Ms Kim and The Alien

Just another WordPress.com site

What If … ( Part 3)

Leave a comment

What If ( Chapter 3 )

Cast : Go Eun Jae, Choi Siwon, Park Jung Su, Yoon Na, Yesung, Lee Hyuk Jae…

 

Go Eun Jae

 

Aku tak peduli sampai dimana, atau seberapa lelah aku berjalan. Aku ingin pergi menghilang dari semua ini, dan saat aku kembali semua akan baik-baik saja. Aku mau hari ini hilang dari hidupku jadi aku ga perlu melewatinya.

Aku benci Siwon ! Aku benci Jung Su oppa ! Aku benci kalian semuaaaaa !!!

“Aaaaakkkkkkkkhhhhhhhhhhhh !!!!”

“ya!!! Kenapa kau berteriak di sini??? Mengganggu saja..” hardik sebuah suara.

“Terserah!! Memangnya ini danau ayahmu???”

“Ya !!! aishh dasar gadis jaman sekarang, patah hati lalu berubah jadi gila.”katanya lagi.

“orang gila…” aku bersungut.

“mwo??? Jangan asal bicara, dasar gadis bodoh.”

“hey Yesung, sedang bicara dengan siapa kau???”Tanya suara lain pada laki-laki sinting ini.

“ya hyung, tidak tau nih ada gadis bar bar datang dari planet mars.”

“mwoeyo??? Kau laki-laki sinting kenapa tidak pergi saja dari sini?”

“Kau ini !…”

 

Yesung

 

Aisshh entah darimana gadis ini datang, tiba-yiba berteriak seperti orang gila mengganggu tidur ku saja.

“aku apa??” teriakknya.

“sudahlah, aku malas melayani orang gila.” Aku berbalik pergi dan menghampiri Hyuk Jae hyung yang sedang memancing sambil membaca majalah itu… ckckck hyung ku yang satu ini.

“hei, kenapa kau berteriak seperti itu pada seorang gadis?”tanya Hyuk Jae padaku.

“apakah aku yang salah? Dia itu keterlaluan, berteriak ditelinga orang.” Jawabku

“iya tapi harusnya kau mengerti dia itu pasti sedang patah hati atau semacamnya.”

“hmm mengapa kita jadi membahas dia? Sudah berapa banyak ikan yang kau tangkap, hyung?”

“belum satupun hehe…”

“mwo?? Kau sudah membaca majalah yadong yang ke-5 tapi ikan belum satupun yang tertangkap. Sini biar aku saja” aku menarik pancingan dari tangannya.

“ya! Memang dasarnya saja disini tidak ada ikannya.”

“itu karena kau terlalu asik dengan pikiran kotormu, sehingga ikan-ikan yang berjiwa suci ini tidak mau mendekat.” Aku mengomel. Lalu pergi menjauh dari Hyuk Jae hyung.

Sepertinya hari ini aku sedang sial, karena satu-satunya bangku yang kosong untuk tempat memancing sekarang sedang diduduki oleh gadis gila tadi, dengan terpaksa aku kesana lagi.

Aku duduk dengan tenang tanpa menimbulkan suara, tidak ingin menimbulkan pertengkaran mulut lagi bisa-bisa ikan disini kabur lagi. Tanpa sadar aku melirik gadis itu, dia menundukkan kepalanya dalam-dalam ahhh abaikan! Tapi beberapa kali aku tidak tahan untuk tidak meliriknya, dia mengangkat kepalanya sedikit sekarang bisa kulihat dia menahan tangis. Kesekian kali aku meliriknya lagi, kali ini tetesan bening itu sudah mengalir deras, hebatnya tangisan itu tanpa suara.

Tanpa sadar aku menyodorkan tisu yang kuambil dari dalam tas pinggangku, menyerahkannya tanpa bersuara. Ku pikir dia akan mengabaikan tanganku, tapi ternyata dia meraihnya sambil terisak pelan.

