Ms Kim and The Alien

Just another WordPress.com site


Leave a comment

What If… ( Part 6 Ending )

What If Part 6 Ending

Cast: Choi Siwon, Go Eun Jae, Park JungSoo, Kim Yoon Na, Yesung, Lee HyukJae

 

“siwon ah, ayo bangun, ini sudah siang!!!”aku menepuk pundaknya.

Anak ini aneh sekali,lalu kutarik selimutnya dan sesuatu jatuh dari tangannya. Sebuah botol kecil bening. Sialll !!!

“ya!! Siwon ah, ayo bangun!!!” aku mengguncang tubuhnya yang lemas itu.

“Yoon Na!!! cepat kemari!! Dia ada dikamar. Yoon Na !!!” aku berteriak seperti orang gila sambil terus menepuk-nepuk wajah Siwon. Tak ada respon sama sekali, wajahnya pucat tanpa darah dan bibirnya membiru.

Aku mengangkat tubuhnya dan membawa lari ke mobil. Demi Tuhan Siwon ah apa yang kau lakukan?? Yoon Na menghampiriku dengan panic juga apalagi saat melihat tubuh Siwon dalam mobil.

Kami segera meluncur kerumah sakit, dikursi belakang Yoon Na terus menerus mencoba membangunkan Siwon tapi sia-sia saja. Saat tiba dirumah sakit dia langsung dibawa keruang UGD.

Seluruh tubuhku sekarang gemetar hebat,Siwon ah apa yang sudah kau lakukan sampai seperti ini? Siwon ah, jangan pergi, jangan berpikiran pendek seperti ini. Aku mohon jangan lagi membuatku takut.

“keluarga Choi Siwon…”

“iya dokter, aku Park Jung Soo,hyungnya. Bagaimana keadaannya?”

“Park Jung Soo ssi, adik anda mengalami keracunan obat. Sepertinya itu sudah berlangsung beberapa jam sehingga racun menyebar dan merusak organ-organ pentingnya. Kami tidak dapat menyelamatkannya. Kami sungguh menyesal.”

“tak mungkin. Kau pasti bercanda kan dokter??? Untuk apa dia minum racun??? Hah!!!” aku kalap. Aku berteriak-teriak marah dan menarik kerah baju sang dokter.

“Leeteuk ah, apa yang kau lakukan!! Lepaskan  dokter itu sekarang!!”

“diam!! Katakan padaku, untuk apa dia minum racun??? Itu tidak mungkin kan?? Kalian bohong!!! Siwon pasti masih hidup kan??? Dia pasti sekarang sedang istirahat dikamar itu kan??”

“tolong lepaskan saya, anda harus tenang!!”bentak sang dokter sambil mendorongku,tapi gagal karena cengkeramanku terlalu kuat hingga akhirnya Yoon Na menyentakkan tanganku lalu memberiku satu pelajaran!

 

Kim Yoon Na

 

Plakkk !!! satu tamparanku mendarat dipipi Leeteuk. Aku tak tahan melihat sikapnya, aku sama emosinya tapi aku bisa apa? Bukankah ini yang dinamakan takdir?

Aku sudah cukup terpukul dengan apa yang baru saja terjadi, sekarang aku harus menghadapi kegilaan Leeteuk.

“sudah cukup!! Kau akan bersikap seperti ini teruskah? Itu kenyataan yang harus kau terima, dan aku terima. Siwon ah sudah pergi untuk selamanya. Tidakkah kau mengerti?”

“mereka pasti bohong!! Mereka pastii….”

“kau yang membohongi dirimu sendiri!! Leeteuk ah,dia sudah tiada… kau jangan bersikap seperti ini.”

Akhirnya dia jatuh tersimpuh dilantai, menangis sejadinya dipelukanku. Ini menyakitkan, sangat menyakitkan buatnya. Baru saja Eun Jae sadar, sekarang dia harus kehilangan Siwon yang entah untuk alasan apa mengakhiri hidupnya.

“maaf, kalian keluarganya Choi Siwon?”

“iya, ada apa suster?”tanyaku.

“kami menemukan ini di pakaiannya mungkin untuk keluarganya.”perawat itu menyerahkan sebuah amplop.

“Leetuk ah,kau mau membacanya?”

Tidak ada jawaban. Akhirnya aku membuka amplop itu dan mulai membacanya.

 

Park Jung Soo hyung, aku sangat mencintaimu

Hyung, jangan maafkan keputusanku kali ini. Tapi apa artinya hidupku bila orang yang kucintai menderita hingga hamper mati. Aku tidak bisa hidup tanpa dia, jadi lebih baik aku yang mati saja agar orang yang kucintai bisa bertahan hidup.

Hyung,aku tau kau membenciku saat ini tapi tolong kabulkan satu permintaanku yang terakhir ini. Setelah aku pergi, aku ingin memberikan mataku untuk Eun Jae. Tolong buat dia bisa melihat lagi. Jika dia bisa melihat lagi maka aku akan terus hidup dalam matanya dan aku akan terus bisa mengawasimu juga.

Hyung, jika Eun Jae ku bertanya dari mana matanya ini berasal maka jawabannya aku tinggalkan didalam laci kamarku sebuah surat dan kaset untuknya, setelah itu dia akan mendapat jawaban.

Hyung, mungkin aku berpikiran pendek tapi aku tidak pernah menyesal. Yang aku sesali adalah bila aku tak bisa melihat Eun Jae tersenyum lagi. Tolong jangan maafkan aku untuk kesalahanku kali ini.

Aku mencintaimu hyung.

 

“dia ingin mendonorkan matanya untuk Eun Jae. Itu permohonan terakhirnya.”kataku pada Leeteuk.

“tidak!! Tidak satu bagian pun!!”

“Leeteuk ah!! Ini permintaannya yang terakhir, hanya satu hal. Tolong pikirkan lagi.”

“apa kau pikir aku bisa tahan bila nanti mata itu ada pada Eun Jae dan setiap waktu akan terus mengingatkanku padanya??”

“memang itu yang dia inginkan. Dia ingin kau menganggapnya terus ada meski dalam tubuh orang lain.”

Dia hanya diam, tapi aku harus bertindak cepat. Aku langsung menemui dokter yang tadi menangani Siwon dan memberitahu soal transplantasi mata itu. Dokter menyetujuinya dan aku langsung menghubungi rumah sakit tempat Eun Jae dirawat.

 

Yesung

 

“ya! Eun Jae ssi, kenapa kau tidak mau makan juga?”

“kau pergi saja, jangan memaksaku. Aku tidak lapar!”

Ya! Gadis ini benar-benar menjengkelkan, tapi mau bagaimana lagi saat ini dia sedang depresi tingkat tinggi jadi tidak mungkin aku mengajaknya bertengkar. Bisa-bisa aku yang terbunuh fiuhh.

“baiklah, terserah kau saja. Aku mau keluar,kau mau titip sesuatu tidak?”

“pergi saja sana”ucapnya ketus.

“hmm ya sudah. Dasar nenek-nenek nyinyir…”

“ya!! Apa yang barusan kau katakana Yesung ah??”

“aku tidak bilang apa-apa”

“hey, aku memang buta sekarang tapi aku tidak tuli! Kau menyebutku nenek nyinyir?? Apa kau sudah bosan hidup?”

“memang kau sekarang seperti nenek nyinyir, lihat saja tingkahmu sekarang??”.

 

Eun Jae mulai melempar bantal, dan hebatnya bisa mengenaiku tepat diwajah.

“Ya!! Eun Jae ah…”

“hehehe your fault !!! “ dia tergelak sendiri.

Oh Tuhan dia bisa tertawa?? Rasanya seperti melihat berkah dari surge. Setelah hari-hari kelam yang dilewatinya.

“selamat sore… “dokter baru saja masuk keruangan Eun Jae.

“sore dokter”sapaku.

“wah Eun Jae ah kau kelihatan cerah sekali hari ini. Apa kau mau mendengar kabar baik dariku?”

“apalagi yg mau kau katakana dokter?”balas Eun Jae sinis.

“ya, dengarkan dulu apa kata dokter.”tegurku.

“maafkan aku karena selama ini hanya membawa kabar buruk untukmu. Tapi kali ini aku tidak akan mengecewakanmu. Hari ini ada yang menelpon dan mengabarkan bahwa seseorang bersedia mendonorkan matanya untukmu.”

“hah??? Benarkah itu??” responku kaget.

“jangan memberikan harapan palsu padaku dokter.”

“bagaimana bisa aku memberikan harapan palsu? Aku kemari untuk menyuruhmu bersiap menghadapi operasi malam ini.”

“benarkah? Kau tidak bohong kan?”

“tentu saja tidak. Suster akan membantumu. Aku juga harus bersiap. Sampai bertemu diruang operasi.”

“tapi dokter, siapa yang bersedia mendonorkan matanya untukku?”

“aku tidak bisa bicara sekarang. Mereka akan mengatakannya bila operasimu berhasil.”

“hmm baiklah terima kasih dokter.”

Aku ikut bahagia mendengar kabar ini terlebih lagi Eun Jae. Senyum sekarang tak berhenti diwajahnya. Aku harus menyingkir sementara Eun Jae menyiapkan operasinya.

 

Park Jung Soo

 

Aku masih tidak bisa terima semua ini Siwon ah. Mengapa kau lakukan ini tanpa bertanya padaku? Aku tidak bisa memaafkanmu. Tidak bisa memaafkan diriku karena gagal menjagamu. Ahjumma dan Ahjussi juga pasti kecewa padaku.

Aku tak berhenti memandangi wajah pucat kaku itu selama dalam ambulance yang membawa kami kerumah sakit tempat Eun Jae dirawat untuk melakukan operasi.

“Hyung, tabahkan hatimu.”sambut Hyuk Jae saat kami tiba dirumah sakit sementara Yesung terlihat bingung disampingnya.

“hyung, bukankah itu Siwon ah?”tanyanya seketika melihat jasad Siwon dikeluarkan.

“Yesung ah, itu memang Siwon. Dia meninggal tadi pagi.”jawab Hyuk Jae.

“tidak mungkin. Bagaimana bisa,hyung? Siwon ah tidak punya penyakit parah kan.” Yesung shock seketika. Kudengar dari Hyuk Jae kalau mereka bersahabat karena bermain untuk café yang sama.

 

Yesung mendekat lalu memegang tangan Siwon, ada kedukaan dimatanya.

“Siwon ah, kau pergi secepat ini kah? Bukankah aku masih berhutang padamu? Ingat saat kau memintaku menyanyikan lagu ciptaanmu untuk gadis yang kau cintai? Aku belum mengetahui siapa gadis itu.”

“yesung ah, sudahlah. Kau juga jangan begitu. Kita harus cepat membawanya,hyung” ucap Hyuk Jae.

“iya kau benar. Operasinya akan dimulai sebentar lagi kan?”tanyaku.

“hyung, apa yang kalian bicarakan??”yesung menyela.

“Yesung ah, bisakah kau ikut denganku sebentar?”Yoon Na menarik Yesung dari situ. Aku dan Hyuk Jae langsung menuju ruang operasi bersama dokter yang juga sudah siap.

 

Yesung

 

“Yoon Na noona, mengapa kau membawaku kesini?”tanyaku.

“Yesung ah, apa kau sahabat Siwon ah yang sering bermain gitar di café bersama?”

“Ne, noona.”

“kalau begitu ini mungkin untukmu.” Yoon Na noona menyerahkan sebuah amplop cokelat.

“ini ditinggalkan Siwon dikamarnya diatas gitar kesayangannya. Untuk Lee Joong Woon, sahabatku. Begitu tulisannya.”

“itu memang namaku noona. Tapi untuk apa dia berikan ini?”

“mungkin jalanmu untuk menebus hutangmu.”Yoon Na noona tersenyum menepuk pundakku lalu pergi.

Aku menatap amplop itu, rasa takut menghampiriku entah kenapa. Beberapa lembar kertas aku melihat notasi-notasi yang sudah ditulis dengan rapi disitu. “What If” begitu judul yang tertera dibagian atasnya. Lembar ketiga berisi surat yang ditulis oleh Siwon untukku.

 

 

Jong woon ah, sahabatku yang paling baik aku menyayangimu…

bagaimanapun sebelum aku pergi aku masih ingat janjimu padaku. Ingat saat kubilang aku sangat iri pada suaramu dan ingin meminjamnya untuk menyatakan cinta pada seorang gadis? Ya kau bilang boleh…

Sekarang aku menagih janji itu sebagai permintaan terakhirku, dalam surat ini aku menuliskan sebuah lagu untuk Eun Jae. Karena saat surat ini kau baca aku sudah tidak ada maka tolong tepati janjimu. Bisakah kau menjaga dia untukku? Leeteuk hyung sudah punya Yoon Na noona, tapi Eun Jae ku sendirian saat aku tidak ada.

Aku tau kau menyukainya kan, aku tidak marah koq. Aku tau kau bisa melindunginya lebih baik dariku nanti. Hey bila dia menolakmu katakan padanya aku akan marah J 

Sudah ya,,,

 

Siwon ah kau memang gila pikirku. Apakah hidupmu hanya untuk gadis ini? Kau bahkan rela mati untuknya. Lagu itu indah sekali liriknya tapi menyakitkan. Begitu sampai dirumah aku memainkan notasinya dengan piano,terdengar sangat indah saat dipadukan dengan liriknya. Baiklah Siwon ah, untung saja lagu ini bagus karena kalau tidak aku tidak akan mau menyanyikannya hehehe.

“Yesung ah, sore ini kita akan kepemakaman Siwon. Kau bersiaplah.”kata HyukJae hyung.

“ya,hyung aku tau. Lalu bagaimana operasinya? Apa kau dari rumah sakit?”tanyaku lagi.

“aku belum tau. Tapi operasi masih berlangsung saat aku pulang tadi.”

“lalu bagaimana keadaan Leeteuk hyung?”

“dia tidak banyak bicara. Dia sebisa mungkin menekan kepedihannya. Aku tidak bisa berbuat banyak untuk menghiburnya, setidaknya Yoon Na ada disampingnya.”

“hmm begitu, baguslah.”

“apa yang sedang kau lakukan dengan pianomu?”tanya hyung tiba”

“huh? Oww ini lagu terakhir Siwon untuk EunJae.”

“benarkah? Lalu kenapa ada padamu?”

“dia meninggalkannya untukku agar bisa kunyanyikan untuk EunJae”

“oww… baiklah. Aku mau membantu menyiapkan acara pemakaman Siwon dulu ya. Makanan ada didapur.”

“iya hyung. Hey omong” apa yang ditanganmu itu?”tanyaku curiga.

“hehehe hanya majalah koq.”jawabnya sambil nyengir. Aku hanya bisa menggeleng,kau memang sudah tidak tertolong lagi hyung.

 

Park Jung Soo

 

Jam 2 siang dan belum ada tanda-tanda operasi itu akan selesai. Aku tidak sabar tapi aku mencoba tenang. Tiba-tiba dokter keluar dengan wajah cerah.

“operasinya berhasil”katanya singkat.

Aku menghembuskan nafas lega, Yoon Na memelukku.

Pukul 4 sore pemakaman sudah dipersiapkan dengan matang oleh HyukJae, dan aku sangat berterima kasih untuk itu. Acara pemakaman juga berlangsung singkat karena aku tak ingin orang-orang berlama-lama disini.

“Siwon ah, istirahatlah dengan tenang. Hyung akan sering mengunjungimu.” Aku meletakkan karangan bunga lavender favoritnya.

“Siwon ah, aku akan tepati janji” ucap Yesung disampingku sambil ikut meletakkan setangkai mawar.

Lalu kami semua kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan Eun Jae. Saat tiba disana malam harinya dia sudah sadar dan ditemani kedua orang tuanya. Dokter bilang perban bisa dibuka 2 hari lagi.

 

Go Eun Jae

 

Pagi ini perban dimataku akan dibuka, aku sudah tidak sabar ingin melihat lagi. Tapi Siwon entah kemana, kenapa dia tidak datang menjengukku. Kata Jung Soo oppa dia tau tentang operasi ini dan mendoakanku. Aku kangen padanya, aku ingin dia ada saat aku bisa melihat lagi nanti.

“pagi Eun Jae ah..”Yoon Na eonni,Jung Soo oppa,Hyuk Jae Oppa dan Yesung ah sudah datang. Aku tersenyum bahagia dan balas menyapa mereka. Kemudian tak berapa lama dokter dan perawat masuk.

“kau sudah siap?” tanyanya.

“aku sangat siap,dokter. Tolong cepat sedikit”kataku tak sabar.

“ya!! Eun Jae ah, kau ini benar-benar.” Tegur Yesung. Aku membalas dengan menjulurkan lidahku dan yang lain hanya menertawakan kami.

“nah sudah, coba buka mata perlahan saja.” Perintah dokter.

Perlahan aku membuka mataku, aku mencoba meraba keberadaan cahaya. Aku mulai melihatnya, titik terang didepanku sampai mataku terbuka aku bisa melihat wajah dihadapanku. Park Jung Soo oppa…

“kau bisa melihatku.”tanyanya lembut.

“Jung Soo oppa… aku bisa melihatmu sekarang !!”seruku. lalu tiba-tiba dia memelukku erat sekali dan aku merasakan tubuhnya bergetar,apa dia menangis?? Setelah melepaskan pelukannya dia langsung lari keluar kamar.

“biarkan saja. Dia hanya terlalu senang” kata HyukJae oppa tersenyum.

“EunJae ah, apa kau masih mengenali wajahku?”tanya Yesung.

“tentu saja, wajah aneh itu tanpa expresi 😀 tapi bisa membuatku tertawa hehehe”

“ya!! Kau ini dasarr.”

“Selamat ya sayang. Kau sudah bisa melihat lagi.”

