Ms Kim and The Alien

Just another WordPress.com site

What If … ( Part 2)

Leave a comment

What If (Chapter 2)

Cast : Choi Siwon, Park Jung Su, Go Eun Jae, Yoon Na, Cho Kyu Hyun

 

 

Go Eun Jae

 

Aku tidak percaya ini, semua orang sedang memandangi aku dan Jung Su sunbae. Hari ini dia mengajakku makan siang bersama di kantin kelas 3. Aku merasa agak takut awalnya, tapi tiba-tiba saja dia menggandeng tanganku dan sejujurnya itu agak menenangkan buatku.

“Eun Jae, ayo duduk sini. Hey kau ayo sana pindah !”

“Oppa, apakah tidak apa-apa?”

“tentu saja. Memangnya siapa yang berani mengganggu kita? Sudah cepat duduk dan kau mau makan apa?”

“aku mau….” Tiba-tiba hp ku berdering

“ye Siwon ah. Ada apa? Oh aku sedang makan dikantin kelas 3. Hmm dengan Jung Su oppa, maaf ya membuatmu menunggu. Baiklah bye…”

“siapa?”

“bukan siapa-siapa.”

“bukankah itu Siwon? Dia sahabatmu kan? Kenapa kau bilang bukan siapa-siapa?” Jung Su oppa menatap tajam.

“hm iya tapi tidak ada yang penting.”

“ohh begitu. Aku sudah pesankan kau mie ayam dan teh hangat.” Jung Su sunbae terlihat tidak senang.

“oppa, apa kau sedang ada masalah?”

“mwo? Aku tidak apa-apa. Jadi bagaimana ujian hari ini?”

“tentu saja aku bisa, aku kan sudah belajar itu juga karena paksaan Siwon. Dia bilang oppa tidak suka gadis bodoh.”aku nyengir.

“ya memang, aku paling benci gadis bodoh ! lalu ceritakan tentang Siwon padaku, sejak kapan kalian bersahabat?”

“kenapa bertanya tentang dia, bukankah lebih baik membicarakan tentang kita saja?” ucapku

“begitukah?”

“ya, lagian dia tidak penting untuk dibahas.”

“baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, aku lupa kalau ada janji diruang mading. Bye…”

Jung Su sunbae meninggalkan aku begitu saja tanpa menoleh, wajahnya terlihat kaku seperti menahan kemarahan. Aku jadi tak berani untuk menahannya.

 

Park Jung Su

 

Apa-apaan gadis itu? Dia menganggap Siwon bukan hal penting? Bukankah Siwon itu sahabatnya, bahkan orang yang sangat mencintainya. Aku tidak habis pikir bagaimana Siwon bisa jatuh cinta pada gadis yang sama sekali tidak menganggap penting kehadirannya.

“Siwon ah, aku ingin bicara!”

“memangnya ada apa? Kenapa menemuiku disekolah begini, nanti bisa ketahuan tau hyung!”

“aku tidak peduli! Aku ingin kau jawab 1 pertanyaanku, apa yang kau suka dari gadis itu?”

“aku tidak tau hyung. Aku hanya senang bersamanya, hanya dia yang membuat aku merasa dibutuhkan. Meskipun…”

“meskipun dia menganggap keberadaannya tidak penting saat dia tidak membutuhkanmu?”

Siwon mengangguk lemah, dasar idiot ! aku berbalik lalu pergi.

Choi Siwon

 

Aku melihat Eun Jae melamun di mejanya, tatapannya kosong keluar jendela. Apa yang terjadi padanya? Pasti ada hubungannya dengan Jung Su.

“Eun Jae, heiii…” aku menyapanya.

“Siwon ah, darimana saja kau?”

“aku dari perpustakaan. Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat tidak senang?”

“kenapa aku merasa Jung Su oppa sepertinya sangat tidak menyukaiku?”

“tidak mungkin begitu, mungkin itu hanya perasaanmu saja. Hey lihat ini…” aku menyodorkan sekotak cokelat padanya.

“ini dari Jung Su sunbae, aku bertemu dengannya saat lewat ruang mading, dia minta maaf karena telah meninggalkanmu saat makan siang.”

“benarkah? Aku tidak percaya ini. Terima kasih Siwon ah.” Sekarang dia tersenyum, itu sudah cukup bagiku.

Eun Jae, aku tidak tahu sampai kapan aku sanggup berpura-pura menjadi sahabatmu. Semakin lama rasa sakit ini menggerogoti hati dan pikiranku, tapi setiap saat kau tersenyum padaku rasa sakitnya bahkan makin menggila, karena aku tahu senyum itu untuk orang lain.

Aku mungkin sebodoh yang dikatakan Leeteuk hyung, tapi aku bahkan tak akan sanggup bila kau nantinya menolakku. Kau pasti akan mulai menjauh dariku.  Saat ini yang penting adalah kau tetap disisiku, menjadi penyemangatku meski disaat yang sama menghancurkan hatiku. Aku hanya ingin selalu ada saat kau membutuhkanku tidak peduli apa yang dikatakan orang lain bahwa kau hanya memanfaatkanku aku bersedia.