“terima kasih…” ucapnya pelan, aku terperangah benarkah ini gadis yang tadi?

“ya tidak masalah. Menangislah dengan tenang, asal jangan membuat ikan-ikan disini kabur ya, kalau tidak aku dan hyungku tidak bisa makan hari ini.” Ucapku

“baiklah…” dy berbisik pelan, ada senyum kecil tersungging diwajahnya.

Keadaan hening sekali, tapi kenapa ikan-ikan tidak mau datang juga ya? Aku mulai frustasi dengan keadaan ini, berkali-kali aku menghela napas panjang.

“kau tidak akan dapat ikan disini.” Gadis itu tiba-tiba memecah keheningan

“kenapa?”

“kau lihat bangku yang diseberang itu? Disana tempat para ikan berkumpul. Aku sering mendapat banyak ikan disana.”

“benarkah? Aku tidak percaya… memangnya kau pernah memancing?”

“tentu saja, setiap Minggu aku dan sahabatku selalu memancing disitu.”

“baiklah, mm….?”

“Go Eun Jae imnida.”

“ohh Yesung imnida. Baiklah Eun Jae ssi aku pindah keseberang saja meskipun kakiku malas sekali bergerak, ahh…”

“hehehe…” Eun Jae ssi itu tertawa pelan melihat tingkah anehku

“hey, jadi sekarang kau sudah bisa tertawa ya? Apa patah  hatinya sudah berakhir?”

“siapa yang patah hati, kau ini sok tau Yesung ssi.”

“aku bukannya sok tau, bayangkan saja bila hampir setiap hari aku menghabiskan waktu di sini dan aku sudah bertemu banyak gadis dengan kondisi sama persis dengan dirimu tadi, bahkan aku sudah pernah menyelamatkan beberapa dari usaha bodoh mereka menenggelamkan diri di danau dangkal ini.”

“hahaha… benarkah? Kau ini lucu sekali Yesung ssi haha. Bisa kubayangkan bodohnya mereka ingin bunuh diri di danau dangkal yang bahkan titik terdalamnya hanya sebatas bahuku haha…” hey dia tertawa, ternyata gadis ini manis sekali bila tertawa. Ya! Yesung, apa yang baru saja kau katakan dasar bodoh !

“ya begitulah, kadang wanita bisa sangat lemah. Patah hati satu  kali lalu bunuh diri, memangnya pria di dunia sudah punah.”

“kau benar Yesung ssi, kenapa harus menangis untuk seorang laki-laki, kalau nyatanya ada jutaan laki-laki yang lebih baik diluar sana.”

“bagus kalau kau sudah sadar. Aku pergi ke sana dulu, annyeong Eun Jae ssi.”

“annyeong Yesung ssi…” dia melambai bersemangat lucu sekali.

 

Choi Siwon

 

Aku sudah mencari Eun Jae kemana-mana, sekarang aku hampir kehabisan napas berlari. Aku tak menyangka dia ada ditempat ini. Danau tempat kami memancing setiap hari Minggu. Eun Jae berdiri ditepian danau, dia berteriak tanpa arah lalu seseorang balik berteriak padanya. Mereka bertengkar sengit dan akhirnya laki-laki itu pergi, hmm itulah Eun Jae ku keras kepala dan tak mau kalah.

Gadis itu lalu luruh dikursi pinggir danau, menunduk begitu dalam. Dari jauh pun aku bisa tau bahwa dia akan menangis, hening tangis tanpa suara khas Eun Jae. Mengapa hatiku merasa lebih sakit dari sebelumnya? Aku ingin berada disampingnya sekarang, seperti biasanya saat dia sedang menangis. Menghapus airmatanya dengan lengan bajuku dan menceritakan lelucon garing khas ku yang sekejap bisa menghapus sedihnya.

Ya Tuhan, apa aku bisa tahan melihat semua ini hanya dengan berdiri diam? Aku harus menjelaskan semua padanya sekarang, aku sudah akan maju saat kulihat seorang laki-laki duduk memancing disampingnya.