“apakah ini Yoon Na eonni??”tanyaku pada wanita cantik dihadapanku ini.

“Ne, ini aku.”

“eonni, dimana Siwon ah??”tanyaku, karena kudengar dia tetangga dekat Siwon.

“ehmm, dia tidak bisa datang sekarang. Tapi dia ingin setelah kau pulih kunjungi dia dirumahnya. Dia ingin memberikan sesuatu padamu. Baiklah aku pergi menemani Leeteuk dulu. Jaga dirimu.”ucapnya seraya memelukku sekilas.

“terima kasih eonni, menjagaku selama ini.”

 

Park Jung Soo

 

“apakah kau melihat matanya?”tanyaku pada Yoon Na yg sudah berdiri disampingku.

“ya, aku melihatnya. Ketulusan dan keramahan yang dulu masih sama. Bukankah itu bagus? Siwon kita berada ditubuh yang sama dengan orang yang sangat dicintainya.”

Aku maju selangkah kepagar gedung itu dan berteriak

“Siwon ah !!! apa kau sudah senang sekarang?? Berjanjilah kau akan baik-baik saja meski di neraka !!! Arasseo???”

Yoon Na tersenyum, memelukku dari belakang..

“aku mencintaimu, Leeteuk ah” bisiknya pelan. Aku berbalik untuk memeluknya.

“I Love you more.”

 

Go Eun Jae

 

Sudah seminggu berlalu, semua kembali menyenangkan kecuali satu hal bahwa Siwon kembali hilang. Aku jadi ingat kata Yoon Na eonni untuk mengunjunginya bila aku sudah pulih. Jadi hari yang cerah ini aku ingin mengunjunginya.

“Yesung ah”kataku ditelpon.

“ada apa menelponku?” jawabnya.

“apa kau mau menemaniku megunjungi Siwon ah? Aku kangen sekali padanya, tapi dia tidak muncul juga. Jadi kupikir biar aku yang mengunjunginya saja.”

“baiklah. Tunggu saja aku akan menjemputmu.”jawabnya.

 

Yesung

 

Sudah waktunya ya, kenapa cepat sekali ya waktu berlalu. Siwon ah, apakah sudah waktunya? Hmm percuma bertanya,nanti saja saat kita bertemu ya.

Aku bergegas menjemput Eun Jae, wahh hari ini dia cantik sekali apa karena ingin bertemu Siwon? Hatiku jadi agak sakit memikirkan kenyataan yang akan ditemui oleh gadis itu.

“kau cepat sekali Yesung ah.”

“apa aku harus datang terlambat saja? Hmm harusnya tadi aku berputar-putar dulu dikawasan ini ya…” kataku.

“aisshh” dia memanyunkan bibirnya, membuat wajahnya terlihat lucu dan menggemaskan.

“cepat, nanti kita terlambat menemui Siwon ah, aku sudah buat janji dengannya.”

“jinjja?”tanyanya bingung. Aku diam saja.

 

Go Eun Jae

 

Yesung bertingkah aneh, ya meskipun dia memang suka bertingkah aneh tapi kali ini lebih aneh. Dia menyetir dalam diam dan coba ku ingat ini bukan jalan menuju rumah Siwon.

“yesung ah, kau benar-benar tau jalan kerumah Siwon kan?”tanyaku.

“tentu saja aku tau, bahkan lebih tau darimu.”

Aku mendengus… dasar aneh.

Tapi tunggu dulu, tempat apa ini? Kompleks pemakaman kah? Kenapa banyak nisan disini dan Yesung menghentikan mobil didepan kompleks ini.

“ya Yesung ah, aku mau bertemu Siwon, bukan orang mati.”

“bisa kau diam saja nona, sampai kukatakan tujuan kita?”

Aku diam tapi merutuk dalam hati.

Hey tunggu dulu, kalau aku tidak salah lihat itu JungSoo oppa dan Yoon Na eonni sedang duduk dipinggir sebuah makam, dan sepertinya aku dan yesung juga sedang menuju tempat itu.

“Eun Jae ah, sudah datang?” sapa JungSoo oppa.

“Ne,oppa. Apa yang kalian lakukan disini?”

“Yesung bilang kau ingin menjenguk Siwon dan menurutku lebih menyenangkan bila menjenguknya bersama-sama”.

JungSoo oppa menarik tanganku pelan dan merendahkan tubuhku agar aku bisa melihat nisan itu.

“Siwon ah, lihat siapa yang datang menjenguk? Eun Jae mu ada disini. Apa kau senang?”

Aku shock,apa yang sedang dibicarakan JungSoo oppa, dan kenapa nama Siwon tertulis dinisan itu?

“oppa, ada apa ini? Bagaimana bisa kau memanggil nisan itu Siwon? Siwon ada dirumahkan sekarang?” tanyaku.

Yoon Na eonni memegang tanganku. Ia tersenyum lembut menatap tepat dimataku.

“Eun Jae ah, ini rumah baru Siwon. Tempatnya beristirahat dengan tenang, bisakah kau merelakannya? Jika iya maka aku yakin dia akan bissa tersenyum melihatmu.”

“apa yang kalian bicarakan? Kenapa? Ingin mempermainkanku lagi? Kalaupun iya semua ini sungguh tidak lucu” aku mulai meninggikan suara dan airmataku juga tanpa sadar mengalir.

Aku memandang Jung Soo oppa menunggu jawaban untuk semua ini, tapi dia hanya diam dan tersenyum pada nisan didepannya.

“sudah kubilang padamu kan, bukan ide yang baik pergi tanpa pamit Siwon ah.”

Dia mengatakannya dengan pelan tapi terdengar menyakitkan ditelingaku.

“kenapa? Kenapa baru sekarang kalian mengatakan ini padaku?”tanyaku lagi lebih pelan.

“Dia ingin kau yang menemuinya, dia ingin kau yang mencarinya. Dia ingin kau menemukan jawabannya sendiri.”Yoon Na eonni menjawab dan jawaban itu membuatku semakin bingung.

“ayo kita pergi, ayo akan membantu menemukan jawaban untukmu.” Yesung menarik tanganku dan membawaku pergi dari situ. Terpukul dengan semua ini, aku hanya diam sepanjang perjalanan. Aku kali ini benar-benar dirumah Siwon, Yesung membawaku masuk kedalam.

Kamar ini masih jelas kuingat. Aku pernah belajar dan bermain disini juga, luas dan nyaman juga sangat rapi semua benda ada ditempatnya.

aku duduk disisi tempat tidur, Yesung kemudian ikut duduk disitu menyerahkan padaku sebuah amplop cokelat dan kotak kado ungu kecil.

“milikmu, dari dia” kata yesung sambil menunjuk pigura Siwon.

 

Choi Siwon

 

Mencintaimu seperti ini bukan mauku…

Tapi bila takdir menuntunku padamu,maka apa yang bisa kukatakan?

Aku ingin lepas dari bayangan senyummu,

Menghapus suaramu dari ingatanku,

Tapi mungkinkah???

            Akulah yang bodoh                                                                        

            Cinta ini seperti racun bagiku

            Menghisap sari kehidupanku

            Mencuri tiap nafas yang berusaha kuhirup

            Cinta ini menyesakkan

            Tapi mungkinkah aku lari??

Hari ini takdirku membawa dua pilihan untukku,

Diriku ataukah dirimu yang harus tetap hidup??

Aku ingin terus bernafas untukmu

Tapi bisakah aku bertahan bila kau hilang dari duniaku?

Bila aku menghilang maka kau bisa terus melanjutkan hidupmu

Go Eun Jae…

Satu kalimat ini saja yang tak pernah bisa kukatakan padamu

tapi akan kukatakan padamu sekarang

untuk pertama dan terakhir kalinya

Go Eun Jae, aku mencintaimu

Mencintaimu dengan segenap perasaanku

Bagaimanapun aku akan membawa cinta ini dimanapun aku berada

 

Panjang sekali untuk seseorang yang hanya ingin mengatakan cinta. Dasar Siwon bodoh ! makiku dalam hati. Kenapa baru sekarang kau katakan, setelah kau menghilang untuk selamanya? Lalu sekarang bagaimana aku harus menjawabnya?

“apakah mata ini miliknya?” aku mencoba bertanya…

“mata itu sudah sejak lama jadi milikmu, bahkan pemiliknya sendiri adalah milikmu. Seluruh hidupnya adalah kau Eun Jae ah. Jangan merasa bersalah untuk itu. Itulah yang Siwon inginkan untuk semua pengorbanan dan cintanya padamu.”

“aku tidak pantas untuk semua ini kan, setelah menyakitinya dulu apa masih pantas? Semua ini hanya membuat rasa bersalahku semakin besar.”

“kau belum tau ya seberapa hebat cinta itu? Hey apa isi kado itu by the way?”

“mp3…”

“hah?? Ahh apa-apaan dia, aku berharap itu sesuatu yg romantic seperti cincin atau kalung.”

“kau tau kenapa mp3?”

Yesung menggeleng.

“karena tahun lalu dia merusakkan mp3 kesayanganku dan berjanji menggantinya, aku pikir dia sudah lupa.” Aku tersenyum pahit.

“hmm karena kau sudah tersenyum ayo ketempat terakhir hari ini” yesung menggandeng tanganku keluar.

 

Yesung

 

Tempat ini adalah café dimana aku dan Siwon bekerja parttime sebagai duet gitaris. Fans kami sangat banyak disini jadi begitu aku memasuki ruangan itu bersama Eun Jae, semua mata tertuju pada kami.

“ya, yesung ssi bersama siapa???” bisik-bisik disekitarku, aku hanya tersenyum sambil terus berjalan dan mencarikan tempat duduk paling dekat dengan panggung untuk Eun Jae. Setelah dia duduk dengan nyaman aku naik keatas panggung dan mulai penampilan khusus yang sudah kuatur hari ini.

 

“selamat malam semua, Yesung imnida. Lama tidak bertemu…” disambut teriakan dari para gadis, ya aku memang setenar itu kan hehe.

“malam ini aku mau membawakan sebuah lagu yang sangat special untuk pertama kali kuperdengarkan pada kalian. Mengenai lagu ini kalian sudah kenal penciptanya, dia adalah partnerku Choi Siwon gitaris kesayangan kita. Bicara tentang dia yang sangat berbakat ternyata tidak romantic, tahukah kalian saat dia menciptakan lagu ini dia tidak berani menyanyikannya untuk gadis yang dicintainya. Dia bilang akan membayarku untuk menyanyi didepan gadisnya itu. Dan kalian tahukah bahwa gadis itu sekarang ada disini.” Semua gadis mulai berbisik lagi.

“Go Eun Jae ssi, bersediakah kau mendengarkannya?” aku memandang kearah Eun Jae, dia mengangguk dan tersenyum.

 

 

Ssahyeoganeun shigandeureun

 

Amado yokshimeul bureuna bwayo

Eojeboda oneul deo

Apajingeol bomyeon… Oh girl

 

 

Nareul hyanghan misoedo

Manyang haengbokhal su eobseojin geon

Teukbyeorhami eobdaneun geol

Ara beorin hubuteoyeojjyo baby

 

What if geudaega nal

Saranghal geotman gata

Jogeum gidarimyeon

Naege ol geotman gataseo

Ireon gidaero naneun

Geudael ddeonal su eobjyo

Geureohke shigani

Ssahyeo apeumi dweneun geol

Jal algo isseumyeonseo… Oh girl

 

Naegeman juneun georago

Midgo shipeojineun misoyeojjiman

Anin geogejjyo geuraedo hokshina

Hamyeonseo…

 

What if naega geudael

Meonjeo mannasseoddamyeon

Ani charari na

Geudaereul mollasseoddamyeon…

Ireon saenggakdo naegen

Amu soyongi eobjyo

Gipsukhage bakhin

Geudaeraneun shigan soge

Imi salgo isseuni…

 

Shiganui moogemankeum

Sarangeun deohaegago

Apeumi mugeoweodo

Geuraedo eonjengan nal

Saranghal geotman gata

Jogeum gidarimyeon

Naege ol geotman gataseo

 

Ireon gidaero naneun

Geudael ddeonal su eobjyo

Geureohke shigani

Ssahyeo oneureul mandeun geol

Jal algo issemyeonseo… Oh girl

Oh~ lady…

 

Dentingan pianoku terus mengalun, aku tanpa sadar menitikkan airmata. Aku mengerti lebih memahami apa yang kau maksud dilagu ini Siwon ah. Lagu itu selesai dan didentingan terakhir semua hening.

 

“Eun Jae ah, Siwon sangat mencintaimu tapi takdirnya tak mengizinkannya memiliki dan melindungimu. Saat ini aku berhadapan dengan takdirku, dan aku tak ingin menyiakan sedikitpun kesempatan dalam hidupku. Aku ingin menjadikanmu milikku dan melindungimu dari apapun yang bisa membuatmu bersedih. Jika kau tak keberatan, ijinkan aku memiliki kesempatan yang tak bisa dimiliki oleh Siwon ah. Ijinkan aku untuk berada disamping gadis yang ku cintai dan membahagiakannya dengan cara yang benar.”

 

Dia hanya diam ditempatnya. Aku turun dari panggung dan menghampirinya. Menarik kedua tangannya bangkit dari kursi. Matanya yang tulus dan ramah milik Siwon itu terus mengalirkan butiran bening.

 

“Diam kuanggap sebagai jawaban “iya”…” aku mencium keningnya dan meraihnya dalam pelukanku. Dia terisak dan membalas pelukanku.

 

Ya !! Siwon ah jangan menyesal dialam kubur karena gadismu sudah dipelukanku 😀

 

 

Gilaaa panjang banget, isinya apaan aja nih Ending Part ya??? Gw aja ampe lupa hehehe

anyway just enjoy it

 

 

“It seems as though the accumulated time is being greedy

 

Seeing as it hurts more today than yesterday

Oh girl

It was after I realized that I couldn’t be totally happy with that smile towards me

That there was nothing special, baby

 

What if

 

It seems like you’re going to love me

Because it seems like you’re going to come to me if I wait just a little

With these anticipations

I can’t leave you

Even though I know that as time accumulates

It becomes pain

Oh girl

 

Even though I wanted to believe that that smile was just for me

 

It probably isn’t, right?

But still

Just maybe

 

What if

 

I met you first

No, if I didn’t know you

These thoughts are useless

For I’m already living in the deeply set times of you

 

Even though love increases as much as time’s weight

 

Even though pain is heavy

Still, I feel like you’ll love me

Because it seems like you’re going to come to me if I wait just a little

With these anticipations

I can’t leave you

Even though I know that the accumulated time has made today

Oh girl

oh lady”

 

What If_Super Junior K.R.Y

Advertisements


Leave a comment

What If … (Part 5)

What If ( Chapter 5 )

Cast : Go Eun Jae, Choi Siwon,  Park Jung Soo, Kim Yoon Na, Yesung

 

Park Jung Soo

 

Aku belum sadar sepenuhnya dari apa yang terjadi saat ini. Yang kutahu saat ini Eun Jae ada dipelukanku, tak merespon apapun yang kukatakan. Sekarang semua berkerumun disekitarku, disampingku seorang laki-laki berteriak panic ditelpon.

“Hyung, ayo segera bawa ke mobilku.” Perintahnya sambil membantuku membopong tubuh Eun Jae. Kemudian laki-laki berteriak lagi..

“Hyuk Jae hyung!!!! Aku disini.” Teriaknya sambil melambaikan tangan pada seseorang.

“Yesung, ada apa ini??” suara itu panic juga.

“Eun Jae ssi mengalami kecelakaan, ayo hyung cepat masuk dan bawa dia ke rumah sakit sekarang, aku takut kita terlambat.”

“nde…” terdengar pintu depan mobil dibanting

“Eun Jae, ayoo buka matamu sedikit.”bisikku ditelinganya, aku putus asa melihat kondisinya.

“Leeteuk hyung, kaukah itu??” Tanya suara didepan. Aku mengangkat wajah, ternyata itu Lee Hyuk Jae.

“Hyuk Jae ah, bagaimana kau bisa tau aku disini?”tanyaku.

“ini Yesung, adikku yang dari luar negri yang pernah kuceritakan Hyung. Dia teman Eun Jae. Lalu bagaimana kau juga mengenal gadis ini?”

“dia, gadis yang pernah kuceritakan padamu. Sahabat Siwon, Go Eun Jae.”

“mwo??”

Setibanya dirumah sakit aku langsung berteriak memanggil dokter dan perawat, seketika mereka datang dan membawa tubuh Eun Jae keruang UGD. Aku hanya bisa terduduk lemas disebuah bangku, Hyuk Jae disampingku.

“Hyung, tenangkan dirimu sedikit. Berdoalah semoga dia baik-baik saja” hiburnya. Lalu dia bicara pada dongsaengnya, “Yesung, kau temani hyun disini, aku akan mengurus administrasi rumah sakit.”

“ye, hyung.”jawab Yesung.

Lalu selebihnya hanya hening yang tercipta, aku dengan segala kegalauanku dan Yesung dengan lamunannya sendiri.

Akhirnya suara hp ku memecah keheningan, dari Yoon Na

“halo..”suaranya terdengar lembut.

“Yoon Na ssi..” suara ku bergetar.

“Leeteuk ah, mengapa suaramu terdengar aneh? Apa kau baik-baik saja?”

“Yoon Na ah, bisakah kau datang kerumah sakit sekarang?”

“waeyo?? Neun gwenchana??”

“Eun Jae, dia kecelakaan dan saat ini sedang diruang UGD” suaraku semakin hilang karena menahan tangis.

“Leeteuk ah, tenangkan dirimu aku akan segera kesana.”