 

“Siwon ah, kau baru pulang…” Yoon Na tetangga depan rumahku menyapa saat aku berjalan pulang sekolah.

“ye Yoon Na noona, sedang apa kau disitu?”

“aku sedang merawat bunga mawar putih baruku.”

“wah indah sekali kau baru membelinya?”

“tidak. Aku juga tidak tau tadi pagi-pagi ada yang mengantarkannya padaku tapi tidak ada nama pengirimnya.”

“benarkah? Wah kau beruntung sekali punya pengagum rahasia.”

“ah kau ini. Hey Siwon ah kenapa terlihat pucat hari ini?”

“oh aku kelelahan, setelah ujian aku berlatih gitar selama 3 jam.”

“wah kau ini terlalu memaksakan diri, jagalah kesehatanmu.”

“ye noona. Baiklah aku masuk dulu.”

Aku melambaikan tangan sekilas lalu masuk kedalam rumah. Hmm pantas saja Leeteuk hyung begitu menyukainya, selain cantik Yoon Na noona juga berkepribadian menarik serta ramah. Oww jadi sekarang dia sudah berani mengirimkan bunga pada Yoon Na bagus juga perkembangannya.

“halooo… Siwonn ah”

“ya Leeteuk hyung, jangan berteriak seperti itu. Kenapa kau sudah ada dirumahku?”

“hehehehe… eh tadi kudengar kau berbicara dengan Yoon Na ya? Bilang apa dia?”

“oww tidak ada, dia Cuma menanyakan kabarku koq”

“kau ini dasar!!! Aku tadi dengar semuanya tau!”

“ya sudah kalau begitu, untuk apalagi kujelaskan.”

“iya ya benar juga kau ini. Hey cepat ganti baju aku mau traktir kau makan pizza.”

“wahh dalam rangka apa?”

“karena Yoon Na mau menerima bunga pemberianku…”

“haha baiklah hyung. Tunggu saja di teras sekalian kau mengintip gadismu.”

“ya kau tahu saja hehe”

 

Park Jung Su

 

Tadinya aku sebel sekali hari ini karena masalah yang ditimbulkan Siwon dalam hidupku, tapi semuanya berubah hanya karena satu senyuman. Yoon Na, gadis itu adalah matahari buatku membuat hari-hariku berbeda mengajarkanku artinya merindukan seseorang. Hari ini dia tersenyum karena bunga mawar putih yang kukirimkan tadi pagi.

Saat ini aku bisa melihatnya sedang tersenyum memperhatikan bunga itu yang baru saja selesai dipindahkanny ke pot bunga. Memang aku sengaja memberikannya berupa tanaman mawar putih agar dia merawatnya dan tidak pernah layu. Aku duduk diteras rumah Siwon dalam diam meski sesungguhnya aku ingin sekali menghampirinya dan mengatakan padanya bahwa aku menyukainya. Khayalanku jadi kabur semua saat Siwon menepuk pundakku.

“Hyung, ayo pergi aku sudah siap nih.”

“baiklah.”

 

Kami beranjak menuju mobilku, sesaat sebelum aku masuk mobil Siwon berseru

“Noona, maukah kau ikut makan pizza bersama kami?”

“Pizza??? Sekarangkah?”

“Ye noona. Bagaimana?”

“sangat ingin sekali hehe tapi mianhe Siwon ah, aku sudah ada janji dengan seseorang dia akan datang…” tiit tiitt bunyi klakson mobil yang berhenti didepan rumah Yoon Na. seorang laki-laki keluar dari mobil itu lalu menghampiri Yoon Na dan merekaaaa cipika cipiki pula.

“Baru saja aku membicarakanmu…” kata Yoon Na pada laki-laki itu.

“Benarkah? Apa aku terlambat?”tanya laki-laki itu padanya.

“Tentu saja tidak. Baru saja Siwon mengajakku makan pizza bersama, tapi sayang sekali kita sudah ada janji.”

“Maaf ya Siwon ssi.” Laki-laki itu membungkukkan badan sedikit sambil tersenyum padaku dan Siwon.

“Siwon ah, ini Cho Kyu Hyun dia teman baikku. Kyu Hyun, ini Choi Siwon tetanggaku yang baik hati.” Uh aku dicuekin !

“Salam kenal Kyu Hyun ssi. Dan ini sepupuku Park Jung Su.” Sapa Siwon

“Salam kenal” sapaku, ternyata masih ingat juga kalau aku ada disini. Aku tersenyum pada laki-laki itu dengan terpaksa dan senyum paling mautku buat Yoon Na.

“Ya baiklah kami pergi dulu ya noona, Kyu Hyun ssi.”

“hati-hati di jalan Siwon ah, Jung Su ssi…” Oh Tuhan dia menyebutkan namaku untuk pertama kalinya dan melambaikan tangan, aku hampir melompat kegirangan tapi tetap saja kehadiran laki-laki bernama Kyu Hyun itu mengganggu pikiranku.