Bukankah itu orang yang bertengkar dengannya tadi. Akhirnya aku mengurungkan niatku kesana. Hanya hening yang kulihat, tapi kemudian ada yang berubah. Eun Jae mulai bicara dan tersenyum pada orang itu, bahkan sekarang dia tertawa. Aku hanya bisa berdiri diam tanpa keberanian, sementara orang asing bisa membuat Eun Jae tertawa. Choi Siwon, kau memang tidak berguna ! kau memang tidak pantas mencintainya, tapi itu bukan salahmu. Kau memang tidak pernah diajari bagaimana cara mencintai orang lain. Mianhe Go Eun Jae…

 

Park Jung Su

 

“Siwon ah. Dimana kau? Aku tidak bisa menemukan Eun Jae!” kataku ditelpon.

“Dia sudah pulang. Keadaan fisiknya baik-baik saja, hyung.” Jawab Siwon.

“baguslah. Kau sekarang dimana?” tanyaku lagi.

“aku ada didepan apartemenmu.”

“jinjja?? Kenapa tidak bilang dari tadi!” aku menutup telpon dan berseru pada Hyuk Jae.

“Hyuk Jae ah, tolong buka pintu, ada Siwon disana.”

“ye !”

“Annyeong, Hyuk Jae hyung.”

“Annyeong Siwon ah. Ayo masuk.”

“terima kasih,hyung.”

“hey, kenapa wajahmu pucat begitu? Aku heran setiap kali kau kemari dalam kondisi kacau. Apakah di sekolah kau kerja rodi?” aku mendengar celotehan Hyuk Jae.

“Papo ya! Kau ini berisik dan sok tahu sekali! Sana nonton saja.”aku menjitak kepalanya sekali.

“kenapa sih kau selalu menjitak kepalaku?” protesnya.

“Itu bagus, karena setiap kali aku menjitak kepalamu, 1 pikiran yadong akan gugur ke lantai. Setidaknya otakmu akan sedikit bersih.”

“huh dasar”

“sudah diam ! hei Siwon, apa kau sudah makan? Mau kubuatkan sesuatu?”

“tidak usah,hyung. Aku boleh numpang istirahat?”

“kekamarku saja kalau begitu.”

Aku terus memandangi anak itu sampai dia hilang dibalik pintu kamarku. Choi Siwon memang bodoh, putus asa karena begitu mencintai seorang wanita yang tidak mencintainya.

Siwon adalah anak yang kuat,tidak pernah menyerah pada apapun. Tapi nyatanya dia tetap manusia biasa yang takluk oleh cinta. Aku iri padanya, apakah cintaku pada Yoon Na sebesar cintanya pada Eun Jae?

“Hyung, ada apa?” Hyuk Jae menepuk bahuku.

“apakah otakmu bisa menerima meskipun nanti aku beritahu masalahku?”

“Hyung, jangan begitu. Kepalaku ini bukan hanya berisi yadong saja. Biar begini aku masih bisa serius. Kalau boleh kutebak ini masalah wanita kan?”

“iya, kau benar.”

“apa Siwon sedang patah hati?”

“masalahnya tidak sesederhana yang kau pikir, karena itu akupun sulit menjelaskannya padamu.”

“apakah ini kasus mencintai gadis yang salah diwaktu yang salah?”

“ya begitulah kira-kira. Tumben otakmu bekerja dengan cepat?”

“Tragis sekali. Lalu ini ada hubungannya denganmu juga kah, hyung?”

“gadis itu jatuh cinta padaku”

“apa??? Bodoh sekali gadis itu. Apa yang dia lihat dari orang sepertimu, hyung”

“maksudmu apa?”

“hehehe… lalu masalahnya apa? Kau suka pada gadis itu dan membuat Siwon patah hati?”

“bukan, bodoh! Gadis itu menyukaiku dan Siwon tau itu, jadi dia menyuruhku berpura-pura menyukai gadis itu”

“dan kau bersedia?”