 

Kim Yoon Na

 

Semoga saja keadaan Eun Jae tidak buruk, tapi suara Leeteuk tadi terdengar putus asa. Aku harap dia bisa mengendalikan dirinya saat ini. Tunggulah sebentar lagi aku akan datang menemanimu. Lalu kemudian terpikir olehku untuk menelpon Siwon, aku segera menghubungi nomor yang diberikannya kemarin padaku.

“ye noona, ada apa kau menelpon?”

“siwon ah, hari ini Eun Jae ssi mengalami kecelakaan. Saat ini dia ada dirumah sakit dan belum keluar dari UGD.”

“ya!! Noona, cara seperti itu sungguh keterlaluan untuk membuatku pulang kerumah.”

“mianhe, Siwon ah. Tapi aku tidak sedang berusaha membohongimu.” Tidak ada respon dari Siwon. “Siwon ah !! apa kau masih mendengarku?? Siwon ah !!” aku menyerah, akhirnya aku matikan sambungan itu dan bergegas turun dari mobil menemui Leeteuk.

Dari ujung koridor aku bisa melihat Leeteuk duduk memandangi lantai dibawahnya, aku bergegas mempercepat langkah. Saat ini aku hanya ingin membuatnya nyaman dan tenang.

“Leeteuk ah, apa semua baik-baik saja?”

“tidak pernah baik-baik saja, Yoon Na.”

“Leeteuk ah jangan bicara seperti itu, ini semua bukan salahmu”.

Dokter DongHae lalu keluar menghampiri kami, Leeteuk ssi berdiri tegak tanpa expresi. Aku memegangi tangannya agar dia bisa menahan diri.

“bagaimana keadaannya dokter” tanyaku lebih dulu.

“kami sudah berusaha yang terbaik untuk menyelamatkan nyawanya. Tapi keadaanya saat ini sangat buruk. Berdoalah agar dy bisa melewati masa kritisnya.”

“lalu luka-lukanya bagaimana?”lanjutku.

“semua akan kami cek kembali setelah dy melewati masa kritisnya. Saat ini keadaannya sangat rentan.”

“terima kasih dokter DongHae”.

Aku menarik Leeteuk untuk duduk kembali, aku tak ingin melepaskan tangan ini. Saat menggenggam tanganya seperti ini aku bisa merasakan luapan perasaannya, kesedihannya, penderitaan batinnya. Hanya dengan cara ini aku ingin ikut masuk kedalam batinnya dan berbagi duka itu agar hatinya lebih tenang.

Malam harinya aku mengantarkan Leeteuk kerumahnya, saat sampai dikamarnya tubuh itu meluruh ke lantai. Aku berteriak panic.

“Leeteuk ah !! kau kenapa?? Ahjumaaa, tolong akuuu…”

Tak lama ibunya datang dan membantuku merebahkan tubuhnya ketempat tidur. Tak sadar tanganku gemetar saat menyentuh wajah pucatnya. Sepanjang malam dia  mengigau dan panas badannya tinggi.

“siwon ahh bodoh !! melindungi orang yang kau cintai adalah hal yang harusnya kau lakukan bukan malah meninggalkannya. Kau bodoh sekali Siwon ahh” hanya itu yang diucapkannya.

 

Choi Siwon

 

Perlahan aku berjalan menyusuri koridor itu, semakin dekat mengapa semakin terasa sakit. Go Eun Jae, aku memang merindukanmu setengah mati tapi aku tidak mau bertemu denganmu dalam keadaan seperti ini. Aku berdiri didepan pintu kamar itu, hanya bisa melihatnya dari kaca membuatku semakin hancur. Aku ingin masuk dan memeluknya. Dasar Eun Jae bodoh! Kau bilang akan bahagia setelah aku pergi tapi mengapa kau tak menjaga dirimu dengan baik.

Aku mendengar langkah kaki lain mendekat, segera kuhapus airmataku dan pergi dari depan pintu kamar itu.

 

Yesung

 

Aku baru saja kembali dari kantin rumah sakit saat kulihat ada seseorang berdiri didepan kamar Eun Jae. Seorang laki-laki dan dia sedang menangis kurasa. Begitu mendengar kedatanganku dia langsung pergi. Siapa ya? Tapi dari penampilannya sangat tidak asing…

“Yesung ah, kenapa kau berdiri seperti itu?”Hyuk Jae hyung menepuk bahuku.

“tadi aku melihat seseorang didepan pintu ini.”

“benarkah? Siapa?”

“aku tidak tau, tadi begitu menyadari kedatanganku dia bergegas pergi.”

“hmm Leeteuk kah?”

“sepertinya bukan, dia sudah pulang bersama Yoon Na noona tadi. Sepertinya keadaannya mengenaskan sekali hyung. Sebenarnya apa sih hubungannya dengan Eun Jae?”

“hubungan mereka rumit sekali, tapi Eun Jae bagi Leeteuk seperti pengganti saudara laki-lakinya yang pergi. Jadi dia sangat terpukul takut kehilangan yang sama dua kali.”

Aku mengangguk mendengar penjelasan hyung. Bisa kulihat dari reaksi Leeteuk hyung hari ini betapa dia tersiksa karena khawatir.

 

Park Jung Soo

 

Aku tak tau sudah tertidur berapa lama, tapi saat aku bangun matahari sudah bersinar terang menembus tirai kamarku. Kepalaku berat sekali rasanya, mataku masih agak kabur. Aku menegakkan tubuhku tapi seperti ada yang menahannya. Ku maksimalkan penglihatanku, itu Yoon Na sedang tertidur disisi tempat tidurku menggenggam tanganku cukup erat sampai sulit kuuraikan. Perlahan ku lepaskan tangannya dan bangkit dari tempat tidurku. Tenaga ku memang belum terkumpul tapi pelan aku menaikkannya ketempat tidur dan menarik selimut menutupi tubuhnya.

“Yoon Na ah, istirahatlah sebentar. Terima kasih sudah menjagaku.” Ku kecup keningnya sekilas.

Saat aku bersiap mengeluarkan mobil, ibu memergokiku.

“Jung Soo, mau kemana kau?”

“aku harus mengecek keadaan Eun Jae, Bu”

“ya!! Kau belum pulih,sayang. Tunggulah sampai badanmu itu benar-benar kuat. Tolong dengarkan ibu kali ini. Kau boleh khawatir pada Eun Jae, tapi ibu juga berhak khawatir pada keadaan anaknya.”

Aku terdiam, ibu benar. Akhir-akhir ini aku selalu membuat ibu cemas dan khawatir dengan kondisiku. Aku menghampiri ibu dan memeluknya, airmataku jatuh. Sudah lama sekali aku tidak menangis dalam pelukannya seperti ini.

“mianhe omma, aku tidak ingin kau sedih karena aku. Aku mencintaimu, Ibu.”

 

Kim Yoon Na

 

“aku mencintaimu,….”

Airmataku jatuh juga, aku telah melihat seorang Park Jung Soo dan segala kelebihan serta kelemahannya. Dia yang senyumnya telah membuatku takluk, suaranya yang telah membuatku susah tidur dan matanya yang muncul dipikiranku setiap saat, hari ini aku mengerti semua rasa ini adalah cinta, lebih dari itu aku telah jatuh cinta sejak lama tapi hari ini aku mengerti rasa cinta itu begitu dalam. Aku ingin jadi satu-satunya yang selalu ada disampingnya.

“Yoon Na ah, sejak kapan kau berdiri disitu?”

“hm aku baru saja bangun. Maafkan aku karena tertidur.”

“ya!! Harusnya kau beristirahat lebih lama. Pasti kau sangat lelah sejak kemarin.”

“aku tidak apa-apa. Kau yang harus dikhawatirkan”

“aku merasa tidak berguna sekali karena dua orang wanita menjagaku, harusnya aku yang menjaga kalian”

“hey, apa kau mau jalan-jalan keluar sebentar?”tanyaku.

“kau mau kemana?”

“mencari udara segar ditaman.”

“baiklah, ayo kita pergi”

“hati-hati ya…” ahjussi mengingatkan kami.

Kami berjalan menyusuri trotoar menuju taman didekat rumah Leeteuk, sesekali aku melirik kearahnya. Wajahnya masih terlihat pucat tapi lebih baik dari kemarin. Aku tanpa sadar tersenyum dan disaat yang sama dia melihat kearahku.

“mwoyo??”

“anio. Kau terlihat lebih baik.”

“apa aku terlihat lebih tampan?” tanyanya spontan sambil tersenyum.

Aku mengangguk sambil tersenyum.

“Aku memang pria tertampan diantara para ahjumma” sekarang dia malah tergelak.

Demi Tuhan aku ingin melihatnya tersenyum seperti itu saja, jangan lagi ada penderitaan diwajahnya. Aku menghentikan langkahku.

“Leeteuk ah, maukah kau mengijinkanku untuk selalu ada disampingmu?” tanyaku.

 

Park Jung Soo

 

“maukah kau mengijinkanku untuk selalu ada disampingmu?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya,membuatku kaget setengah mati. Aku harus bilang apa?

“mwo??”

“aku ingin jadi satu-satunya yang ada disampingmu, menjadi tempat sandaranmu saat kau bimbang, tempat kau membagi bahagia dan dukamu?” jelasnya.

“Yoon Na ah, apa yang kau maksud?” tanyaku gugup.

“aku mencintaimu, Leeteuk ah.” Jawabnya tenang.

Aku hanya bisa terdiam mendengar pengakuan itu, tidak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa gadis yang kucintai malah mengungkapkan perasaannya terlebih dulu padaku.

“Yoon Na ah, apakah kau baru saja mengatakan kau mencintaiku? Sejak kapan?”

“Sejak aku sering melihatmu kerumah Siwon, mendengarkan music lewat headphone sambil tersenyum duduk diteras. Aku mencintaimu saat kau menyebutkan namamu ketika kita pertama kali berkenalan. Aku semakin mencintaimu setelah melihat airmata mu untuk orang yang kau sayangi. Aku hanya tau bahwa aku mencintaimu, dan rasanya aku mulai lupa kapan cinta ini dimulai.”

 

Aku mulai speechless, apa yang harus kukatakan pada gadis ini? Aku berani bertaruh pasti saat ini wajahku sudah memerah, biarpun disekolah aku disegani tapi untuk masalah seperti ini aku bukan ahlinya. Jadilah saat ini aku berdiri kaku menatap Yoon Na seperti orang bodoh.

“Leeteuk ah, apa yang sedang kau pikirkan?”

“aku berpikir kenapa bisa kejadiannya terbalik seperti ini?”

“terbalik?”

“kenapa kau yang menyatakan isi hatimu padaku? Bukankah harusnya pria yang melakukan itu?”

“apakah aku kelihatan tidak punya harga diri karena menyatakan perasaanku lebih dulu yang seorang pria?”

“tidak. Bukan itu maksudku. Maaf kalau kau malah berpikir begitu, tapi aku hanya terkejut pada keberanianmu.”

“lalu apa kau akan menjawab pertanyaanku? Sudah setengah jam kita berdiri seperti ini.”

“Yoon Na ah, aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaan padamu jika berada disampingku. Tapi jika kau mau memberi aku kesempatan untuk membuatmu tersenyum setiap hari maka aku akan mengijinkanmu berada disisiku.”

Lalu tiba-tiba Yoon Na memegangi wajahku dengan kedua tangannya, aku shock.

“Leeteuk ah, kau ini lucu sekali…” dia lalu mencubit sebelah pipiku lalu menggandeng tanganku menyusuri taman. Sekali lagi dia mengejutkanku J

 

Choi Siwon

 

Pagi ini aku sadar juga dari mimpi buruk yang terus menghantuiku sepanjang malam. Aku bangkit dari tempat tidur dan meraih hpku.

“yeoboseyo…”

“Siwon ah, kau menelpon” jawab Yoon Na noona senang.

“noona, aku sudah melihatnya. Dia pasti sekarang sedang kesakitan, aku tidak bisa menemaninya disana, menjaganya.”

“kenapa kau tidak datang saja dan menjaganya?”

“aku takut dy akan tambah sakit bila melihatku.”

“bicara bodoh apa kau ini, Siwon ah. Sekali saja tolong dengarkan aku, dia saat ini membutuhkan sahabat dan orang yang mencintainya berada disisinya, memberinya alasan untuk bertahan hidup.”

“noona,bisakah kau melakukan sesuatu untukku?”

“apa?”

“aku meninggalkan surat didepan rumahku, ambillah surat itu dan bacakan untuk Eun Jae.”

“baiklah. Tapi kau harus berjanji padaku, kau akan datang menjenguknya?”

“aku pasti akan datang…”

 

Aku menutup telponnya, menatap keluar jendela apartemenku. Tempat ini sudah jadi persembunyianku selama 3 bulan ini. Disini semua kesakitan, kepedihan dan keputusasaan kutumpahkan. Tiada seharipun kulewatkan tanpa mimpi buruk. Kini hatiku terasa lebih sakit, aku meraih gitar yang kusandarkan disudut ruangan itu.

Berapa banyak lagu cinta yang tercipta selama masa pelarian ini, hanya aku,gitar ini dan kenangan bersamanya. Penyesalan yang tiada ujungnya, dan bahkan semakin hari membunuhku perlahan.

 

 

Park Jung Soo

 

“ada apa?”

“oh bukan apa-apa. Hm Leeteuk ah, aku harus kembali sebentar kerumah.”

“apakah terjadi sesuatu?”

“tidak ada apa-apa. Tapi ibu menelpon dan memintaku pulang sebentar karena dy lupa meletakkan sesuatu dan memintaku membantunya mencarikan barang itu.”

“baiklah, biar aku yang mengantarkanmu.”

“tidak usah. Kau istirahat saja, nanti sore aku akan menjemputmu dan kita melihat keadaan EunJae.”

“hmm baiklah. Hati-hati dijalan.”

 

Yesung

 

Setelah makan siang aku kembali kerumah sakit melihat keadaan Eun Jae, ternyata disana ada keluarganya yang menungguinya sejak tadi malam. Aku lalu menyuruh mereka pulang untuk istirahat dan menggantikan mereka menjaga Eun Jae. Sang ibu yang sebenarnya keberatan akhirnya mau pulang juga. Kasian wanita itu, dia tak henti menangis aku jadi tidak tega.

Aku masuk kedalam kamar Eun Jae. Gadis itu belum juga menunjukkan tanda-tanda akan sadar atau bereaksi. Aku merasa kasian melihat keadaannya saat ini, sekaligus ada rasa bersalah dalam hatiku karena saat itu tak bisa lebih cepat menolongnya.

“oh ada kau rupanya…”

“iya,dokter. Anda ingin memeriksanya?”

“iya, mungkin kau bisa keluar dulu sebentar?”

“baik,dokter.”

Aku keluar dari kamar itu dan membiarkan dokter memeriksa kondisinya. Setelah sekitar 15 menit dokter DongHae keluar.

“apakah ada kemajuan?”

“sayang sekali belum ada perubahan apa-apa. Dia masih berjuang dengan keadaan kritisnya.”

“begitukah” aku hanya bisa mengangguk lemah. Sang dokterpun berlalu.

 

Kim Yoon Na

 

Pukul 3 sore aku kembali kerumah sakit bersama Leeteuk. Disana ada Yesung yang sedang membaca sebuah buku disisi tempat tidur.

“Annyeong, Yesung ssi..”

“ohh annyeong noona,hyung. Kalian sudah datang?”

“iya, bagaimana kondisi Eun Jae?”Leeteuk bertanya.

“kata dokter belum ada kemajuan,hyung.”

Sementara Yesung dan Leeteuk bicara aku mendekat kesisi tempat tidur mengeluarkan surat dari Siwon yang tadi kuambil dari depan rumahnya. Aku sendiri belum membukanya, kusobek pinggiran amplop itu dan mengeluarkan selembar surat.

“Eun Jae ssi, aku Kim Yoon Na. mungkin kau tidak begitu mengenalku, tapi aku mengenalmu dari Siwon. Dia tetanggaku yang paling ramah dan baik hati, aku yakin kau pun tau itu kan.”aku tersenyum padanya meski dia tidak melihat.

“aku membawa surat dari Siwon untukmu. Aku akan membacakannya sekali saja jadi kau tolong dengar dan perhatikan dengan baik ya…”

“Untuk Go Eun Jae,

Ini aku Siwon, bagaimana keadaanmu saat ini? Apa kau sudah bangun? Jika belum maka cepatlah bangun karena dunia sepi sekali tanpa ocehan dan suara tawamu yang fals itu.

Ya! Go Eun Jae, bila kau tidak bangun juga aku akan mendatangimu dan menggelitikimu sampai kau bangun.

Go Eun Jae babo, bagaimana kau bisa melukai dirimu sendiri. Kau bohong  padaku juga, katamu kau akan bahagia bila aku sudah pergi dari hadapanmu tapi bagaimana sekarang? Kau sekarang malah lebih kesakitan.

Go Eun Jae, maafkan aku karena tidak bisa menjadi sahabat yang  baik bagimu, aku hanya bisa mengecewakanmu. Tapi aku hanya ingin kau bahagia meski harus hati dan jiwaku yang kukorbankan.

apakah sekarang aku harus menutup mataku agar kau mau membuka matamu? Jika begitu maka akan kulakukan, tapi kau harus berjanji setelah kau membuka mata jangan lagi membuat orang-orang khawatir padamu. Apa kau tidak tahu bagaimana ahjuma sangat khawatir padamu, apa yang bisa dia lakukan bila kau tidak ada hah?? Babo !!

Eun Jae ah apa kau masih ingat permintaan terakhir kali kita melihat bintang jatuh? Kau akan lulus dari SMA dan menjadi designer terkenal,juga membuat Park Jung Soo hyung jatuh cinta padamu kan??? Sekarang bagaimana semuanya bisa jadi kenyataan bila kau bermalas-malasan ditempat tidur seperti itu.

