Ms Kim and The Alien

Just another WordPress.com site

What If… ( Part 1 )

Leave a comment

 

What If ( Chapter 1)

 

The writer : EunJae_Joongie

Cast : Choi Siwon, Park Jung Su, Go Eun Jae, Lee Hyuk Jae (unimportant charct actually)

Genre : Romance


 

 

Choi Siwon

 

Gadis itu selalu tersenyum manis saat menatapnya, tapi mengapa tidak padaku? Apa karena aku hanya sahabatnya? Go Eun Jae, aku tidak mengerti jalan pikiranmu.

“Siwon …”

“hai, Eun Jae. Bagaimana rencanamu hari ini?”tanyaku

“semuanya sesuai jadwal. Kau sendiri sudah siapkah?”

“yah mau bagaimana lagi, apa aku harus mengecewakan orang yang menelponku pukul 3 pagi?”

“aduhh jeongmal mianhe cingu, ini penting sekali buatku.”

“ya aku tahu…”. Aku berjalan mendahului Eun Jae menuju tempat dimana adegan yang sebenarnya ku anggap bodoh itu akan dimulai.

Aku tahu mungkin aku terlalu lemah untuk mengatakan pada Eun Jae bahwa rencananya ini sangat bodoh dan hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi percuma aku jadi sahabatnya kalau tidak memahami sifat keras kepalanya.

Kami sudah mendekati lapangan basket, bisa kurasakan tangan yang menggandengku makin gemetar.

“tenanglah sedikit Eun Jae, kau malah membuatku takut.”

“aku benar-benar gugup Siwon”. Suara Eun Jae bergetar.

“apa kau mau mundur sekarang?” tanyaku lagi

“mwo??? Tidak bisa, tentu saja tidak. Aku sudah merencanakannya 3 bulan ini.”

“baiklah kalau begitu lanjutkan, jangan memegangi lenganku sekeras itu sakit tau !”

“maaf…”

Kami akhirnya sampai juga ditengah lapangan basket yang sekarang ditempati murid kelas 3 IPA 1. Aku menghentikan langkah sambil menelan ludah…

“maaf, permisi sunbae bisa kita bicara sebentar” sapaku pada semua kakak kelas yang sedang bermain di lapangan.”

“hey Siwon, ada apa?”

“hmm begini, ini sahabatku Go Eun Jae hari ini dia akan mengatakan sesuatu yang penting dan dia akan mengumumkannya di lapangan ini sekarang” aku coba berbicara dengan tenang meskipun aku sadar sepasang mata tajam tengah menatapku.

“hey guyss berhenti bermain sebentar, kita persilakan Eun Jae ssi untuk menyampaikan sesuatu. Nah Eun Jae ssi silahkan.”

Eun Jae keluar dari balik punggungku dengan memegangi sebuah kertas yang mungkin sudah 3 bulan lalu mulai ditulisnya. Dengan langkah pasti dia menghampiri senior yang paling diseegani di kelas 3.

“Park Jung Su sunbae, sebenarnya aku ingin memberikannya saja padamu tapi aku lebih ingin mengatakannya sendiri padamu. Apakah kau mau mendengarnya?”

 

“jadi itu untukku?” tanya Jung Su agak kaget (yang sebenarnya hanya pura-pura).

“ya…” jawab Eun Jae gugup

 

“hmm begini Eun Jae ssi, aku tidak suka urusanku diketahui orang banyak jadi lebih baik kau berikan kertas itu padaku biar aku membacanya sendiri.” Jung Su menarik kertas dari tangan Eun Jae dan mulai membacanya, membuat Eun Jae sendiri terperangah.

waktu berjalan terasa lambat, Eun Jae cemas menanti respon dari Jung Su sunbae. Setelah hampir 15 menit berlalu akhirnya Jung Su mengangkat kepalanya dari lembar-lembar kertas itu lalu menatap Eun Jae. Kini semua orang menatap mereka, wajah-wajah itu terlihat penasaran dengan ekspresi Jung Su.

 

 

Go Eun Jae…

Oh Tuhan apa yang sudah aku lakukan, dia terus membaca kertas-kertas itu dengan berbagai ekspresi. Tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan menatapku dengan wajah serius. Dan tanpa aku duga dia memelukku, aku beku tak bereaksi serasa seluruh aliran darahku berhenti mengalir karena otakku berhenti bekerja. Begitu dia melepaskan pelukannya tubuhku yang tadi beku seketika lemas dan nyaris melorot ke tanah untunglah Siwon memegangi lenganku.

“well Eun Jae ssi aku sangat terharu dengan kisah cinta yang kau tulis di 5 lembar kertas itu, sungguh sesuatu yang brilian. Bahkan tidak ada kosa kata maupun grammar bahasa inggris yang salah. Berapa lama kau menulisnya?” tanya Jung Su sunbae lembut

“mm 3 bulan.” Jawabku dengan pelan.