Aku mengangguk.

“ah tega benar kau,hyung. Apa gadis itu tau?”

“awalnya tidak tau. Lalu tadi siang dia tidak sengaja mendengar percakapanku dan Siwon. Aku tidak setega itu, aku terpaksa membantu Siwon. Kau tau sendiri aku tidak bisa menolak permintaan Siwon. Andai saja aku tidak membantu rencana bodoh itu mungkin sekarang gadis itu tidak akan membenci Siwon.”

“mau bagaimana lagi,hyung. Berdoa saja semoga gadis itu mau memaafkan kalian.”

“semoga. Whoaamm aku mengantuk, besok kita bicara lagi.”

“hey hyung, tidak mau lihat dvd baruku?”

“ada lagi?”tanyaku, Hyuk Jae mengangguk. “kau ini lama-lama membuatku takut, Hyuk Jae ah. Silahkan menonton sesukamu asal jangan melakukan hal aneh atau berexperimen dengan film-film itu. Arasseo ??”

“tentu saja tidak,hyung. Ini kan Cuma hobi.”jawab Hyun Jae santai.

Aku Cuma bisa menggelengkan kepala. Itulah mengapa aku tak pernah mengijinkan ibuku berkunjung ke apartemenku. Dia bisa sakit jantung bila masuk kesarang yadong ini.

 

Go Eun Jae

 

Haruskah aku berangkat sekolah hari ini? Bila aku pergi maka pasti aku akan bertemu 2 orang paling memuakkan dalam hidupku, Choi Siwon dan Park Jung Su. Kalau mampu akan kuhabisi mereka berdua dengan tanganku sendiri.

“Eun Jae, ayo cepat berangkat, ayah sudah menunggumu daritadi.”

“iya, bu” aku menyeret langkah dengan malas.

Saat aku tiba dikelas Siwon sudah ada dikursinya tepat disebelah kursiku tentunya. Dia menyandarkan bahunya kedinding, pandangannya kosong tertuju keluar jendela. Aku mangabaikan semua itu, dengan santai meletakkan tas lalu duduk. Ku keluarkan sebuah buku dan mulai membaca. 5 menit lagi ulangan fisika dimulai. Siwon baru tersadar dari lamunannya saat guru fisika menggebrak mejanya. Wajahnya kaku dan pucat lalu terlihat lebih shock lagi saat melihatku. Tapi dia hanya diam dan meminta maaf sekilas lalu sibuk mengerjakan ulangannya.

Saat jam istirahat aku mengeluarkan ipod dan memasang headphone. Sedang tak ingin mendengar apapun dari siapapun. Siwon beranjak dari tempat duduknya lalu keluar, beberapa menit kemudian dia kembali membawa bolu favoritku dari kantin sekolah dan sebotol air mineral dan meletakkannya di mejaku.

Mwo?? Dia pikir aku mau menerimanya? Mimpi saja kau! Aku menyingkirkan semua itu dari mejaku, sekarang semua sudah berserakan di lantai. Siwon dengan tenang membersihkan semua kotoran dilantai, diiringi tatapan ingin tau dari anak-anak lain. Aku tidak peduli, bagiku Choi Siwon sudah bukan lagi sahabat maupun bagian hidupku.

 

Choi Siwon

 

Hari ini Eun Jae datang ke sekolah, matanya agak sembab mungkin tadi malam dia menangis lagi. Aku sangat ingin menanyakan keadaannya, tapi aku tau dengan jelas dia tidak ingin lagi bicara denganku. Dia tidak pergi ke kantin, jadi aku membawakan makanan favoritnya tapi dengan sekali sentakan dia menyerakkan semuanya ke lantai. I deserve it. Maaf Eun Jae. Aku memilih untuk pergi dari hadapannya karena kini semua anak memandang kami.

Saat akan melewati koridor depan ruang mading ada yang menahan lenganku.

“apa kau bodoh, Siwon?” Leeteuk hyung memandang tajam

“Leeteuk hyung, apa yang kau lakukan?”