“kau kenapa hyung?”

“siapa sih Kyu Hyun itu? Tampangnya menyebalkan sekali.”

“haha kau cemburu ya?”

“tentu saja. Kau bilang dia tidak punya pacar, tapi apa yang barusan kulihat???”

“tenanglah, lagipula kan dia sendiri bilang hanya teman dekat. Sudah ayo habiskan pizza mu itu.”

Go Eun Jae

 

Ujian hari ini berat sekali, untunglah Siwon sudah mengajariku kemarin. Sekarang aku ingin ke toko dvd langgananku untuk membeli dvd drama korea terbaru huhu…

“Eun Jae… mau kemana kau?”

“aku mau ke toko dvd langgananku. Boleh ya, bu?”

“ok tapi setelah dari situ belikan pizza buat makan malam kita ya, ini uangnya.”

“baiklah… byee”

Aku sudah berkeliling 2 jam di toko tapi akhirnya hanya membeli satu judul karena Cuma itu yang terbaru. Sekarang aku harus mampir lagi kerestoran pizza huh. Restorannya ramai sekali hari ini daripada berdiri antri lebih baik aku pesan minum dulu supaya bisa duduk. Aku memilih tempat di pojok ruangan tempat deretan sekat-sekat sofa disamping jendela sambil menikmati lemon tea ku.

Didepannya sepertinya ada 2 orang laki-laki tengah berbicara tapi kepalanya tertutup oleh sekat, aku masih bisa mendengar suara mereka yang sepertinya sedang serius nadanya. Tapi aku merasa mengenali suara itu, tapi sudahlah abaikan.

“hyung jangan cemburu begitu, mereka Cuma berteman, kalau hyung mau nanti aku cari info lebih lanjut tentang mereka, Ok. Sudah jangan ngambek begitu donk” suara 1 merayu…

“yaa!! Bagaimana aku tidak cemburu, laki-laki itu cipika cipiki segala didepan mataku. Kau lihat bagaimana Yoon Na tersenyum padanya?” suara 2 sedang kesal.

“iya aku juga lihat tapi dia kan juga tersenyum padamu.” Suara 1 lagi.

“ya!!! Tetap saja aku cemburu Siwon ah !” suara 2 tambah kesal. Ha??? Siwon ah???

“Leeteuk hyung, kau ini bersikap seperti anak kecil saja” suara 1 memang benar Siwon, tapi dengan siapa? Leeteuk hyung?

“kalau begini aku tidak mau membantumu lagi.” Suara Siwon lagi.

“oww jadi begitu? Aku juga tidak mau membantumu mendekati Eun Jae lagi, bagaimana menurutmu?” suara 2 mengancam. Siapa sih dia, kenapa dia bilang mendekatiku?

“Hyung, kau jangan begitu. Kau akan menyakiti hatinya kalau sampai dia tahu kau menerimanya atas permintaanku.”

“kau duluan sih yang mengancamku uh. Lagipula Siwon ah, kenapa tidak hentikan saja ide bodohmu ini dan nyatakan perasaanmu yang sebenarnya pada Eun Jae, apa bedanya sekarang dan nanti kalau akhirnya aku hanya memberi harapan palsu itu lebih menyakitkan buatnya. Aku tidak mungkin menyukainya karena hanya Yoon Na yang sekarang ada di hatiku.”

“Hyung, dia tidak menyukaiku, dari awal hanya kau. Cuma kau yang ada di hatinya, tolong jangan perdebatkan itu lagi. Sekarang kembali ke awal saja, kau bersama Eun Jae buat dia tersenyum dan aku akan mendapatkan Yoon Na buatmu !”

Aku sudah tidak tahan lagi mendengar pembicaraan ini, sapa sebenarnya Leeteuk yang dipanggil hyung oleh Siwon sejak tadi ??? aku bangkit berdiri dan menghampiri meja di depanku.

Benar disitu ada Siwon dan yang tak bisa kupercaya adalah Jung Su opppa yang duduk dihadapannya. Jadi orang yang bernama Leeteuk itu adalah Park Jung Su oppa??

Wajah-wajah didepanku sama shocknya denganku, terlebih Siwon memucat tanpa ekspresi. Jadi semua yang mereka omongkan tadi adalah benar tentang aku. Bagaimana mungkin sahabatku tega berbuat seperti ini padaku??? Aku meraih gelas berisi soda di meja mereka dan refleks menumpahkannya ke wajah Siwon lalu pergi tanpa menghiraukan teriakan Jung Su oppa yang memanggil-manggilku…

Advertisements

Author: Free_Soul

Just A Free Soul, seeking for peaceful in life. Love reading, Occasionally writing fanfics and RPG, Passionate in Music, I follow K-Pop, K-Drama, J-Dorama/Movie, Currently One Ok Rock fans, Medium level Otaku; mostly Soujo, secretly read BL manga too LOL Has obsession on Himura Kenshin and Sato Takeru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s