“wahh kau memang berbakat Eun Jae ssi. Aku sangat terhormat bisaa membantumu menilai kisah cinta ini. Sebaiknya kau segera kirimkan tulisan ini kemajalah sekolah kita  kebetulan aku kenal dengan pengurusnya.”

Aku terperangah tak percaya, apa yang baru saja dikatakan oleh Jung Su sunbae bukanlah jawaban yang aku harapkan. Belum habis keterkejutanku dia melanjutkan kata-katanya…

“teman-teman, kalian jangan penasaran seperti itu. Eun Jae ssi ini adalah penulis junior, dia baru saja membuat sebuah kisah cinta yang akan diterbitkan dimajalah sekolah kita dan dia meminta pendapatku sebagai senior tertinggi. Dan aku sudah membaca karyanya yang benar-benar bagus jadi kalau kalian penasaran tunggu saja kisahnya dimajalah sekolah edisi minggu depan ya…” teriaknya.

Aku sudah tak sanggup lagi mendengar kata-katanya…

“Jung Su sunbae ! aku menulis kisah itu un…”tiba-tiba Jung Su sunbae menutup mulutku dengan tangannya dan berbisik pelan ditelingaku

“Eun Jae ssi, sebaiknya jangan permalukan dirimu lebih jauh lagi. Temui aku di taman sekolah setelah pelajaran berakhir.” Jung Su sunbae melepaskan tangannya dan berjalan menjauh setelah menyerahkan kertas-kertas itu pada Siwon.

 

Park Jung Su

 

 

Aku baru akan mulai latihan drum saat handphoneku berdering

“ye..”

“nanti malam kau bisa ketempatku?”

“hm baiklah, aku kesana setelah latihan.” Telepon diseberang langsung dimatikan.

Aku sudah paham betul sikap sepupuku itu. Bila dia mengajak bertemu lebih dulu tandanya aku sudah membuat masalah dengannya. Mood ku berlatih sudah hilang, aku ingin langsung pulang tapi tiba-tiba teringat janjiku pada gadis di lapangan tadi. Go Eun Jae, hmm gadis manis pembawa masalah.

Saat aku tiba di taman dia sudah menunggu, sendirian. Aku berjalan santai menghampirinya lalu duduk di sampingnya.

“hei, ternyata kau datang lebih dulu.”sapaku

“Sunbae, kau datang?”

“tentu saja. Kan aku sudah janji. Nah baiklah Eun Jae ssi, apa yang membuatmu begitu berani menuliskan kisah cinta rekaanmu buatku?”

“aku sangat menyukaimu, sunbae. Sejak aku melihatmu di sekolah ini.”

“tapi bukankah namja yang selalu bersamamu itu kekasihmu?”

“mwo?? Siwon ??? dia hanya sahabat baikku.”

“benarkah? Apa kau hanya menganggapnya sahabat?”

“tentu saja, tidak lebih. Aku… hanya menyukaimu sunbae.”

“lalu apa yang kau mau dariku? Kau mau aku menjadikanmu pacarku? Begitukah Eun Jae ssi?”

“sunbae, aku tidak mengharapkan sejauh itu. Tapi aku berharap bisa menjadi orang yang dekat denganmu.”

“hanya seperti itu?”

Gadis itu hanya mengangguk pelan, membuatku gemas saja.

“ohh baiklah, kau boleh dekat denganku. Tapi aku beritahu satu rahasia, aku tidak suka terikat pada gadis, mereka itu suka mengatur dan banyak maunya.” Aku menjelaskan sok serius. Eun Jae terlihat shock mendengar perkataanku. Lalu aku tersenyum padanya dan melanjutkan…

“jadi Eun Jae ssi, walaupun aku terdengar begitu egois tapi aku tidak bisa menyakiti hati seorang gadis apalagi gadis yang manis seperti dirimu. Sekarang aku mengijinkanmu dekat denganku dan kau boleh memanggilku Oppa. Setuju?”

“benarkah? Aku sulit percaya, tapi aku sangat senang, Oppa.”

“bila ada masalah di sekolah katakan saja padaku, jangan ragu mencariku bila kau butuh pertolongan. Sekarang ayo kita pulang aku akan mengantarmu.” Aku menarik tangannya dan menggandeng gadis itu masuk ke mobilku. Rasakan kau pria di balik pohon, pasti kau menyesal sudah membiarkan gadis ini dekat denganku.