“naega papo ya??? Hah? Leeteuk hyung meninggikan suaranya, itu mengundang perhatian anak-anak lain.

Leeteuk hyung lalu menarik lenganku dengan kasar memasuki ruang mading.

“you lost your mind???” Leeteuk hyung membentak tepat didepan wajahku.

“bukankah aku pantas menerima semua perlakuan buruk atas semua kebodohanku,hyung?”

“tapi bukan begini caranya. Bagaimanapun kau ini laki-laki tidak pantas diperlakukan serendah itu oleh seorang gadis. Meskipun kau begitu mencintainya tetap saja aku tidak bisa melihatmu diperlakukan seperti tadi.”

“hyung, coba pikirkan bagaimana sakitnya perasaan Eun Jae saat ini? Dia juga pasti merasa sangat malu telah dipermainkan olehku, bahkan aku juga melibatkan hyung dalam masalah ini. Sekarang aku hanya punya rasa bersalah, apapun akan aku lakukan untuk memperbaiki semuanya.”

“aku tak mengerti..”

Leeteuk hyung meningggalkanku sendiri diruangan itu. Aku luruh dikursi ruangan itu dan memikirkan Eun Jae, semua sakit yang sudah kutimbulkan buatnya apakah masih pantas semua itu disebut cinta? Hyung benar, dengan diam tidak akan memperbaiki keadaan, aku harus mengeluarkan keberanian yang ku punya untuk berhadapan dengan Eun Jae dan menjelaskan semuanya.

 

Go Eun Jae

 

Anak-anak di kelas masih berbisik-bisik ria dibelakangku, bahkan ada yang terang-terangan menanyakan apa masalahku dengan Siwon. Mereka mendadak hening saat Siwon masuk kelas dengan wajah kusut. Dia memandang sekeliling yang balas menatapnya dengan tatapan ingin tahu. Akhirnya dia hanya menghela napas dan kembali duduk.

Sepanjang pelajaran terakhir aku berusaha keras menumpukan perhatian pada penjelasan guru kimia. Akhirnya bell pulang berbunyi juga. Satu hari berat telah berakhir, aku mempercepat langkah di koridor kelas 1. Tiba-tiba ada yang menahan langkahku, Siwon lalu sudah berdiri dihadapanku.

“mau apa kau?”bentakku sambil mengibaskan tangannya.

“Eun Jae, tolong sekali ini maukah kau mendengarkan penjelasanku?” pintanya.

“Choi Siwon ssi, yang kudengar kemarin sudah cukup jelas. Apa kau mau menyakiti hatiku lebih dalam lagi dengan mengulangi ceritamu?”

“Eun Jae, maafkan aku…” Siwon belum sempat melanjutkan perkataannya ketika aku melayangkan  tamparan ke wajahnya.

“kau jangan pernah lagi menampakkan wajahmu di hadapanku, atau aku lebih baik buta daripada harus melihatmu!!!”

 

Choi Siwon

 

Sebegitu bencikah kau padaku Go Eun Jae. Kau tidak mau mengakui kehadiranku meski aku tetap duduk disampingmu. Kau menolak bicara padaku, membuang apapun yang kuberikan padamu. Dan kini untuk melihat wajahku saja kau tidak mau, bahkan kau lebih memilih buta daripada harus melihatku?

Eun Jae, kau tau aku tidak pernah menolak apapun permintaanmu. Apakah kau akan bahagia lagi bila aku tidak ada disisimu, apa kau akan tersenyum kembali bila tak lagi melihat wajahku?

Semoga saja…

 

Park Jung Su

 

Go Eun Jae sudah keterlaluan kali ini, bagaimana bisa dia menampar Siwon di depan semua anak kelas 1? Gadis itu benar-benar sudah gila, tapi apa yang bisa kulakukan. Aku tak mungkin menyentuhnya, karena menyakitinya sama saja dengan menambah luka dihati Siwon. Tapi besok aku tak akan membiarkan dia berbuat seperti itu lagi pada Siwon.