Eun Jae, aku mohon padamu jangan menyiksaku seperti ini? Apa hukuman yang kau berikan padaku belum cukup menghancurkanku? Sekarang aku mohon bangunlah Eun Jae ah … Aku Mohon Padamu Buka Matamu”

 

Aku menggenggam surat itu, berpikir apakah semua ini akan ada gunanya? Go Eun Jae ssi, apakah kau tidak mengerti betapa Siwon mencintaimu?

“Yoon Na ah, darimana kau dapatkan surat itu? Apa Siwon memberikannya padamu? Apakah dia datang kerumahmu?” leeteuk merebut surat itu dari tanganku.

Leeteuk menanyaiku tanpa jeda, membuatku bingung bagaimana harus menjawabnya.

“Leeteuk ah, tenanglah sedikit. Surat ini diantar oleh seseorang kerumahku tadi pagi sebelum aku pulang kerumah. Jadi aku tidak tau sapa yang mengantarkannya, tapi yang pasti bukan Siwon ah yang mengantarkannya karena ibuku pasti akan mengenalinya.

“benarkah? Kau tidak bohong padaku?”

Aku mengangguk,maafkan aku Leeteuk ah, tapi aku sudah berjanji pada Siwon untuk merahasiakan ini darimu.

 

Park Jung Soo

 

Aku langsung merebut surat yang ada ditangan Yoon Na, tulisan yang kukenal dengan baik itu dari Siwon dan ditulis untuk Eun Jae. Berarti dia sudah tau kondisi Eun Jae saat ini tapi kenapa dia masih tidak mau kembali menampakkan diri? Siwon ah apa yang kau pikirkan  sebenarnya. Orang yang sangat kau cintai saat ini sedang berjuang untuk hidupnya sementara kau memilih diam dipersembunyianmu.

“Leeteuk hyung, coba lihat itu…” suara Yesung mengagetkanku.

Dia menunjuk kearah Eun Jae, demi Tuhan aku melihatnya. Airmata itu turun perlahan disudut matanya. Dia menangis.

“Yesung ah, cepat kau panggil dokter.”perintahku.

“Eun Jae ah, apa kau mendengarku? Kau menangis karena surat dari Siwon kah?”aku mencoba bicara padanya sambil menggenggam tangannya. Lalu kemudian dokter datang dan memeriksa keadaannya.

“ini agak bagus. Keadaannya lebih baik dan dia melewati masa kritisnya dengan baik. Teruslah mengajaknya berkomunikasi tentang hal-hal yang disukainya.”

“baik dokter. Terima kasih.” Ucapku. Itu hal pertama yang bisa kuucapkan dengan tenang sejak beberapa hari lalu. Yoon Na tersenyum padaku, membuatku merasa lebih nyaman.

Keesokan harinya aku kembali kerumah sakit agak siang. Saat aku tiba disana kulihat kedua orang tua Eun Jae sudah ada disana sedang bicara dengan dokter. Setelah sang dokter berlalu wajah ibu Eun Jae terlihat shock dan sangat terpukul.

Aku mengurungkan niatku menghampiri mereka tapi langsung menuju ruang dokter dan menanyakan apa yang membuat orangtua Eun Jae begitu shock tadi.

“dokter, tolong jelaskan padaku apa yang terjadi?”

“Eun Jae ssi mengalami kecelakaan yang sangat fatal. Berdasarkan pemeriksaan terakhir kami tadi pagi diketahui bahwa kaki kirinya mengalami keretakan tulang di 3 titik berbeda yang tidak memungkinkannya untuk bisa berjalan selama beberapa waktu. Tapi hal yang paling buruk adalah saat kecelakaan kami harus menjahit beberapa bagian wajahnya yang terkena pecahan kaca dan ternyata ada serpihan kaca yang mengenai matanya dan merusak kornea matanya sehingga menyebabkan kebutaan.”

“…” aku hanya bisa membeku dikursiku saat itu. Semua keterangan dokter seperti pisau tajam yang ditancapkan kejantungku. Aku tidak tau harus berkata atau bersikap bagaimana. Tanpa berkata apa-apa aku keluar dari ruang dokter dan berjalan menuju kamar Eun Jae. Sampai didepan pintu kamarnya aku bisa mendengar isak tangis ibunya, sangat menyesakkanku.

“Yoon Na ah, kau ada dimana?”

“aku sedang dalam perjalanan kerumah sakit. Kau?”

“aku sudah dirumah sakit. Nanti temui aku ditaman rumah sakit saja.”

“baiklah. Sampai ketemu disana.”

10 menit kemudian Yoon Na datang menghampiriku bangku taman rumah sakit.

“kau sudah lama menunggu?”

“tidak juga. Aku tadi menemui dokter.”

“benarkah? Lalu apa kata dokter tentang keadaan Eun Jae ssi?”

“dia mengalami keretakan tulang parah dan…”

“dan apa?”

“dia juga kehilangan penglihatannya”

“apa?”Yoon Na terlihat shock sesaat lalu berubah tenang lagi dan menatapku.

“Leeteuk ah, bukan salah siapapun jika semua jadi begini. Sekarang kau tegarlah untuk Eun Jae. Mengerti?”

“bisakah aku tegar menghadapinya nanti? Aku tidak tau harus bagaimana bicara padanya. Apa yang bisa aku lakukan untuknya,aku tidak tau.”

“kau bisa melakukannya. Bukankah aku ada disampingmu? Apa kau sudah lupa?”

“Yoon Na ah, terima kasih sudah ada disampingku.”

 

Kim Yoon Na

 

Aku sangat shock saat mendengar keterangan Leeteuk tentang kondisi Eun Jae, tapi aku harus tetap tenang saat ini. Aku tidak ingin melihat Leeteuk tertekan lagi, aku akan selalu memberinya semangat agar dia tidak terpuruk lagi dalam rasa bersalahnya.

Segera setelah tiba dirumah aku langsung menghubungi Siwon.

“Yeoboseyo…”

“Siwon ah ini aku…”

“Ye Noona. Ada apa?”

“Siwon ah, aku hanya ingin mengabari kondisi Eun Jae saat ini. Keadaannya sangat buruk, dia membutuhkanmu untuk menguatkannya saat dia sadar nanti.”

“Noona, sebenarnya bagaimana kondisinya?”

“dia tidak akan bisa berjalan selama beberapa waktu, dan dia akan mengalami kebutaan total. Siwon ah, mengertilah bahwa dia membutuhkanmu. Apa kau tau setelah mendengar suratmu waktu itu keadaannya membaik bahkan dia menangis.”

“Noona, semua ini salahku.”

“kenapa kau dan Leeteuk hanya bisa menyalahkan diri kalian? Tidakkah kalian bisa berpikir tentang bagaimana perasaan Eun Jae saat dia sadar nanti? Siwon ah, setidaknya kau ada disampingnya saat dia sadar nanti dan memberinya semangat. Bukankah kau sangat mencintainya? Lalu apa kau tega membiarkan orang yang kau cintai menderita sendirian dank au hanya menyesali diri dipersembunyianmu?”

“Noona, maafkan aku. Aku memang sudah bersikap kekanakan dan mementingkan perasaanku sendiri. Tapi saat ini aku benar-benar takut melihatnya, aku tidak akan tahan melihatnya menderita.”

“Siwon ah, pulanglah. Kita akan menghadapinya bersama jadi kau jangan takut.”

“Noona, aku akan pulang. Aku pasti akan pulang secepatnya.”

“aku akan menunggumu. Jaga dirimu.”

 

Choi Siwon

 

Aku bergegas mengemasi barang-barangku dan pulang kerumah. Selama perjalanan aku hanya tidur. Aku tidak ingin memikirkan apa yang akan kuhadapi nanti, aku tidak ingin berubah pikiran dan menjadi penakut lagi. Eun Jae, aku akan kembali untukmu, meski nanti kau menolak kehadiranku tapi aku tidak akan berhenti menjagamu.

Saat tiba didepan rumah aku langsung menuju rumah Yoon Na noona. Untunglah dia masih dirumah dan belum tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam saaat aku tiba.

“Siwon ah!! Kau pulang” dia berseru dan langsung memelukku.

“Yoon Na noona, kau baik-baik saja kan?”

“tentu, aku baik. Kau lah yang harus dikhawatirkan. Bagaimana keadaanmu? Apa kau hidup dengan baik selama ini?”

“tidak begitu baik Noona, tapi setidaknya aku masih ingin hidup.”jawabku.

“ahh kau ini. Ayo masuklah. Lebih baik kau menginap disini saja, rumahmu pasti berantakan karena ditinggal begitu lama.”

“hmm baiklah.”

“apa kau sudah makan? Hey apa sebaiknya aku menelpon Leeteuk?”

“Noona, tidak perlu sekarang. Besok saja kita kerumah Hyung. Aku juga kangen padanya, tapi sekarang pasti dia sedang istirahat.”

“kau ini tidak berubah, terus saja mengkhawatirkan orang lain.”

Senang rasanya melihat Yoon Na noona lagi, setelah sekian lama. Setelah menunjukkan kamarku dia segera meninggalkanku agar aku bisa istirahat.

“Siwon ah, terima kasih telah mau kembali.”ucapnya sebelum menutup pintu sambil tersenyum penuh arti.

Besok paginya aku dan Yoon Na noona berangkat menuju rumah Leeteuk hyung. Perasaanku tidak karuan saat itu. Aku takut tapi juga bahagia karena akan bertemu dengannya karena aku merindukannnya setengah mati.

Sesampainya disana Yoon Na menyuruhku tetap dimobil sampai dia menyuruhku keluar. Aku hanya mengintip dari kaca mobil saat kulihat hyung membukakan pintu dan memeluk noona sekilas lalu mereka entah bicara apa…

 

Park Jung Soo

 

Aku baru saja selesai mandi saat kudengar bel berbunyi. Aku segera membukakan pintu, tentu saja itu Yoon Na ku yang ada didepanku.

“selamat pagi J “ dia menyapaku dan memelukku sekilas seperti biasa.

“pagi… aku baru saja selesai mandi. Apa kau sudah sarapan?”

“wah sayang sekali kau sudah selesai mandi ya, padahal tadi aku berniat mengintip.” Godanya.

“kau ini !! hehe..”

“hey aku membawakan kejutan untukmu.”

“kejutan? Dipagi hari begini kau sudah ingin memberiku kejutan? Aku jadi penasaran”

“siapkan dirimu karena kejutan ini terlalu mengejutkan.”

“hmm baiklah ayo cepat aku jadi tidak sabar.”

“ya!!! Kau yang di mobil cepat keluar”tiba-tiba dia berteriak kearah mobilnya, kupikir tadi dia kesini sendiri.

Lalu aku berhenti tersenyum saat melihat siapa yang keluar dari mobil. Dia berjalan dengan sangat pelan padahal jarak dari mobil begitu dekat, dasar kau memang bodoh! Siwon Ah. Dia sekarang berdiri didepanku diam mematung sambil menundukkan kepala. Aku pun sebenarnya bingung apa yang akan aku lakukan padanya saat ini. Aku ingin marah tapi aku terlalu bahagia bisa melihatnya lagi jadi kuputuskan untuk memukul kepalanya yang tertunduk itu dengan keras.

“dasar bodoh!!”

Dia lalu meringis memegangi kepalanya tapi tidak berani mengangkat kepalanya, Yoon Na pun hanya melihat sambil menahan tawa. Aku tau dia bisa menebak isi kepalaku saat ini.

“pulang tapi tidak membawakanku oleh-oleh. Kau ini memang bodoh Siwon ah. Bahkan saat datang tidak langsung memelukku? Memangnya kau tidak merindukanku,huh??”

“Hyung maafkan aku ya, aku terburu-buru pulang sehingga lupa membawakanmu sesuatu”dia lalu menghambur memelukku. Aku hanya bisa balas memeluknya dengan erat,tapi airmataku jatuh juga. Aku jadi malu pada Yoon Na dan cepat-cepat menghapusnya. Tapi sudah terlanjur dia melihatnya dan dia menertawakanku dibelakang Siwon.

Siang harinya kami bertiga berangkat kerumah sakit karena aku mendapat telpon bahwa Eun Jae sudah sadar. Aku gugup sebenarnya, tapi ada Yoon Na dan Siwon disampingku member kekuatan.

 

Go Eun Jae

 

Semua terasa sakit, seluruh tubuhku sulit bergerak bahkan untuk membuka mata saja aku tidak mampu. Apa yang sudah terjadi selama aku tidak sadar dan berapa lama waktu yang sudah kulewatkan? Hari ini aku sadar dan mendengar suara orangtuaku lagi untuk pertama kalinya. Aku bahagia tapi tidak bisa mengatakannya karena rasanya bibirku sulit terbuka jadi aku hanya bisa  berbisik pada mereka.

Ibu tak hentinya menangis, entah kenapa aku tidak tau karena saat ini kedua mataku diperban jadi tidak ada yang bisa kulihat. Lalu kudengar ada suara lain yang sepertinya baru datang, suara wanita dan sepertinya tidak asing.

“annyeonk ahjuma,ahjussi. Bagaimana kabar kalian?”sapanya pada orangtuaku.

“Yoon Na ah, kalian sudah datang. Kami baik-baik saja.”

“baguslah kalau begitu. Ahjussi sebaiknya bawa ahjuma pulang untuk istirahat, biar kami yang menjaga Eun Jae.”

“terima kasih Yoon Na ah, kalian telah begitu baik. Eun Jae ah, ini Yoon Na ah dia yang selama ini membantu menjagamu. Kami pulang dulu dan akan kembali nanti malam. Jaga dirimu.”

Aku mendengar suara ayah dan mengangguk patuh.

“annyeonk eonni.”

“hai, aku Kim Yoon Na. kita baru berkenalan saat ini.”

“Go Eun Jae imnida. Eonni sepertinya suaramu terdengar tidak asing.”

“benarkah? Mungkin karena selama kau tidak sadar aku terlalu banyak bicara hehe”

“eonni, sepertinya tdi kudengar kau tidak datang sendiri.”

“iya aku datang ditemani 2 orang, keduanya orang yang sangat mengkhawatirkanmu. Tapi entah mengapa mereka jadi diam tidak mau bicara sekarang.”

“jinjja? Siapa mereka?”

“ini aku Eun Jae ah.”sahut satu suara.

“Park Jung Soo oppa, itu kau?”

“ya ini aku. Apa kau baik-baik saja?”

“bagaimana kau ada disini?”aku benar terkejut.

“apa kau lupa bahwa dia yang membawamu kerumah sakit seperti orang gila?”Yoon Na eonni menyahut.

“aku tidak mengingatnya dengan baik. Tapi terima kasih telah menolongku. Lalu siapa lagi yang bersamamu,eonni?”

Tidak ada sahutan, tapi seseorang memegang sebelah tanganku dan sebelah lagi menyentuh pipiku. Aku kenal sentuhan ini, apakah mungkin?

“Siwon ah, itu kau?”

Dia hanya diam, aku yakin itu pasti dia.

“Siwon ah!! Jawab aku apa itu kau?”

“maaf.. aku tidak bisa menjagamu dengan baik.”

“kenapa kau kembali?”

“Apa kau tidak ingin aku kembali?”

“harusnya kau tidak perlu kembali kalau hanya ingin menyalahkan diri sendiri. Kau selalu menyalahkan dirimu kalau aku terluka. Bodoh.”

“mianhe Eun Jae ah.mulai sekarang aku akan menjagamu dengan baik. Kau jangan terluka lagi.”

“hey aku ini kuat dan bisa menjaga diriku sendiri. Kau itu yang terlalu sensitive dan harus dilindungi.”

“hmm sepertinya kita hanya memenuhi ruangan disini, benar tidak Leeteuk ah?”

“sepertinya begitu, Yoon Na ah ayoo pergi cari udara segar.”

“eonni,oppa kalian mau kemana?”tanyaku.

“kami mau keluar sebentar, kalian mau pesan sesuatu?”

“tidak terima kasih”kali ini Siwon yang menyahut cepat.

Rasanya senang sekali bisa bicara lagi seperti dulu dengan Siwon, aku jadi sadar selama dia tidak ada aku sangat merindukan sahabatku ini. Aku menyesal telah menyuruhnya pergi dan melukai hatinya. Dia menceritakan kegiatannya diluar kota saat menghilang, sekarang dia bekerja parttime disebuah café sebagai penyanyi dan bermain gitar juga.

Kemudian tak berapa lama ada yang datang.

“Annyeong, Eun Jae ah!!”

“hey kau, bagaimana bisa disini”Siwon berseru.

“Ya! Siwon ah, kau yang bagaimana bisa berada disini? Memangnya kapan kau kembali kesini?”

“aku tiba tadi malam. Ini Eun Jae sahabat baikku. Kau juga mengenalnya?”

“oh begitu rupanya. Aku juga baru mengenalnya dan kami berteman baik.”

“Yesung ssi, kau juga disini?”

“ya, ini aku. Kau baik-baik saja?”

“ya aku sudah lumayan baik. Tapi perban dimataku ini sangat mengganggu sekali aku jadi tidak bisa melihat wajah kalian.”aku tertawa.

Keadaan jadi hening, apa aku salah bicara? Atau mereka terlalu canggung.

“Ya!! Kenapa kalian jadi terdiam seperti ini?”

 

Choi Siwon

 

Aku tidak bisa menahan diri, bagaimana kalau sampai dia tau meskipun perban itu dibuka dia tetap tak akan bisa melihat dunia ini. Aku baru akan mengalihkan pembicaraan saat dokter datang menghampiri kami disusul Leeteuk Hyung dan Yoon Na noona.

“selamat sore Eun Jae ssi..”

“apa itu dokter?”

“iya. Aku akan membuka perbanmu hari ini.”

“wahh benarkah. Benda ini memang sangat mengganggu, tolong segera dilepaskan aku ingin bisa melihat.”

