan dan cintanya padamu.”

“aku tidak pantas untuk semua ini kan, setelah menyakitinya dulu apa masih pantas? Semua ini hanya membuat rasa bersalahku semakin besar.”

“kau belum tau ya seberapa hebat cinta itu? Hey apa isi kado itu by the way?”

“mp3…”

“hah?? Ahh apa-apaan dia, aku berharap itu sesuatu yg romantic seperti cincin atau kalung.”

“kau tau kenapa mp3?”

Yesung menggeleng.

“karena tahun lalu dia merusakkan mp3 kesayanganku dan berjanji menggantinya, aku pikir dia sudah lupa.” Aku tersenyum pahit.

“hmm karena kau sudah tersenyum ayo ketempat terakhir hari ini” yesung menggandeng tanganku keluar.

 

Yesung

 

Tempat ini adalah café dimana aku dan Siwon bekerja parttime sebagai duet gitaris. Fans kami sangat banyak disini jadi begitu aku memasuki ruangan itu bersama Eun Jae, semua mata tertuju pada kami.

“ya, yesung ssi bersama siapa???” bisik-bisik disekitarku, aku hanya tersenyum sambil terus berjalan dan mencarikan tempat duduk paling dekat dengan panggung untuk Eun Jae. Setelah dia duduk dengan nyaman aku naik keatas panggung dan mulai penampilan khusus yang sudah kuatur hari ini.

 

“selamat malam semua, Yesung imnida. Lama tidak bertemu…” disambut teriakan dari para gadis, ya aku memang setenar itu kan hehe.

“malam ini aku mau membawakan sebuah lagu yang sangat special untuk pertama kali kuperdengarkan pada kalian. Mengenai lagu ini kalian sudah kenal penciptanya, dia adalah partnerku Choi Siwon gitaris kesayangan kita. Bicara tentang dia yang sangat berbakat ternyata tidak romantic, tahukah kalian saat dia menciptakan lagu ini dia tidak berani menyanyikannya untuk gadis yang dicintainya. Dia bilang akan membayarku untuk menyanyi didepan gadisnya itu. Dan kalian tahukah bahwa gadis itu sekarang ada disini.” Semua gadis mulai berbisik lagi.

“Go Eun Jae ssi, bersediakah kau mendengarkannya?” aku memandang kearah Eun Jae, dia mengangguk dan tersenyum.

 

 

Ssahyeoganeun shigandeureun

 

Amado yokshimeul bureuna bwayo

Eojeboda oneul deo

Apajingeol bomyeon… Oh girl

 

 

Nareul hyanghan misoedo

Manyang haengbokhal su eobseojin geon

Teukbyeorhami eobdaneun geol

Ara beorin hubuteoyeojjyo baby

 

What if geudaega nal

Saranghal geotman gata

Jogeum gidarimyeon

Naege ol geotman gataseo

Ireon gidaero naneun

Geudael ddeonal su eobjyo

Geureohke shigani

Ssahyeo apeumi dweneun geol

Jal algo isseumyeonseo… Oh girl

 

Naegeman juneun georago

Midgo shipeojineun misoyeojjiman

Anin geogejjyo geuraedo hokshina

Hamyeonseo…

 

What if naega geudael

Meonjeo mannasseoddamyeon

Ani charari na

Geudaereul mollasseoddamyeon…

Ireon saenggakdo naegen

Amu soyongi eobjyo

Gipsukhage bakhin

Geudaeraneun shigan soge

Imi salgo isseuni…

 

Shiganui moogemankeum

Sarangeun deohaegago

Apeumi mugeoweodo

Geuraedo eonjengan nal

Saranghal geotman gata

Jogeum gidarimyeon

Naege ol geotman gataseo

 

Ireon gidaero naneun

Geudael ddeonal su eobjyo

Geureohke shigani

Ssahyeo oneureul mandeun geol

Jal algo issemyeonseo… Oh girl

Oh~ lady…

 

Dentingan pianoku terus mengalun, aku tanpa sadar menitikkan airmata. Aku mengerti lebih memahami apa yang kau maksud dilagu ini Siwon ah. Lagu itu selesai dan didentingan terakhir semua hening.

 

“Eun Jae ah, Siwon sangat mencintaimu tapi takdirnya tak mengizinkannya memiliki dan melindungimu. Saat ini aku berhadapan dengan takdirku, dan aku tak ingin menyiakan sedikitpun kesempatan dalam hidupku. Aku ingin menjadikanmu milikku dan melindungimu dari apapun yang bisa membuatmu bersedih. Jika kau tak keberatan, ijinkan aku memiliki kesempatan yang tak bisa dimiliki oleh Siwon ah. Ijinkan aku untuk berada disamping gadis yang ku cintai dan membahagiakannya dengan cara yang benar.”

 

Dia hanya diam ditempatnya. Aku turun dari panggung dan menghampirinya. Menarik kedua tangannya bangkit dari kursi. Matanya yang tulus dan ramah milik Siwon itu terus mengalirkan butiran bening.

 

“Diam kuanggap sebagai jawaban “iya”…” aku mencium keningnya dan meraihnya dalam pelukanku. Dia terisak dan membalas pelukanku.

 

Ya !! Siwon ah jangan menyesal dialam kubur karena gadismu sudah dipelukanku 😀

 

 

Gilaaa panjang banget, isinya apaan aja nih Ending Part ya??? Gw aja ampe lupa hehehe

anyway just enjoy it

 

 

“It seems as though the accumulated time is being greedy

 

Seeing as it hurts more today than yesterday

Oh girl

It was after I realized that I couldn’t be totally happy with that smile towards me

That there was nothing special, baby

 

What if

 

It seems like you’re going to love me

Because it seems like you’re going to come to me if I wait just a little

With these anticipations

I can’t leave you

Even though I know that as time accumulates

It becomes pain

Oh girl

 

Even though I wanted to believe that that smile was just for me

 

It probably isn’t, right?

But still

Just maybe

 

What if

 

I met you first

No, if I didn’t know you

These thoughts are useless

For I’m already living in the deeply set times of you

 

Even though love increases as much as time’s weight

 

Even though pain is heavy

Still, I feel like you’ll love me

Because it seems like you’re going to come to me if I wait just a little

With these anticipations

I can’t leave you

Even though I know that the accumulated time has made today

Oh girl

oh lady”

 

What If_Super Junior K.R.Y

Advertisements

Author: Free_Soul

Just A Free Soul, seeking for peaceful in life. Love reading, Occasionally writing fanfics and RPG, Passionate in Music, I follow K-Pop, K-Drama, J-Dorama/Movie, Currently One Ok Rock fans, Medium level Otaku; mostly Soujo, secretly read BL manga too LOL Has obsession on Himura Kenshin and Sato Takeru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s