Keesokan paginya aku sengaja datang menjemput Siwon dirumahnya, aku sudah hamper 10 menit didepan pintu tapi tak ada jawaban dari dalam sana.

“Jung Su ssi, apa kau mencari Siwon ah?” aku terkejut karena suara itu.

“ohh Yoon Na ssi, iya aku sudah memanggilnya dari tadi tapi tak ada respon.” Aku gugup.

“sepertinya dia sudah pergi pagi-pagi sekali tadi. Dia menyapaku sekilas lalu pergi.”

 

“pergi? Sepagi itukah? Hmm mungkin dia sudah berangkat kesekolah.”aku sudah akan beranjak

“tunggu. Kesekolah katamu? Tapi tadi dia tidak memakai seragam. Hanya pakaian kasual dengan ransel.”

“apa? Kau yakin Yoon Na ssi?”

“tentu saja. Tapi wajahnya terlihat kacau sekali, apakah dia dalam masalah?”

Aku tak menjawab, secara reflex aku meraih hp dan mencoba menghubungi nomor Siwon, tapi ternyata tidak aktif, lalu kutelpon Hyuk Jae, ternyata dia juga tidak ke apartemenku. Aku semakin khawatir, kemana anak itu pergi?

“maaf, Jung Su ssi, apakah dia dalam masalah?”

“maafkan aku Yoon Na ssi mengabaikanmu. Dia sedang bertengkar dengan sahabatnya, Eun Jae. Sekarang aku tidak tau apa yang ada dalam pikirannya. Dia pasti pergi kesuatu tempat, bagaimana aku bisa masuk kedalam rumah ini untuk mencari informasi? Huh”

“Eun Jae?? Bagaimana mungkin, mereka sahabat baik. Apakah separah itu?”

“ini cukup rumit untuk kujelaskan dalam kondisi seperti ini.”

 

“biar kulihat…”Yoon Na mengangkat sebuah pot lalu meraba dasarnya

“ahaaa, ini dia kunci rumahnya. Aku sering melihatnya meletakkan kunci disini.” Yoon Na lalu menyerahkan kunci itu padaku.

“terima kasih banyak Yoon Na ssi.”

Aku membuka pintu segera dan langsung menuju kamar Siwon diikuti Yoon Na, sebenarnya aku gugup sekali didekatnya tapi saat ini yang ada dipikiranku hanya Siwon jadi aku agak mengabaikan kehadirannya yang nyata-nyata didepanku.

Aku sudah memeriksa semua bagian rumah itu tapi tak ada tanda-tanda kemana tujuan Siwon, aku bertambah depresi karena keadaan ini…

“aakkkhhh !!!” aku berteriak putus asa, membuat Yoon Na terlonjak kaget.

“Jung Su ssi, kau baik-baik saja.”

“tidak untuk saat ini Yoon Na ssi. Aku benar-benar bisa gila.”

“kau harus tenang…”

“bagaimana mungkin aku bisa tenang sementara aku tak tau Siwon akan melakukan hal gila apa lagi!!” aku emosi hingga membentak Yoon Na

Aku segera menyadari perkataanku terlalu keras pada Yoon Na

“Yoon Na ssi maafkan aku. Aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya…”

“aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tentu dia seperti adik sendiri bagimu, dan saat seperti ini kau sangat mengkhawatirkannya.”

“Siwon tak punya siapapun kecuali keluargaku. Cukup satu kali dia ditinggalkan orang yang dicintainya, kenapa dia harus mengalaminya lagi?”

“apakah kau tau tempat-tempat yang sering dikunjungi Siwon?”

“hanya beberapa saja, tapiii… tunggu, aku harus menemui seseorang dulu sekarang.”

“biar aku temani. Kau sedang kacau, tidak baik bila menyetir sendiri.”