“baiklah kami akan membukakannya segera, tapi setelah itu kita harus bicara.”

“ok dokter” Eun Jae tersenyum. Ya Tuhan itu menyakitiku.

Detik-detik ini sangat menyiksaku, aku terus menggenggam tangannya selama suster membuka perban dimatanya.

“Siwon ah, kenapa tanganmu dingin sekali?”

“huh?? Begitukah?”

“iya, biasanya kalau begitu kau sedang tertekan ya? Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?”

“engg tidak apa-apa, ac nya terlalu dingin.”

“Eun Jae ssi tolong jangan bicara dulu” tegur suster.

Dia hanya meringis nakal seperti biasa.

“nah sudah selesai, Eun Jae ssi tolong buka matamu perlahan-lahan saja.”

Aku tidak tahan, aku ingin pergi dari ruangan ini. Aku takut melihatnya terluka, Eun Jae ah apakah kau bisa menerima semuanya? Apakah kau akan kuat dengan apa yang akan mereka katakan padamu?

“dokter, kenapa masih gelap ya?”

“Eun Jae ah, apa tidak ada cahaya apapun yang bisa kau lihat?”

“tidak ada dokter. Memangnya kenapa ini? Ada apa dengan mataku?”

“Eun Jae ssi, saat kecelakaan itu serpihan kaca melukai matamu. Sehingga kemungkinan kau kehilangan penglihatanmu. Maafkan saya karena harus mengatakan berita buruk ini padamu. Tapi saya harap kamu jangan putus asa Eun Jae, tegarlah.”

Dokter menepuk bahu Eun Jae lalu meninggalkan kami dalam keheningan yang menyiksa. Lalu tiba-tiba Eun Jae mengibaskan tanganku dengan kasar.

“kau sudah tau kan? Karena itu tanganmu dingin. Kalian semua pasti sudah tau juga kan? Kenapa??? Kalian merahasiakannya padaku!!!!”

“Eun Jae ah, waktu itu dokter baru memberitahu kemungkinan saja, jadi kami tidak bisa memberitahukanmu. Kami berpikir dokter bisa salah.” Yoon Na noona mencoba bicara.

“tinggalkan aku sendiri.”katanya datar.

“Eun Jae ah biarkan aku disini bersamamu”ucapku.

“aku mau semuanya pergi. Biarkan aku sendiri.”

Aku hanya bisa menuruti keinginannya, karena Eun Jae memang butuh waktu sendiri untuk menumpahkan kesakitannya. Hyung dan noona menarikku keluar begitu juga dengan Yesung. Dari luar aku hanya bisa melihatnya menundukkan kepala, bahunya berguncang karena tangisan. Eun Jae tidak suka orang lain melihatnya menangis karena itu dia menyuruh kami keluar.

Hampir tengah malam, Eun Jae masih tak mengijinkan siapapun masuk. Tapi aku tidak bisa terus duduk diam, akhirnya aku masuk dan duduk disisi ranjangnya.

“apakah dunia akan berakhir sekarang?” ucapku.

“apakah kau masih bisa hidup tanpa bisa melihat dunia ini?” jawabnya dengan pertanyaan.

“siapa yang peduli, kau bisa kehilangan apapun, tapi jika kau masih punya orang yang dicintai maka semua tidak akan ada artinya.”

Eun Jae hanya diam, airmatanya terus mengalir meski tanpa suara.

“apakah hanya penglihatan yang bisa membuat kita bahagia?”tanyaku.

“lalu apa artinya bahagia bila kita tak pernah bisa melihat wajah orang yang kita cintai?”

 

Sudah seminggu sejak aku terakhir kali bicara pada Eun Jae. Sejak saat itu dia tak bicara pada siapapun. Dia seperti tenggelam dalam dunianya sendiri tanpa menghiraukan orang disekitarnya. Tapi hampir setiap malam aku melihatnya menangis dalam diam dari balik pintu kamarnya.

“hyung, sampai kapan akan membiarkannya seperti ini?”

“teruslah disampingnya, aku yakin dia pelan-pelan akan mengerti.”

“Eun Jae orang paling keras kepala yang pernah ku kenal.”

“Leeteuk ah !!! tolong!!! Siwon ah!!!” teriakan Yoon Na panic dari dalam kamar Eun Jae.

Aku dan hyung bergegas menuju kekamar, diranjang tidak ada orang. Tapi teriakan berasal dari dalam kamar mandi.

“panggil dokteerrr !!!!” Yoon Na berseru.

Aku hanya bisa membeku shock pada apa yang kulihat, Yoon Na sedang memangku tubuh Eun Jae yang lemas dengan tangan berlumuran darah. Dia baru saja mencoba mengakhiri hidupnya.

Aku masih tak percaya, kini aku hanya berdiri disudut kamar sementara dokter dan suster baru saja menjahit luka ditangan Eun Jae.

Aku tiba-tiba saja berlari pergi, berlari sejauh yang aku bisa. Hingga akhirnya aku sampai dirumah. Aku duduk disisi tempat tidurku, disampingku bersandar sebuah gitar kesayanganku. Aku meraih gitar itu, lalu teringat sebuah lagu yang kuciptakan saat pelarianku dari Eun Jae. Aku ingin memainkannya sekali lagi. Kunyalakan sound recording untuk merekam lagu ini juga.

 

Park Jung Soo

 

Sudah cukup lama Siwon menghilang, entah kemana anak itu pergi. Aku mencoba menghubungi handphonenya tapi tidak ada jawaban. Lalu ku telpon kerumahnya dan tidak ada yang mengangkat. Aku berubah cemas saat esok paginya dia tidak juga muncul.

“Yoon Na, apakah kau melihat Siwon?”

“belum, aku belum melihatnya pulang. Tapi biar aku tanya ibu dulu apakah dia melihatnya pulang tadi malam ato pagi ini.”

“halo, Leeteuk ah..”

“ya aku masih disini. Bagaimana?”

“aneh, ibuku bilang dia pulang sore kemarin, tapi tidak ada tanda-tanda kalau dia keluar rumah. Bukankah itu berarti dia ada dirumah?”

“apakah ibumu tidak salah lihat?”

“tidak, ibu sangat yakin karena Siwon juga menyapanya saat dia kembali sore itu.”

“baiklah,kau tunggu disana. Aku akan segera kesana.”

Begitu mengakhiri telpon aku langsung berangkat menuju rumah Siwon, diteras depan Yoon Na sudah menunggu. Aku mengetuk pintu depan, tapi nihil. Kemudian Yoon Na memutar gagang pintu,ternyata malah tidak dikunci. Aneh sekali anak ini.

Aku masuk keruang tamu, masih tak ada tanda keberadaan orang dirumah ini. Lalu aku mengetuk pintu kamar Siwon sementara Yoon Na memeriksa dapur.

“siwon ah!!”aku mengetuk pintu. Tidak ada respon lalu aku mencoba membuka pintu,lagi-lagi tidak dikunci.

Ahh itu dia sedang tidur pulas di tempat tidurnya segera aku menghampirinya. Tapi ada yang aneh dengan wajahnya, terlihat begitu pucat.

Next on Part 6 Find the Dramatic ending 🙂


Leave a comment

What If … (Part 4)

What If Chapter 4

Cast : Choi Siwon, Go Eun Jae, Park Jung Su, Kim Yoon Na, Yesung, Lee Hyuk Jae, Cho Kyu Hyun, Han Geng sensei, Hee Chul…

 

Park Jung Su

 

Aku putus asa, benar-benar putus asa harus bagaimana lagi menemukan Siwon. Aku merasa gagal melindunginya seperti janjiku padanya. Go Eun Jae, kau harus ingat kata-kataku karena aku tak pernah main-main dengan ucapanku. Menyakiti hati Siwon sama artinya mencari masalah denganku.

“Jung Su ssi, apa kau baik-baik saja?” Yoon Na yang sejak kemarin menemaniku mencari Siwon kini masih berada diteras rumah Siwon.

“panggil aku Leeteuk saja, Yoon Na ssi. Aku bingung harus kemana lagi sekarang. Sejak kecil dia tidak pernah jauh dari jangkauanku. Sekarang aku bahkan tak tau dia ada dimana.” Aku tak tahan lagi, mataku sudah kabur karena lapisan bening itu memaksa keluar, aku menangis.

“Leeteuk, jangan bagini. Kita harus berusaha lagi. Aku tau kau sangat sedih, Siwon bilang kau adalah malaikat dalam hidupnya jika hatimu sakit dia pasti ikut merasakannya. Dan aku yakin saat ini dia merasakan sakit dihatimu dan akan segera kembali. Percayalah.” Yoon Na tersenyum dan menyandarkan kepalaku dipundaknya. Entah bagaimana aku merasa begitu tenang di sampingnya, kata-katanya bagai air yang menyejukkan hatiku, dan aku tak tau berapa lama kami dalam posisi itu karena aku terlelap sesaat.

Saat aku membuka mata, kepalaku masih dipundak Yoon Na. dia sedang memegangi setangkai mawar putih yang mungkin digapainya disebuah pot diteras tempat kami duduk. Aku menegakkan tubuhku lagi dan Yoon Na tersenyum melihatku.

“apa kau merasa lebih baik?”tanyanya.

“aku pikir begitu.”jawabku.

Tiba-tiba hp ku bergetar disaku, aku segera mengangkatnya dari nomor asing.

“Halo… siapa ini?”tanyaku

“Hyung, ini aku.” Suara diseberang menjawab, Siwon. Aku segera menekan loudspeaker.

“Siwon ah ! kau dimana?? Kau tidak tau aku hampir gila mencarimu? Kau mau membunuhku?? Hah!! Naega papo!” aku berteriak emosi, Yoon Na mencoba menenangkanku.

“hyung, maafkan aku. Aku baru bisa menghubungimu. Hyung, aku tau kau marah. Aku menelpon untuk pamit, aku sudah putuskan untuk pergi dari  hidup Eun Jae. Kau jangan marah padaku, dan jangan merasa sedih atau mengkhawatirkan aku.”

“kau Bodoh !!! bagaimana bisa aku tidak memikirkanmu ha? Kenapa dikepalamu hanya ada Eun Jae, kau tidak memikirkanku, ibu dan ayahku?”

“hyung, bagaimanapun kalian adalah hidupku. Tapi biar kali ini aku putuskan sendiri apa yang harus aku lakukan.”

“Siwon, kalau berani lakukan itu maka jangan pernah panggil aku Hyung lagi !!”

“Hyung, kenapa berkata seperti itu. Hyung, apakah kau menangis?? Hyung…”

Aku sudah tidak bisa bicara lagi sekarang, Yoon Na mengambil hp dari tanganku dan mulai bicara pada Siwon.

“Siwon ah, ini Yoon Na noona.”

“ye noona, kau bersama Leeteuk hyung?”

“iya. Aku menemaninya mencarimu beberapa hari ini. Kau dimana? Leeteuk sangat khawatir padamu.”

Yoon Na berbicara cukup lama dengan Siwon, aku sudah tidak bisa mendengarkan lagi karena loudspeaker dinonaktifkan olehnya.

Yoon Na menyodorkan hp itu lagi padaku, aku menggelengkan kepalaku. Lalu dia memencet tombol loudspeaker lagi.

“Siwon, bicaralah. Dia mendengarkanmu.”

“Hyung, aku sudah menyakiti hatimu, membuatmu menangis maafkan aku. Aku benar-benar tidak berguna kan…”Siwon tertawa pahit “Hyung, kau harus tau aku sangat menyayangimu, lebih dari yang kau tau. Meski aku tidak bersamamu, kau akan tetap tau keadaanku dan aku pun begitu jadi jangan khawatirkan aku. Bila merindukanku tulis sebuah surat dan letakkan di depan pintu rumah dan aku akan membalasnya untukmu. Arasseo??? Selamat tinggal” klik telpon di tutup. Aku meraih hp dari tangan Yoon Na dan berteriak kesetanan

“Siwon !!! Hey kau bodoh jangan matikan telponnya dulu !! Siwooonnnn !!! Akkkhhh!!!!”

“Leeteuk!! Sadarlah, kau jangan seperti ini…” Yoon Na merebut hp dri tanganku.

 

Kim Yoon Na

 

……………….

 

“aku tau noona. Maaf telah merepotkanmu, tapi aku senang kau ada di sampingnya sekarang.”

“apa maksudmu?”

“Hyung sangat menyukai noona sejak dulu. Tolong jangan katakan padanya aku memberitahumu. Aku hanya tidak mau hyung menyesal sepertiku karena tak pernah punya keberanian menyatakan perasaannya. Noona, aku sangat menghormatimu, aku tidak berhak meminta apapun darimu hanya saja aku memohon sesuatu, bisakah kau mengawasinya untukku? Meski nanti kau tidak menyukainya, tapi jangan menyakitinya.”

“aku berjanji padamu. Tapi Siwon ah, haruskah kau pergi dengan cara seperti ini? Pikirkan orang-orang yang sangat menyayangimu.”

“ya, noona. Aku sudah memutuskannya. Noona, aku akan mengirimkanmu nomor telponku, tapi jangan beritahu pada Leeteuk Hyung. Aku ingin terus tau keadaan kalian dan memberi kabar pada kalian.”

“baiklah…”

“apakah hyung tidak mau bicara padaku?”

Aku menyerahkan hp pada Leeteuk, tapi dia hanya menggeleng lemah, akhirnya aku memencet tombol loudspeaker dan membiarkan mereka bicara. Leeteuk hanya diam sementara Siwon terus berbicara sendiri. Aku tak tahan mendengarkan semua ini, tapi aku tidak bisa menangis sekarang. Laki-laki didepanku ini begitu terluka hingga tak mampu bicara, apa yang harus kulakukan?

Siwon akhirnya mengakhiri panggilan itu, Leeteuk tersadar dan berteriak-teriak histeris pada benda kecil itu. Aku hanya bisa menariknya dalam pelukanku, airmataku akhirnya jatuh juga. Aku membiarkannya tetap begini hingga dia tenang.

“Yoon Na… “itu Kyu Hyun memanggilku dari teras rumahku.

Leeteuk melepaskan pelukannya dan menghapus airmatanya segera. Aku melambaikan tangan sekilas pada Kyu Hyun dan bangkit berdiri.

“Yoon Na, aku sebaiknya pulang.”kata Leeteuk lagi.

“Leeteuk, apa kau yakin bisa menyetir dengan baik saat ini?”tanyaku agak khawatir.

“aku sudah tidak apa-apa. Kau segera temui temanmu saja.”

“baiklah. Nanti aku akan menelponmu. Leeteuk, jangan lakukan hal bodoh” aku tersenyum padanya.

“tidak akan.”dia balas tersenyum meski senyum itu penuh dengan kesedihan yang dalam.

Setelah melihat Leeteuk berlalu aku segera menghampiri Kyu Hyun. Jelas wajahnya penuh tanda tanya sekarang.

“Yoon Na apa yang terjadi?”

“masuklah dulu. Aku akan cerita nanti di dalam dengan segelas teh.”

“baiklahh. Ini aku bawakan kue untuk bibi.”

“wah terima kasih Kyu….”

Aku memanggil ibu untuk menemani Kyu Hyun bicara sementara aku mandi karena sejak pagi hingga soree ini aku menemani Leeteuk badanku kelelahan.

“hey, terima kasih sudah menunggu, ayo mengobrol di belakang saja.”

“baiklah…”

Aku dan Kyu Hyun pindah ke teras belakang, menikmati udara sore dengan secangkir teh.

“apa yang terjadi, Yoon Na?”

“kau ingat Siwon?? Tetanggaku yang diseberang itu.”

“ya, anak itu sepertinya baik. Ada apa dengannya?”

“dia pergi dari rumah untuk menghilang dari hidup gadis yang dicintainya.”

“mwo? Waeyo?”

“gadis itu membencinya, karena satu kesalahan yang dia perbuat. Park Jung Su adalah sepupunya, mereka sangat dekat karena keluarganya merawat Siwon sejak bayi. Dia sangat terpukul, aku hanya membantunya.”

“kasian sekali dia. Apakah kesalahannya sebegitu besar hingga harus menghilang dari hidup gadis itu?”

“aku rasa tidak. Kesalahannya hanya untuk membahagiakan gadis itu dengan orang yang disukainya hanya saja caranya salah. Gadis itu sahabat baiknya, dia sangat mencintainya maka saat gadis itu minta dia menghilang dan dia pun mengabulkan permintaan gadis itu.”

“gadis itu keterlaluan sekali. Ya Yoon Na, apakah kau tipe gadis kejam seperti itu juga?”

“mwo?? Ya Kyu Hyun ah, kalau aku kejam kau sudah ku bunuh dihari kau mengkhianatiku !!”

“hahaha maafkan aku. Yoon Na jangan menyebut itu lagi, aku merasa bersalah seumur hidup karenanya.”

“haha aku hanya bercanda Kyu, jangan bicara itu lagi. Sekarang kita bersahabat dengan sangat baik kan.”

“ya kau benar, aku beruntung menemukan sahabat sepertimu.”

“dia menyukaiku…”

“mwo? Siwon?”

“Jung Su ssi…”

“benarkah? Darimana kau tau?”

“Siwon yang bilang padaku.”

“wahh, lalu bagaimana perasaanmu?”

“Kyu Hyun ah, apa kau masih ingat ceritaku tentang seseorang yang 3 bulan ini aku perhatikan dari jauh?”

“ya, aku ingat. Mwo? Jangan bilang kalau laki-laki itu…”

“ya, dia sepupu Siwon yang sering mengunjunginya. Setiap kali dia datang dan tersenyum menyapa Siwon, aku tak bisa melupakan wajah itu. Tapi aku tak punya keberanian untuk bertanya pada Siwon.”