 

Choi Siwon

 

“ye, Eun Jae ada apa?… oh benarkah? Apa maksudmu dia tidak menerimamu?.. hah? Sebagai teman dekat sekali? Aku tidak mengerti. Ya sudahlah aku harus pergi. Besok ceritakan padaku disekolah ya… bye.”

Eun Jae kelihatan bahagia sekali, aku pikir dia akan menelpon dalam keadaan menangis meraung-raung karena Jung Su. Sudahlah, untuk apa aku memikirkan itu.

Aku sudah sampai disebuah apartemen tempat sepupuku tinggal.

“annyeong… Hyung nim, Leeteuk hyung ada?”

“oh kau Siwon, ada silahkan masuk.” Hyuk Jae, sahabat dan teman serumah Leeteuk hyung mempersilakan aku masuk. Didapur ternyata hyung sedang memasak.

“Siwon, kau sudah datang. Maaf aku menyuruhmu datang, karena Hyuk Jae tidak bisa memasak makan malam jadi aku tidak bisa ketempatmu.” Sapa hyung dengan santai sambil meletakkan makanan dipiring.

Aku hanya tersenyum singkat namun tetap berdiri di tempatku.

“ayolaahhh Siwon, jangan serius begitu. Ayo kita bicara dikamarku.”

“hey mau apa kalian ke kamar berdua?”

“diamlah Hyuk Jae dan berhenti berpikiran kotor !” Hyuk Jae hyung nyengir padaku.

“hyung…”

“diam ! kau yang dengarkan aku dulu. Kau ini bodoh ya? Atau punya kelainan?”

“hyung, kenapa bicara seperti itu?”

“Siwon, kau ini memang jenius tapi sangat idiot. Laki-laki mana yang dengan bodohnya meminta laki-laki lain agar mencintai gadis yang disukainya? Tapi sudahlah, sekarang berikan imbalanku”

Aku menyerahkan sebuah amplop cokelat padanya. Leeteuk hyung menerimanya dengan senang apalagi setelah melihat isi amplop itu senyumnya makin lebar, huh memuakkan.

“kau hebat Siwon ah, bagaimana kau mendapatkannya? Ini sungguh bagus.”

“yeahh untung saja aku tidak pernah ketahuan, kalau sampai dia tahu pasti dia mengira aku psikopat gila.”

“hey tapi kan kau sudah janji pada pertukaran ini.”

“iya aku tau hyung. Kau tenang saja selama kau bisa terus membuat gadisku tersenyum, maka kau akan mendapatkan gadismu dalam bentuk foto. Ahh hyung kadang aku berpikir kita itu sama bodohnya.”

“waeyo?”

“ya, coba lihat dirimu. Senior yang paling disegani di sekolah tapi tidak berani menegur bahkan menampakkan diri di depan gadisnya? Itu hal paling menggelikan bagiku.”

“ya !!! Siwon ah, kau ini?”

“apa??? Memang itu kan kenyataannya. Aku masih lebih baik dalam hal ini, setidaknya aku selalu berada di sampingnya saat dia membutuhkanku. Bukan Cuma berbicara padanya difoto, dasar bodoh.”

“yaaa !!!” Leeteuk hyung menjitak kepalaku.

“akkhhh !!! sudah! Aku mau pulang dulu. Besok aku akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan.”

“pergi sana.”

Aku keluar dari kamar dan pamit pada Hyuk Jae hyung yang sedang serius menonton… ya Tuhan, aku cepat-cepat berlalu sebelum otakku rusak melihat film yang sedang ditonton Hyuk Jae hyung.

“Hyung aku pamit dulu.”

“ya! Siwon, kenapa buru-buru sekali? Ayo menonton bersamaku…”

“Hyuk Jae ah, jangan kau pengaruhi sepupuku yang alim itu dengan otak yadongmu.”bentak Leeteuk hyung sambil mengayunkan majalah kekepala Hyuk Jae hyung.

“lain kali saja, hyung. Aku pulang dulu. Selamat malam.” Pamitku sambil melambai sekilas pada mereka.

 

Well this is the First part of my first publish FF, actually it’s just the intro of the story…

Belum ada konflik atau permasalahan yang berarti jadi tunggu saja edisi selanjutnya, penulis sedang menyusun edisi kedua jadi mohon doanya ya.

Semoga di edisi kedua kalian menemukan tokoh idola kalian ya soalnya di edisi pertama hanya memperkenalkan tokoh  central dari ide ceritanya.

Advertisements

Author: Free_Soul

Just A Free Soul, seeking for peaceful in life. Love reading, Occasionally writing fanfics and RPG, Passionate in Music, I follow K-Pop, K-Drama, J-Dorama/Movie, Currently One Ok Rock fans, Medium level Otaku; mostly Soujo, secretly read BL manga too LOL Has obsession on Himura Kenshin and Sato Takeru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s