Oh Tuhan, aku tak percaya yang berkata seperti itu barusan adalah Yoon Na, gadis yang kusukai sejak lama, yang tak pernah berani ku sapa apalagi nyatakan cinta. Aku hanya bisa menganngguk lemah. Dia mendorongku ke kursi penumpang depan sementara dia menyetir, aku menyuruhnya untuk kesekolah, aku harus menemui Eun Jae. Aku harus tau apa yang dikatakannya kemaren saat insiden tamparan itu hingga membuat Siwon menghilang.

Saat mobil berhenti aku langsung melompat turun mencari Eun Jae begitu menemukannya aku langsung menghampirinya. Wajahnya terlihat tidak senang saat melihatku, tapi siapa yang peduli.

“apa yang kau katakan pada Siwon kemarin?”

“bukan urusanmu!!”

“begitu?? Baiklah bagaimana kalau begini…” aku menyeret gadis itu hingga kelapangan dan menahan lengannya dengan kuat.

“mau apa kau?”

“cepat katakan padaku atau kau akan mananggung malu seumur hidupmu atas apa yang akan aku lakukan sekarang.”

“kau tak akan berani melakukannya Park Jung Su!!”

“baiklah, kau memang keras kepala seperti cerita Siwon rupanya.” Aku menarik salah satu lengan bajunya hingga robek besar, lalu tersenyum sinis melihat wajahnya shock, gadis ini memang harus diberi pelajaran.

“Jung Su ssi, yang kau lakukan??” Yoon Na berteriak dibelakangku.

“Yoon Na ssi, tetaplah ditempatmu. Gadis ini harus diberi pelajaran bagaimana caranya menghargai orang lain yang menyayanginya. Sekarang kau mau katakana atau tidak?”

“aku menyuruhnya menghilang dari hadapanku selamanya !! karena aku lebih baik buta daripada harus melihatnya.”

Satu tamparan tanpa sadar dari tanganku, teganya gadis ini mengatakan hal itu pada orang yang sangat mencintainya.

“Jung Su ssi, apa yang telah kau lakukan? Oh tidak, apa kau tidak apa-apa Eun Jae ssi?” Yoon Na berteriak panic.

Aku hanya bisa terpaku diam, Eun Jae pun begitu shock atas apa yang kulakukan. Aku tersadar seketika dan menarik tangan Yoon Na.

“Yoon Na ssi, sekarang kita harus mencari Siwon, sebelum sesuatu yang buruk terjadi padanya.”

“tapi Jung Su ssi, dia…”

“untuk apa peduli pada gadis tak berperasaan seperti dia? Aku bersumpah bila terjadi hal buruk pada Siwon maka bisa kupastikan kau akan hidup dalam penyesalan Go Eun Jae. Ingat kata-kataku !!”

 

Go Eun Jae

 

Aku tak percaya ini semua nyata, hal yang baru saja terjadi antara aku dan Jung Su Oppa. Aku tak pernah melihatnya begitu marah. Ada kesedihan dan kemarahan yang bercampur dimatanya saat dia menatapku tajam.

Aku bersumpah bila terjadi hal buruk pada Siwon maka bisa kupastikan kau akan hidup dalam penyesalan Go Eun Jae. Ingat kata-kataku !!

Apa maksud semua ini, apa yang terjadi pada Siwon?? Kenapa Jung Su begitu panic dan marah serta putus asa…

 

 

Watch outtt hehehe…

I finished it at 2.45am you know

 

Thanks guys for stay tune here

get more fun on the next Chapter yoowww

Kyu Hyun and Yesung will return on next chapter byeee

 

AngelTeuk Kiss mmmuuaaaccchhhh…. 🙂

Advertisements

Author: Free_Soul

Just A Free Soul, seeking for peaceful in life. Love reading, Occasionally writing fanfics and RPG, Passionate in Music, I follow K-Pop, K-Drama, J-Dorama/Movie, Currently One Ok Rock fans, Medium level Otaku; mostly Soujo, secretly read BL manga too LOL Has obsession on Himura Kenshin and Sato Takeru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s