“Yoon Na, kau jatuh cinta padanya. Ya ampunn ini keajaiban, kita harus merayakannya…”

“Kyu Hyun ah kau ini. Saat ini bukan waktu yang tepat. Aku tidak sanggup melihat dia seperti itu. Aku ingin berada di sampingnya dan terus menyemangatinya saat dia terpuruk..”

“waahh ini akan jadi kisah cinta yang romantic… hahaha”.

Seperti itulah Kyu Hyun ssi, dia adalah mantan pacarku. Bagaimana kami bisa jadi sahabat? Rumit sekali ceritanya, yang pasti sekarang hubungan kami jauh lebih baik setelah konflik cukup panjang. Rasanya senang sekali telah menemukan ikatan yang tepat untuk kami berdua.

Ahh sekarang Leeteuk memenuhi pikiranku, apa yang dia lakukan saat ini, hmm aku jadi ingat tadi aku bilang akan menelponnya. Aku meraih hp ku dan mendial nomornya.

“halo…”jawab suara diseberang, kenapa wanita?

“halo, ini benar nomor Leeteuk?”tanyaku ragu.

“iya benar. Saya ibunya.”

Ahh lega mendengarnya

“oh maafkan saya. Ini Yoon Na, saya hanya ingin menanyakan keadaan Leeteuk.”

“oh Yoon Na. saat ini keadaannya eeteuk sedang tidak baik. Dia sedang tidur setelah diperiksa dokter.”

“apa? Jadi dia sakit apa, tante?”

“dia kelelahan dan stress, jadi harus istirahat beberapa hari.”

“tante, apa saya boleh menjenguknya?”

“tentu saja boleh, Yoon Na. silahkan datang, eeteuk pasti senang ada yang menjenguknya.”

“baiklah tante, terima kasih banyak.”

“sampai jumpa Yoon Na.”

“nde…”

Aku bertambah khawatir jadinya, Leeteuk kenapa kau jadi seperti ini.hmm aku segera menghubungi Kyu Hyun malam itu dan memintanya mengantarku kerumah Leeteuk.

Saat tiba disana, ibunya membukakan pintu dan menyapa kami dengan senyuman yang ramah, sekarang aku tau dari mana asal senyum Leeteuk itu.

“ini Yoon Na?”

“ya tante, saya Kim Yoon Na, ini sahabat saya Cho Kyu Hyun”ucapku sembari membungkukkan badan begitu juga dengan Kyu Hyun.

Lalu ibu Leeteuk membawa kami ke kamar Leeteuk, aku jadi gugup sekali. Aku melirik Kyu Hyun di sampingku. Rupanya dia sadar perasaanku dan tersenyum jail padaku. Aku melotot padanya eh dia malah menjulurkan lidah.

Saat masuk kekamar itu, hatiku terasa  berbeda, kamar ini begitu nyaman. Semua barang seakan menempatkan posisi sesuai perintah pemiliknya. Paduan warna antara dinding dan benda-benda diruangan ini sangat mengesankan, Leeteuk orang kaya pasti semua diatur oleh designer bagus. Tapi aku tidak bisa merasa kagum lagi saat melihat tubuh lemah itu terbaring diatas tempat tidur. Wajahnya terlihat polos, tapi begitu kelelahan. Aku sedih melihatnya.

“ibuuu, apa itu kau??”

“iya, ini ibu bersama teman-temanmu.”

“temanku?” Leeteuk mencoba menegakkan tubuh hingga posisinya duduk tegak sekarang. Wajahnya agak kaget saat melihatku.

“Yoon Na ssi, apa yang kau lakukan disini?”

“tadi aku menelponmu, tapi katanya kau sakit jadi aku minta Kyu Hyun untuk mengantarkanku kemari.”

“annyeong, Jung Su ssi. Apa kabar, kita bertemu lagi.”

“Kyu Hyun ssi, terima kasih sudah mengantarkan Yoon Na. harusnya kalian tidak perlu kemari, ini sudah malam kan.”

“Jung Su ssi, sebenarnya aku sudah bilang pada gadis ini untuk datang saja besok, tapi dia sudah terlalu panic hingga memaksaku mengantarnya. Hehehe” aishh Kyu Hyun awas kau.

“panic? Kau panic karena aku sakit? Waeyo?”

“Tentu saja panic, tadi waktu dari rumah Siwon kau baik-baik saja lalu sekarang kau sakit.” Kilahku.

“jeongmall?” Kyu Hyun mengedipkan mata.

“ya!! Kyu Hyun ah bisakah kau keluar saja? Leeteuk sedang sakit, dia bisa gila kalau terus mendengar ocehan bodohmu itu!”

“hey, kau yang berteriak sekarang. Jadi sebenarnya siapa yang mengganggu? Benar tidak Jung Su ssi? Hahaha”

“hehehe…” Leeteuk tertawa kecil. Aku senang sekali melihat lesung pipinya.

“baiklah aku sebaiknya keluar saja dan menggoda ibumu Jung Su ssi. Tapi apakah ayahmu ada?”

“hahaha, silahkan Kyu Hyun ssi. Ayahku sedang bekerja di luar kota.” Leeteuk tersenyum makin lebar, dan melambaikan tangan pada Kyu Hyun yang keluar kamar.

“kau sudah baik-baik saja?”tanyaku.

“aku selalu baik saja. Ibu saja yang terlalu khawatir padaku.” Jawabnya

“Leeteuk, kau boleh bicara padaku bila ada yang mengganggu pikiranmu. Bukankah sekarang kita sudah berteman?”

“gomawo, Yoon Na ssi. Sebaiknya kau pulang, ini sudah larut malam.”

“hmm baiklah, tapi apa besok kau akan berangkat sekolah?”

“tentu, aku ada ulangan dan bimbel menjelang ujian akhir.”

“aku akan mengantarmu, bagaimana?”

“waeyo? Kau kan juga harus sekolah, tidak perlu mengantarku..”

“kau itu masih belum sembuh benar. Karena jalan kita searah jadi aku bisa menjemputmu”

“kau ini aneh sekali. Baiklah, tapi setelah aku sembuh, aku yang akan gentian mengantarkanmu. Setuju?”

“setuju! Aku pulang dulu sampai jumpa besok.” Aku menghampiri Leeteuk dan memeluknya sekilas untuk mengucapkan selamat malam lalu pulang bersama Kyu Hyun.

 

Park Jung Su

 

Hari ini perasaanku sedikit lebih baik, setidaknya emosi dalam hatiku berkurang. Aku sudah siap berangkat kembali ke sekolah hanya tinggal menunggu supir pribadi cantikku datang.

“hay… pagi juga kau datang.” Sapaku.

“tentu saja, ayo cepat sebelum jalanan macet.”

“siapp”

Yoon Na hari ini berbeda mungkin karena ini pertama kali melihatnya dengan seragam. Dia lebih terlihat manis.

“Yoon Na, apa Kyu Hyun ssi tidak mengantarmu?”

“tidak. Dia kan menjemput Lizzy. Lagipula aku selalu pergi sendiri koq.”

“Lizzy?”

“iya, itu pacar barunya. Murid baru dari Australia.”

“tapi bukankah kalian teman dekat?”

“tentu saja kami sangat dekat. Hanya saja hubungan itu bukan lagi hubungan percintaan seperti perkiraanmu.”

“tapi aku tidak mengira begitu.”

“benarka? Tapi kenapa wajahmu memerah Leeteuk ssi?”

“ya! Kau mengejekku. Hey sudah sampai, terimakasih sudah mengantarku.”

“never mind. Leeteuk, ini bekal untukmu. Jangan sampai lupa memakannya.”

Aku tertegun. Yoon Na membuatkanku bekal? Bukankah itu hanya ada dalam bayanganku saja selama ini?

“Leeteuk ! kenapa malah diam? Ini cepat ambil.”

“gomawo Yoon Na ah. Aku pasti akan menghabiskannya.”

Yoon Na meneruskan perjalanan kesekolahnya sambil melambaikan tangan padaku. Aku memandang kotak bekal itu. Perasaanku bercampur aduk. Aku bahagia karena bisa mengenal Yoon Na, tapi disisi lain hatiku sakit karena teman berbagi cerita bahagia itu pergi entah kemana. Siwon ah, harusnya kita bisa berbagi bekal ini, bekal pertama buatan Yoon Na untukku.

Aku berjalam menyebrangi lapangan basket menuju tangga ke lantai 2. Saat itu aku melihat gadis itu sedang duduk dibangku koridor kelas satu, bicara dan tertawa dengan temannya seolah semua baik-baik saja. Tapi lihat saja Go Eun Jae, aku bersumpah mulai hari ini kau akan berhenti tertawa.

 

Go Eun Jae

 

Sudah satu minggu sejak hari itu aku tak lagi melihat Siwon maupun Jung Su oppa di sekolah. Ini lebih bagus buatku, setidaknya luka hatiku lebih cepat sembuh. Tapi hari ini satu nama muncul. Pagi ini aku melihat Jung Su oppa datang kesekolah. Dia berjalan melewati lapangan basket dengan langkah santai tapi seperti ada beban dipundaknya. Wajahnya juga terlihat pucat, dia bahkan tidak tersenyum saat teman-temannya menyapa. Lalu apa peduliku??

“Eun Jae, apa kau tahu berita baru?”

“mwo?”

“Siwon mengirimkan surat pengunduran diri dari sekolah pagi ini.”

“jangan bercanda kau Hee Chul. Mana mungkin dia mengundurkan diri.”

“ya! Kau ini, bukankah kalian sahabat tapi kau malah tidak tau apa-apa.”

“dia sudah bukan teman apalagi sahabat. Bagiku dia sudah mati!”

“ya Eun Jae, kau keterlaluan sekali menyumpahi sahabatmu.”

“sudahlah! Aku mau ke perpustakaan dulu.”

Diperpustakaan aku malah memikirkan berita dari Hee Chul tadi. Dari dulu aku tahu dia suka bertindak bodoh, tapi tidak menyangka kali ini akan lebih bodoh lagi. Hanya karena ku suruh menghilang dia malah benar-benar melenyapkan diri. Dasar bodoh.

Aku kembali kekelas karena bel masuk kelas sudah berbunyi. Hm setelah ini ada presentasi essai Biologi untung saja aku sudah mengerjakannya.

“selamat pagi anak-anak”

“selamat pagi Han Geng sensei”

“baiklah, pagi ini kita akan mengadakan presentasi berdasarkan essai yang sudah kalian buat. Sekarang ayo kumpulkan essainya di atas meja.”

Aku segera membuka tasku untuk mengeluarkan tugas itu, tapi aku tak menemukannya. Aku membongkar isi tasku lagi dan juga laci tapi essai itu tetap tidak ada juga.

“Eun Jae, kau kenapa?” Tanya HeeChul yang sekarang jadi teman sebangkuku.

“essaiku hilang. Aku sudah mencarinya tapi tidak ketemu.”

“apa kau sudah mengerjakannya?”

“tentu saja! Tadi malam sudah ku masukkan kedalam tas. Kenapa sekarang malah tidak ada.”

“Go Eun Jae ssi, apa ada masalah?” Han Geng sensei menegurku.

“ehmm itu  begini sensei, essaiku hilang. Tapi aku bersumpah sudah mengerjakannya dan meletakkannya dalam tasku.”

“jadi?”

“jadi sekarang entah bagaimana dia hilang.”

“berdiri disana!”Han Geng sensei menunjuk keluar kelas.

“tapi sensei, saya sungguh” telah mengerjakannya.”

“kau tidak dengar? Tunggu di sana !”

“baik, sensei.”

Aku menyeret langkah dengan kepala tertunduk berdiri didepan koridor kelas. Aku malu sekali. Han Geng sensei guru idolaku. Dia sensei paling tampan disekolah. Semua tugas darinya selalu kukerjakan sesempurna mungkin hanya agar dapat melihatnya tersenyum dan memberikan pujian padaku. Ahh melantur apa itu barusan.

“baik anak” saya akan memberikan waktu 10 menit untuk menyiapkan diri sebelum saya panggil salah satu dari kalian” Han Geng sensei lalu menghampiriku.

“Go Eun Jae ssi, ayo ikut saya. Kita lihat hukuman apa yang bisa diberikan padamu.”

Aku berjalan mengikuti sensei dengan kepala tetap tertunduk. Tiba-tiba kami berhenti didepan kolam air mancur kecil ditengah taman sekolah.

“nah lihat itu, tolong kau bersihkan kertas-kertas itu dari dalam kolam. Saat aku kembali setelah pelajaran selesai aku mau kolam ini sudah bersih. Mengerti??”

Aku mengangguk. It’s totally disaster !! dengan kesal aku mulai membersihkan potongan kertas-kertas dari dalam kolam. 3 jam aku memastikan kolam itu bersih dari kertas-kertas sialan itu. Hingga saat tinggal selembar kertas utuh tersisa menyentakku. Itu adalah cover essaiku tentu aku sangat hafal. Aku seperti kesetanan mengacak-acak potongan kertas basah yang sudah kupunguti tadi. Tentu saja, itu benar-benar potongan essaiku. Aku terduduk lemas dipinggir kolam. Siapa yang dengan tega melakukan ini padaku??

 

Park Jung Su

 

“halo.. Hee Chul”

“ne, hyung. Sudah beres semua.”

“jeongmal? Lalu bagaimana reaksinya?”

“dia Cuma bisa duduk lemas dipinggir kolam. Bayangkan saja wajah bodohnya saat memunguti kertas-kertas itu yang ternyata serpihan-serpihan essainya sendiri.”

“haha pasti menarik bisa melihatnya sendiri ya.”

“aku siap membantumu,hyung. Kau tinggal menelpon aku saja”

“tentu. Hey malam ini kita makan di Plateu “

“baiklah,hyung. Terimakasih.

Hari ini cukup begitu saja dulu, ini baru pemanasan Go Eun Jae. Kau akan merasakan tiap detik sakitnya kehilangan saudara yang kurasakan.

 

Go Eun Jae

 

Hmm akhirnya hari Minggu juga aku bisa bersantai. Pagi-pagi aku sudah mempersiapkan peralatan pancingku. Hari ini aku ingin memancing dan melupakan semua kekesalan di otakku.

Setelah kejadian essai biologi, besoknya seragam PE ku berkibar dilapangan upacara, lalu kemarin kutemukan kecoa berkerumun keluar dari dalam tasku. Aaakkkhhh !!! oknum macam apa yang dengan brutal telah merenggut hari-hariku yang harusnya menyenangkan.

“hai…”

“siapa lagi sih?? Mengganggu orang tidur sa…”

“Yesung ssi !! ternyata benar kau. Ini aku Go Eun Jae, masih ingat?”

“oh kau rupanya. Sedang apa kau disini?”

“tenrtu saja memancing, masa menguras danau?”

“ya memang sebaiknya kau menguras danau ini lalu ganti dengan air yang lebih jernih agar aku lebih mudah menangkap ikan disini.”

“ya! Yesung ssi, tidak sopan sekali kau ini. Masa bicara pada gadis cantik seperti itu. Maafkan adikku yang tidak tau sopan santun ini nona.”

“Eun Jae ssi ini kakak laki-lakiku Lee Hyuk Jae. Hyung ini temanku Go Eun Jae.”

“annyeong Hyuk Jae oppa.”

“ennyeong Eun Jae ssi. Namamu begitu familiar ditelingaku hmm.”

“ya Hyung, kau bicara seperti itu pada semua gadis yang kau kenal kan?”

“Eun Jae ssi, ayo kita memancing bersama.”

“jangan! Hyung, kau tidak malu ya? Kau mengajak seorang gadis memancing bersama sementara kau membaca itu?” yesung menunjuk majalah ditangan hyungnya. Mataku langsung melotot lebar, aku menelan ludah.

“ya, Eun Jae ssi kita kesana saja.” Yesung berjalan mendahuluiku dan aku segera menyusulnya setelah menunduk sekedarnya pada Hyuk Jae oppa.

“yesung ssi, kenapa tidak memancing bersama hyungmu?”

“kau piker aku betah didekat hyung? Dia selalu saja bicara tentang gadis seksi dimajalahnya. Membuatku ingin muntah saja”

“haha… memangnya kau tidak suka gadis seksi ya? Kau ini tidak normal ya?”

“mwoya?? Ya! Eun Jae ssi, jangan bicara sembarangan.”

“hahhaha… aku kan hanya bertanya. Lagipula laki-laki macam apa yang tidak suka pada gadis seksi kalau bukan homo.” Tawaku makin menjadi membuat Yesung makin cemberut.

Akhirnya dia meraih sebuah gitar yang tadi disandarkannya dibelakang bangku dan mulai memainkannya. Jari-jarinnya lincah sekali dalam memainkan senar mengingatkanku pasa Siwon. Dulu dia selalu memainkan gitar dan menyanyikan sebuah lagu saat aku merasa sedih dan kesal. Hhmm Siwon ah, sebenarnya kau menghilang kemana? Ya! Go Eun Jae, apa kau merindukan pecundang bodoh itu? Biar saja dia pergi, nanti juga pasti dia akan kembali sendirinya.

“Yesung ssi, apa kau pemain music?”

“ya, biasanya aku dan seorang sahabat baikku bermain disebuah café kecil dipinggiran kota. Memang tempatnya tidak terlalu ramai tapi menenangkan.”

“benarkah? Apa kapan-kapan aku boleh kesana?”

“tentu saja.”

Begitu akhirnya kami berbicara tentang banyak hal. Yesung ternyata bukan orang yang kaku, bersamanya bicara dan tertawa terasa menyenangkan. Sampai aku tidak sadar hari telah menjelang senja.

“Yesung ssi, ikan hari ini tidak banyak hm. Aku harus pulang.”

“apa rumahmu jauh dari sini?”

“tidak koq. Aku kesini naik sepeda saja malah.”

“baiklah. Hati-hatilah dijalan. Biasanya jam segini banyak kendaraan lewat.”

“terima kasih sudah mengingatkan.”

Aku melambaikan tangan sambil berjalan menyebrangi jalan. Begitu bodohnya sampai tak menyadari apa yang akan menyambutku di sana…

 

Park Jung Su

 

Dia ada disana. Ditempat mereka berdua biasanya menghabiskan hari Minggu memancing. Tapi hari ini bukan Eun Jae dan Siwon yang kulihat. Dia sedang tertawa  dengan laki-laki lain dan sudah menggantikan tempat Siwon.

Go Eun Jae, begitu mudahnya kah menghapus sahabat yang mendukungmu sejak lama dari dalam hati dan pikiranmu? Sepanjang hari ku habiskan duduk mengawasi gadis itu. Otakku terus bekerja, apalagi yang bisa kulakukan untuk membuat gadis itu kesal, marah dan putus asa.

Akhirnya Eun Jae beranjak juga dari tempat itu, dia melambaikan tangan dengan senang pada laki-laki dipinggir danau itu. Begitu bodohnya sampai tidak melihat bahaya yang menjelang didepannya.

Aku menyaksikan semua dalam keterkesimaan saat sedan dengan kecepatan gila itu menghantam tubuh gadis itu hingga terlempar beberapa meter. Tanpa sadar aku berlari seperti orang yang kesetanan. Kupeluk tubuh lemah itu dengan erat, tak tau apa yang bisa kukatakan hanya meneriakkan namanya seperti orang gila, memohon agar matanya terbuka walau sebentar saja agar aku tau dia masih bernafas..

“Eun Jaeee !!! banguuunnn !! tolong buka matamu sedikit sajaaa!! Eun Jaeee, katakana padaku kau baik-baik saja!!!!………….

 

It’s 3.15am when I finished this Chapter haha…

Is it too long? I think so but don’t get bored to read it coz it’s so close to the end.

Keep stay tune coz Chapter 5 will coming soon.

 

Thanks to the special appearances

Han Geng sensei

Hee Chul ssi

Gamsahamnida …

 

As usual send you AngelTeuk Smile 🙂 …


Leave a comment

What If … ( Part 3)

What If ( Chapter 3 )

Cast : Go Eun Jae, Choi Siwon, Park Jung Su, Yoon Na, Yesung, Lee Hyuk Jae…

 

Go Eun Jae

 

Aku tak peduli sampai dimana, atau seberapa lelah aku berjalan. Aku ingin pergi menghilang dari semua ini, dan saat aku kembali semua akan baik-baik saja. Aku mau hari ini hilang dari hidupku jadi aku ga perlu melewatinya.

Aku benci Siwon ! Aku benci Jung Su oppa ! Aku benci kalian semuaaaaa !!!

“Aaaaakkkkkkkkhhhhhhhhhhhh !!!!”

“ya!!! Kenapa kau berteriak di sini??? Mengganggu saja..” hardik sebuah suara.

“Terserah!! Memangnya ini danau ayahmu???”

“Ya !!! aishh dasar gadis jaman sekarang, patah hati lalu berubah jadi gila.”katanya lagi.

“orang gila…” aku bersungut.

“mwo??? Jangan asal bicara, dasar gadis bodoh.”

“hey Yesung, sedang bicara dengan siapa kau???”Tanya suara lain pada laki-laki sinting ini.

“ya hyung, tidak tau nih ada gadis bar bar datang dari planet mars.”

“mwoeyo??? Kau laki-laki sinting kenapa tidak pergi saja dari sini?”

“Kau ini !…”

 

Yesung

 

Aisshh entah darimana gadis ini datang, tiba-yiba berteriak seperti orang gila mengganggu tidur ku saja.

“aku apa??” teriakknya.

“sudahlah, aku malas melayani orang gila.” Aku berbalik pergi dan menghampiri Hyuk Jae hyung yang sedang memancing sambil membaca majalah itu… ckckck hyung ku yang satu ini.

“hei, kenapa kau berteriak seperti itu pada seorang gadis?”tanya Hyuk Jae padaku.

“apakah aku yang salah? Dia itu keterlaluan, berteriak ditelinga orang.” Jawabku

“iya tapi harusnya kau mengerti dia itu pasti sedang patah hati atau semacamnya.”

“hmm mengapa kita jadi membahas dia? Sudah berapa banyak ikan yang kau tangkap, hyung?”

“belum satupun hehe…”

“mwo?? Kau sudah membaca majalah yadong yang ke-5 tapi ikan belum satupun yang tertangkap. Sini biar aku saja” aku menarik pancingan dari tangannya.

“ya! Memang dasarnya saja disini tidak ada ikannya.”

“itu karena kau terlalu asik dengan pikiran kotormu, sehingga ikan-ikan yang berjiwa suci ini tidak mau mendekat.” Aku mengomel. Lalu pergi menjauh dari Hyuk Jae hyung.

Sepertinya hari ini aku sedang sial, karena satu-satunya bangku yang kosong untuk tempat memancing sekarang sedang diduduki oleh gadis gila tadi, dengan terpaksa aku kesana lagi.

Aku duduk dengan tenang tanpa menimbulkan suara, tidak ingin menimbulkan pertengkaran mulut lagi bisa-bisa ikan disini kabur lagi. Tanpa sadar aku melirik gadis itu, dia menundukkan kepalanya dalam-dalam ahhh abaikan! Tapi beberapa kali aku tidak tahan untuk tidak meliriknya, dia mengangkat kepalanya sedikit sekarang bisa kulihat dia menahan tangis. Kesekian kali aku meliriknya lagi, kali ini tetesan bening itu sudah mengalir deras, hebatnya tangisan itu tanpa suara.

Tanpa sadar aku menyodorkan tisu yang kuambil dari dalam tas pinggangku, menyerahkannya tanpa bersuara. Ku pikir dia akan mengabaikan tanganku, tapi ternyata dia meraihnya sambil terisak pelan.

“terima kasih…” ucapnya pelan, aku terperangah benarkah ini gadis yang tadi?

“ya tidak masalah. Menangislah dengan tenang, asal jangan membuat ikan-ikan disini kabur ya, kalau tidak aku dan hyungku tidak bisa makan hari ini.” Ucapku

“baiklah…” dy berbisik pelan, ada senyum kecil tersungging diwajahnya.

Keadaan hening sekali, tapi kenapa ikan-ikan tidak mau datang juga ya? Aku mulai frustasi dengan keadaan ini, berkali-kali aku menghela napas panjang.

“kau tidak akan dapat ikan disini.” Gadis itu tiba-tiba memecah keheningan

“kenapa?”

“kau lihat bangku yang diseberang itu? Disana tempat para ikan berkumpul. Aku sering mendapat banyak ikan disana.”

“benarkah? Aku tidak percaya… memangnya kau pernah memancing?”

“tentu saja, setiap Minggu aku dan sahabatku selalu memancing disitu.”

“baiklah, mm….?”

“Go Eun Jae imnida.”

“ohh Yesung imnida. Baiklah Eun Jae ssi aku pindah keseberang saja meskipun kakiku malas sekali bergerak, ahh…”

“hehehe…” Eun Jae ssi itu tertawa pelan melihat tingkah anehku

“hey, jadi sekarang kau sudah bisa tertawa ya? Apa patah  hatinya sudah berakhir?”

“siapa yang patah hati, kau ini sok tau Yesung ssi.”

“aku bukannya sok tau, bayangkan saja bila hampir setiap hari aku menghabiskan waktu di sini dan aku sudah bertemu banyak gadis dengan kondisi sama persis dengan dirimu tadi, bahkan aku sudah pernah menyelamatkan beberapa dari usaha bodoh mereka menenggelamkan diri di danau dangkal ini.”

“hahaha… benarkah? Kau ini lucu sekali Yesung ssi haha. Bisa kubayangkan bodohnya mereka ingin bunuh diri di danau dangkal yang bahkan titik terdalamnya hanya sebatas bahuku haha…” hey dia tertawa, ternyata gadis ini manis sekali bila tertawa. Ya! Yesung, apa yang baru saja kau katakan dasar bodoh !

“ya begitulah, kadang wanita bisa sangat lemah. Patah hati satu  kali lalu bunuh diri, memangnya pria di dunia sudah punah.”

“kau benar Yesung ssi, kenapa harus menangis untuk seorang laki-laki, kalau nyatanya ada jutaan laki-laki yang lebih baik diluar sana.”

“bagus kalau kau sudah sadar. Aku pergi ke sana dulu, annyeong Eun Jae ssi.”

“annyeong Yesung ssi…” dia melambai bersemangat lucu sekali.

 

Choi Siwon

 

Aku sudah mencari Eun Jae kemana-mana, sekarang aku hampir kehabisan napas berlari. Aku tak menyangka dia ada ditempat ini. Danau tempat kami memancing setiap hari Minggu. Eun Jae berdiri ditepian danau, dia berteriak tanpa arah lalu seseorang balik berteriak padanya. Mereka bertengkar sengit dan akhirnya laki-laki itu pergi, hmm itulah Eun Jae ku keras kepala dan tak mau kalah.

Gadis itu lalu luruh dikursi pinggir danau, menunduk begitu dalam. Dari jauh pun aku bisa tau bahwa dia akan menangis, hening tangis tanpa suara khas Eun Jae. Mengapa hatiku merasa lebih sakit dari sebelumnya? Aku ingin berada disampingnya sekarang, seperti biasanya saat dia sedang menangis. Menghapus airmatanya dengan lengan bajuku dan menceritakan lelucon garing khas ku yang sekejap bisa menghapus sedihnya.

Ya Tuhan, apa aku bisa tahan melihat semua ini hanya dengan berdiri diam? Aku harus menjelaskan semua padanya sekarang, aku sudah akan maju saat kulihat seorang laki-laki duduk memancing disampingnya.

Bukankah itu orang yang bertengkar dengannya tadi. Akhirnya aku mengurungkan niatku kesana. Hanya hening yang kulihat, tapi kemudian ada yang berubah. Eun Jae mulai bicara dan tersenyum pada orang itu, bahkan sekarang dia tertawa. Aku hanya bisa berdiri diam tanpa keberanian, sementara orang asing bisa membuat Eun Jae tertawa. Choi Siwon, kau memang tidak berguna ! kau memang tidak pantas mencintainya, tapi itu bukan salahmu. Kau memang tidak pernah diajari bagaimana cara mencintai orang lain. Mianhe Go Eun Jae…

 

Park Jung Su

 

“Siwon ah. Dimana kau? Aku tidak bisa menemukan Eun Jae!” kataku ditelpon.

“Dia sudah pulang. Keadaan fisiknya baik-baik saja, hyung.” Jawab Siwon.

“baguslah. Kau sekarang dimana?” tanyaku lagi.

“aku ada didepan apartemenmu.”

“jinjja?? Kenapa tidak bilang dari tadi!” aku menutup telpon dan berseru pada Hyuk Jae.

“Hyuk Jae ah, tolong buka pintu, ada Siwon disana.”

“ye !”

“Annyeong, Hyuk Jae hyung.”

“Annyeong Siwon ah. Ayo masuk.”

“terima kasih,hyung.”

“hey, kenapa wajahmu pucat begitu? Aku heran setiap kali kau kemari dalam kondisi kacau. Apakah di sekolah kau kerja rodi?” aku mendengar celotehan Hyuk Jae.

“Papo ya! Kau ini berisik dan sok tahu sekali! Sana nonton saja.”aku menjitak kepalanya sekali.

“kenapa sih kau selalu menjitak kepalaku?” protesnya.

“Itu bagus, karena setiap kali aku menjitak kepalamu, 1 pikiran yadong akan gugur ke lantai. Setidaknya otakmu akan sedikit bersih.”

“huh dasar”

“sudah diam ! hei Siwon, apa kau sudah makan? Mau kubuatkan sesuatu?”

“tidak usah,hyung. Aku boleh numpang istirahat?”

“kekamarku saja kalau begitu.”

Aku terus memandangi anak itu sampai dia hilang dibalik pintu kamarku. Choi Siwon memang bodoh, putus asa karena begitu mencintai seorang wanita yang tidak mencintainya.

Siwon adalah anak yang kuat,tidak pernah menyerah pada apapun. Tapi nyatanya dia tetap manusia biasa yang takluk oleh cinta. Aku iri padanya, apakah cintaku pada Yoon Na sebesar cintanya pada Eun Jae?

“Hyung, ada apa?” Hyuk Jae menepuk bahuku.

“apakah otakmu bisa menerima meskipun nanti aku beritahu masalahku?”

“Hyung, jangan begitu. Kepalaku ini bukan hanya berisi yadong saja. Biar begini aku masih bisa serius. Kalau boleh kutebak ini masalah wanita kan?”

“iya, kau benar.”

“apa Siwon sedang patah hati?”

“masalahnya tidak sesederhana yang kau pikir, karena itu akupun sulit menjelaskannya padamu.”

“apakah ini kasus mencintai gadis yang salah diwaktu yang salah?”

“ya begitulah kira-kira. Tumben otakmu bekerja dengan cepat?”

“Tragis sekali. Lalu ini ada hubungannya denganmu juga kah, hyung?”

“gadis itu jatuh cinta padaku”

“apa??? Bodoh sekali gadis itu. Apa yang dia lihat dari orang sepertimu, hyung”

“maksudmu apa?”

“hehehe… lalu masalahnya apa? Kau suka pada gadis itu dan membuat Siwon patah hati?”

“bukan, bodoh! Gadis itu menyukaiku dan Siwon tau itu, jadi dia menyuruhku berpura-pura menyukai gadis itu”

“dan kau bersedia?”

Aku mengangguk.

“ah tega benar kau,hyung. Apa gadis itu tau?”

“awalnya tidak tau. Lalu tadi siang dia tidak sengaja mendengar percakapanku dan Siwon. Aku tidak setega itu, aku terpaksa membantu Siwon. Kau tau sendiri aku tidak bisa menolak permintaan Siwon. Andai saja aku tidak membantu rencana bodoh itu mungkin sekarang gadis itu tidak akan membenci Siwon.”

“mau bagaimana lagi,hyung. Berdoa saja semoga gadis itu mau memaafkan kalian.”

“semoga. Whoaamm aku mengantuk, besok kita bicara lagi.”

“hey hyung, tidak mau lihat dvd baruku?”

“ada lagi?”tanyaku, Hyuk Jae mengangguk. “kau ini lama-lama membuatku takut, Hyuk Jae ah. Silahkan menonton sesukamu asal jangan melakukan hal aneh atau berexperimen dengan film-film itu. Arasseo ??”

“tentu saja tidak,hyung. Ini kan Cuma hobi.”jawab Hyun Jae santai.

Aku Cuma bisa menggelengkan kepala. Itulah mengapa aku tak pernah mengijinkan ibuku berkunjung ke apartemenku. Dia bisa sakit jantung bila masuk kesarang yadong ini.

 

Go Eun Jae

 

Haruskah aku berangkat sekolah hari ini? Bila aku pergi maka pasti aku akan bertemu 2 orang paling memuakkan dalam hidupku, Choi Siwon dan Park Jung Su. Kalau mampu akan kuhabisi mereka berdua dengan tanganku sendiri.

“Eun Jae, ayo cepat berangkat, ayah sudah menunggumu daritadi.”

“iya, bu” aku menyeret langkah dengan malas.

Saat aku tiba dikelas Siwon sudah ada dikursinya tepat disebelah kursiku tentunya. Dia menyandarkan bahunya kedinding, pandangannya kosong tertuju keluar jendela. Aku mangabaikan semua itu, dengan santai meletakkan tas lalu duduk. Ku keluarkan sebuah buku dan mulai membaca. 5 menit lagi ulangan fisika dimulai. Siwon baru tersadar dari lamunannya saat guru fisika menggebrak mejanya. Wajahnya kaku dan pucat lalu terlihat lebih shock lagi saat melihatku. Tapi dia hanya diam dan meminta maaf sekilas lalu sibuk mengerjakan ulangannya.

Saat jam istirahat aku mengeluarkan ipod dan memasang headphone. Sedang tak ingin mendengar apapun dari siapapun. Siwon beranjak dari tempat duduknya lalu keluar, beberapa menit kemudian dia kembali membawa bolu favoritku dari kantin sekolah dan sebotol air mineral dan meletakkannya di mejaku.

Mwo?? Dia pikir aku mau menerimanya? Mimpi saja kau! Aku menyingkirkan semua itu dari mejaku, sekarang semua sudah berserakan di lantai. Siwon dengan tenang membersihkan semua kotoran dilantai, diiringi tatapan ingin tau dari anak-anak lain. Aku tidak peduli, bagiku Choi Siwon sudah bukan lagi sahabat maupun bagian hidupku.

 

Choi Siwon

 

Hari ini Eun Jae datang ke sekolah, matanya agak sembab mungkin tadi malam dia menangis lagi. Aku sangat ingin menanyakan keadaannya, tapi aku tau dengan jelas dia tidak ingin lagi bicara denganku. Dia tidak pergi ke kantin, jadi aku membawakan makanan favoritnya tapi dengan sekali sentakan dia menyerakkan semuanya ke lantai. I deserve it. Maaf Eun Jae. Aku memilih untuk pergi dari hadapannya karena kini semua anak memandang kami.

Saat akan melewati koridor depan ruang mading ada yang menahan lenganku.

“apa kau bodoh, Siwon?” Leeteuk hyung memandang tajam

“Leeteuk hyung, apa yang kau lakukan?”

“naega papo ya??? Hah? Leeteuk hyung meninggikan suaranya, itu mengundang perhatian anak-anak lain.

Leeteuk hyung lalu menarik lenganku dengan kasar memasuki ruang mading.

“you lost your mind???” Leeteuk hyung membentak tepat didepan wajahku.

“bukankah aku pantas menerima semua perlakuan buruk atas semua kebodohanku,hyung?”

“tapi bukan begini caranya. Bagaimanapun kau ini laki-laki tidak pantas diperlakukan serendah itu oleh seorang gadis. Meskipun kau begitu mencintainya tetap saja aku tidak bisa melihatmu diperlakukan seperti tadi.”

“hyung, coba pikirkan bagaimana sakitnya perasaan Eun Jae saat ini? Dia juga pasti merasa sangat malu telah dipermainkan olehku, bahkan aku juga melibatkan hyung dalam masalah ini. Sekarang aku hanya punya rasa bersalah, apapun akan aku lakukan untuk memperbaiki semuanya.”

“aku tak mengerti..”

Leeteuk hyung meningggalkanku sendiri diruangan itu. Aku luruh dikursi ruangan itu dan memikirkan Eun Jae, semua sakit yang sudah kutimbulkan buatnya apakah masih pantas semua itu disebut cinta? Hyung benar, dengan diam tidak akan memperbaiki keadaan, aku harus mengeluarkan keberanian yang ku punya untuk berhadapan dengan Eun Jae dan menjelaskan semuanya.

 

Go Eun Jae

 

Anak-anak di kelas masih berbisik-bisik ria dibelakangku, bahkan ada yang terang-terangan menanyakan apa masalahku dengan Siwon. Mereka mendadak hening saat Siwon masuk kelas dengan wajah kusut. Dia memandang sekeliling yang balas menatapnya dengan tatapan ingin tahu. Akhirnya dia hanya menghela napas dan kembali duduk.

Sepanjang pelajaran terakhir aku berusaha keras menumpukan perhatian pada penjelasan guru kimia. Akhirnya bell pulang berbunyi juga. Satu hari berat telah berakhir, aku mempercepat langkah di koridor kelas 1. Tiba-tiba ada yang menahan langkahku, Siwon lalu sudah berdiri dihadapanku.

“mau apa kau?”bentakku sambil mengibaskan tangannya.

“Eun Jae, tolong sekali ini maukah kau mendengarkan penjelasanku?” pintanya.

“Choi Siwon ssi, yang kudengar kemarin sudah cukup jelas. Apa kau mau menyakiti hatiku lebih dalam lagi dengan mengulangi ceritamu?”

“Eun Jae, maafkan aku…” Siwon belum sempat melanjutkan perkataannya ketika aku melayangkan  tamparan ke wajahnya.

“kau jangan pernah lagi menampakkan wajahmu di hadapanku, atau aku lebih baik buta daripada harus melihatmu!!!”

 

Choi Siwon

 

Sebegitu bencikah kau padaku Go Eun Jae. Kau tidak mau mengakui kehadiranku meski aku tetap duduk disampingmu. Kau menolak bicara padaku, membuang apapun yang kuberikan padamu. Dan kini untuk melihat wajahku saja kau tidak mau, bahkan kau lebih memilih buta daripada harus melihatku?

Eun Jae, kau tau aku tidak pernah menolak apapun permintaanmu. Apakah kau akan bahagia lagi bila aku tidak ada disisimu, apa kau akan tersenyum kembali bila tak lagi melihat wajahku?

Semoga saja…

 

Park Jung Su

 

Go Eun Jae sudah keterlaluan kali ini, bagaimana bisa dia menampar Siwon di depan semua anak kelas 1? Gadis itu benar-benar sudah gila, tapi apa yang bisa kulakukan. Aku tak mungkin menyentuhnya, karena menyakitinya sama saja dengan menambah luka dihati Siwon. Tapi besok aku tak akan membiarkan dia berbuat seperti itu lagi pada Siwon.

Keesokan paginya aku sengaja datang menjemput Siwon dirumahnya, aku sudah hamper 10 menit didepan pintu tapi tak ada jawaban dari dalam sana.

“Jung Su ssi, apa kau mencari Siwon ah?” aku terkejut karena suara itu.

“ohh Yoon Na ssi, iya aku sudah memanggilnya dari tadi tapi tak ada respon.” Aku gugup.

“sepertinya dia sudah pergi pagi-pagi sekali tadi. Dia menyapaku sekilas lalu pergi.”

 

“pergi? Sepagi itukah? Hmm mungkin dia sudah berangkat kesekolah.”aku sudah akan beranjak

“tunggu. Kesekolah katamu? Tapi tadi dia tidak memakai seragam. Hanya pakaian kasual dengan ransel.”

“apa? Kau yakin Yoon Na ssi?”

“tentu saja. Tapi wajahnya terlihat kacau sekali, apakah dia dalam masalah?”

Aku tak menjawab, secara reflex aku meraih hp dan mencoba menghubungi nomor Siwon, tapi ternyata tidak aktif, lalu kutelpon Hyuk Jae, ternyata dia juga tidak ke apartemenku. Aku semakin khawatir, kemana anak itu pergi?

“maaf, Jung Su ssi, apakah dia dalam masalah?”

“maafkan aku Yoon Na ssi mengabaikanmu. Dia sedang bertengkar dengan sahabatnya, Eun Jae. Sekarang aku tidak tau apa yang ada dalam pikirannya. Dia pasti pergi kesuatu tempat, bagaimana aku bisa masuk kedalam rumah ini untuk mencari informasi? Huh”

“Eun Jae?? Bagaimana mungkin, mereka sahabat baik. Apakah separah itu?”

“ini cukup rumit untuk kujelaskan dalam kondisi seperti ini.”

 

“biar kulihat…”Yoon Na mengangkat sebuah pot lalu meraba dasarnya

“ahaaa, ini dia kunci rumahnya. Aku sering melihatnya meletakkan kunci disini.” Yoon Na lalu menyerahkan kunci itu padaku.

“terima kasih banyak Yoon Na ssi.”

Aku membuka pintu segera dan langsung menuju kamar Siwon diikuti Yoon Na, sebenarnya aku gugup sekali didekatnya tapi saat ini yang ada dipikiranku hanya Siwon jadi aku agak mengabaikan kehadirannya yang nyata-nyata didepanku.

Aku sudah memeriksa semua bagian rumah itu tapi tak ada tanda-tanda kemana tujuan Siwon, aku bertambah depresi karena keadaan ini…

“aakkkhhh !!!” aku berteriak putus asa, membuat Yoon Na terlonjak kaget.

“Jung Su ssi, kau baik-baik saja.”

“tidak untuk saat ini Yoon Na ssi. Aku benar-benar bisa gila.”

“kau harus tenang…”

“bagaimana mungkin aku bisa tenang sementara aku tak tau Siwon akan melakukan hal gila apa lagi!!” aku emosi hingga membentak Yoon Na

Aku segera menyadari perkataanku terlalu keras pada Yoon Na

“Yoon Na ssi maafkan aku. Aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya…”

“aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tentu dia seperti adik sendiri bagimu, dan saat seperti ini kau sangat mengkhawatirkannya.”

“Siwon tak punya siapapun kecuali keluargaku. Cukup satu kali dia ditinggalkan orang yang dicintainya, kenapa dia harus mengalaminya lagi?”

“apakah kau tau tempat-tempat yang sering dikunjungi Siwon?”

“hanya beberapa saja, tapiii… tunggu, aku harus menemui seseorang dulu sekarang.”

“biar aku temani. Kau sedang kacau, tidak baik bila menyetir sendiri.”

Oh Tuhan, aku tak percaya yang berkata seperti itu barusan adalah Yoon Na, gadis yang kusukai sejak lama, yang tak pernah berani ku sapa apalagi nyatakan cinta. Aku hanya bisa menganngguk lemah. Dia mendorongku ke kursi penumpang depan sementara dia menyetir, aku menyuruhnya untuk kesekolah, aku harus menemui Eun Jae. Aku harus tau apa yang dikatakannya kemaren saat insiden tamparan itu hingga membuat Siwon menghilang.

Saat mobil berhenti aku langsung melompat turun mencari Eun Jae begitu menemukannya aku langsung menghampirinya. Wajahnya terlihat tidak senang saat melihatku, tapi siapa yang peduli.

“apa yang kau katakan pada Siwon kemarin?”

“bukan urusanmu!!”

“begitu?? Baiklah bagaimana kalau begini…” aku menyeret gadis itu hingga kelapangan dan menahan lengannya dengan kuat.

“mau apa kau?”

“cepat katakan padaku atau kau akan mananggung malu seumur hidupmu atas apa yang akan aku lakukan sekarang.”

“kau tak akan berani melakukannya Park Jung Su!!”

“baiklah, kau memang keras kepala seperti cerita Siwon rupanya.” Aku menarik salah satu lengan bajunya hingga robek besar, lalu tersenyum sinis melihat wajahnya shock, gadis ini memang harus diberi pelajaran.

“Jung Su ssi, yang kau lakukan??” Yoon Na berteriak dibelakangku.

“Yoon Na ssi, tetaplah ditempatmu. Gadis ini harus diberi pelajaran bagaimana caranya menghargai orang lain yang menyayanginya. Sekarang kau mau katakana atau tidak?”

“aku menyuruhnya menghilang dari hadapanku selamanya !! karena aku lebih baik buta daripada harus melihatnya.”

Satu tamparan tanpa sadar dari tanganku, teganya gadis ini mengatakan hal itu pada orang yang sangat mencintainya.

“Jung Su ssi, apa yang telah kau lakukan? Oh tidak, apa kau tidak apa-apa Eun Jae ssi?” Yoon Na berteriak panic.

Aku hanya bisa terpaku diam, Eun Jae pun begitu shock atas apa yang kulakukan. Aku tersadar seketika dan menarik tangan Yoon Na.

“Yoon Na ssi, sekarang kita harus mencari Siwon, sebelum sesuatu yang buruk terjadi padanya.”

“tapi Jung Su ssi, dia…”

“untuk apa peduli pada gadis tak berperasaan seperti dia? Aku bersumpah bila terjadi hal buruk pada Siwon maka bisa kupastikan kau akan hidup dalam penyesalan Go Eun Jae. Ingat kata-kataku !!”

 

Go Eun Jae

 

Aku tak percaya ini semua nyata, hal yang baru saja terjadi antara aku dan Jung Su Oppa. Aku tak pernah melihatnya begitu marah. Ada kesedihan dan kemarahan yang bercampur dimatanya saat dia menatapku tajam.

Aku bersumpah bila terjadi hal buruk pada Siwon maka bisa kupastikan kau akan hidup dalam penyesalan Go Eun Jae. Ingat kata-kataku !!

Apa maksud semua ini, apa yang terjadi pada Siwon?? Kenapa Jung Su begitu panic dan marah serta putus asa…

 

 

Watch outtt hehehe…

I finished it at 2.45am you know

 

Thanks guys for stay tune here

get more fun on the next Chapter yoowww

Kyu Hyun and Yesung will return on next chapter byeee

 

AngelTeuk Kiss mmmuuaaaccchhhh…. 🙂


Leave a comment

What If … ( Part 2)

What If (Chapter 2)

Cast : Choi Siwon, Park Jung Su, Go Eun Jae, Yoon Na, Cho Kyu Hyun

 

 

Go Eun Jae

 

Aku tidak percaya ini, semua orang sedang memandangi aku dan Jung Su sunbae. Hari ini dia mengajakku makan siang bersama di kantin kelas 3. Aku merasa agak takut awalnya, tapi tiba-tiba saja dia menggandeng tanganku dan sejujurnya itu agak menenangkan buatku.

“Eun Jae, ayo duduk sini. Hey kau ayo sana pindah !”

“Oppa, apakah tidak apa-apa?”

“tentu saja. Memangnya siapa yang berani mengganggu kita? Sudah cepat duduk dan kau mau makan apa?”

“aku mau….” Tiba-tiba hp ku berdering

“ye Siwon ah. Ada apa? Oh aku sedang makan dikantin kelas 3. Hmm dengan Jung Su oppa, maaf ya membuatmu menunggu. Baiklah bye…”

“siapa?”

“bukan siapa-siapa.”

“bukankah itu Siwon? Dia sahabatmu kan? Kenapa kau bilang bukan siapa-siapa?” Jung Su oppa menatap tajam.

“hm iya tapi tidak ada yang penting.”

“ohh begitu. Aku sudah pesankan kau mie ayam dan teh hangat.” Jung Su sunbae terlihat tidak senang.

“oppa, apa kau sedang ada masalah?”

“mwo? Aku tidak apa-apa. Jadi bagaimana ujian hari ini?”

“tentu saja aku bisa, aku kan sudah belajar itu juga karena paksaan Siwon. Dia bilang oppa tidak suka gadis bodoh.”aku nyengir.

“ya memang, aku paling benci gadis bodoh ! lalu ceritakan tentang Siwon padaku, sejak kapan kalian bersahabat?”

“kenapa bertanya tentang dia, bukankah lebih baik membicarakan tentang kita saja?” ucapku

“begitukah?”

“ya, lagian dia tidak penting untuk dibahas.”

“baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, aku lupa kalau ada janji diruang mading. Bye…”

Jung Su sunbae meninggalkan aku begitu saja tanpa menoleh, wajahnya terlihat kaku seperti menahan kemarahan. Aku jadi tak berani untuk menahannya.

 

Park Jung Su

 

Apa-apaan gadis itu? Dia menganggap Siwon bukan hal penting? Bukankah Siwon itu sahabatnya, bahkan orang yang sangat mencintainya. Aku tidak habis pikir bagaimana Siwon bisa jatuh cinta pada gadis yang sama sekali tidak menganggap penting kehadirannya.

“Siwon ah, aku ingin bicara!”

“memangnya ada apa? Kenapa menemuiku disekolah begini, nanti bisa ketahuan tau hyung!”

“aku tidak peduli! Aku ingin kau jawab 1 pertanyaanku, apa yang kau suka dari gadis itu?”

“aku tidak tau hyung. Aku hanya senang bersamanya, hanya dia yang membuat aku merasa dibutuhkan. Meskipun…”

“meskipun dia menganggap keberadaannya tidak penting saat dia tidak membutuhkanmu?”

Siwon mengangguk lemah, dasar idiot ! aku berbalik lalu pergi.

Choi Siwon

 

Aku melihat Eun Jae melamun di mejanya, tatapannya kosong keluar jendela. Apa yang terjadi padanya? Pasti ada hubungannya dengan Jung Su.

“Eun Jae, heiii…” aku menyapanya.

“Siwon ah, darimana saja kau?”

“aku dari perpustakaan. Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat tidak senang?”

“kenapa aku merasa Jung Su oppa sepertinya sangat tidak menyukaiku?”

“tidak mungkin begitu, mungkin itu hanya perasaanmu saja. Hey lihat ini…” aku menyodorkan sekotak cokelat padanya.

“ini dari Jung Su sunbae, aku bertemu dengannya saat lewat ruang mading, dia minta maaf karena telah meninggalkanmu saat makan siang.”

“benarkah? Aku tidak percaya ini. Terima kasih Siwon ah.” Sekarang dia tersenyum, itu sudah cukup bagiku.

Eun Jae, aku tidak tahu sampai kapan aku sanggup berpura-pura menjadi sahabatmu. Semakin lama rasa sakit ini menggerogoti hati dan pikiranku, tapi setiap saat kau tersenyum padaku rasa sakitnya bahkan makin menggila, karena aku tahu senyum itu untuk orang lain.

Aku mungkin sebodoh yang dikatakan Leeteuk hyung, tapi aku bahkan tak akan sanggup bila kau nantinya menolakku. Kau pasti akan mulai menjauh dariku.  Saat ini yang penting adalah kau tetap disisiku, menjadi penyemangatku meski disaat yang sama menghancurkan hatiku. Aku hanya ingin selalu ada saat kau membutuhkanku tidak peduli apa yang dikatakan orang lain bahwa kau hanya memanfaatkanku aku bersedia.

 

“Siwon ah, kau baru pulang…” Yoon Na tetangga depan rumahku menyapa saat aku berjalan pulang sekolah.

“ye Yoon Na noona, sedang apa kau disitu?”

“aku sedang merawat bunga mawar putih baruku.”

“wah indah sekali kau baru membelinya?”

“tidak. Aku juga tidak tau tadi pagi-pagi ada yang mengantarkannya padaku tapi tidak ada nama pengirimnya.”

“benarkah? Wah kau beruntung sekali punya pengagum rahasia.”

“ah kau ini. Hey Siwon ah kenapa terlihat pucat hari ini?”

“oh aku kelelahan, setelah ujian aku berlatih gitar selama 3 jam.”

“wah kau ini terlalu memaksakan diri, jagalah kesehatanmu.”

“ye noona. Baiklah aku masuk dulu.”

Aku melambaikan tangan sekilas lalu masuk kedalam rumah. Hmm pantas saja Leeteuk hyung begitu menyukainya, selain cantik Yoon Na noona juga berkepribadian menarik serta ramah. Oww jadi sekarang dia sudah berani mengirimkan bunga pada Yoon Na bagus juga perkembangannya.

“halooo… Siwonn ah”

“ya Leeteuk hyung, jangan berteriak seperti itu. Kenapa kau sudah ada dirumahku?”

“hehehehe… eh tadi kudengar kau berbicara dengan Yoon Na ya? Bilang apa dia?”

“oww tidak ada, dia Cuma menanyakan kabarku koq”

“kau ini dasar!!! Aku tadi dengar semuanya tau!”

“ya sudah kalau begitu, untuk apalagi kujelaskan.”

“iya ya benar juga kau ini. Hey cepat ganti baju aku mau traktir kau makan pizza.”

“wahh dalam rangka apa?”

“karena Yoon Na mau menerima bunga pemberianku…”

“haha baiklah hyung. Tunggu saja di teras sekalian kau mengintip gadismu.”

“ya kau tahu saja hehe”

 

Park Jung Su

 

Tadinya aku sebel sekali hari ini karena masalah yang ditimbulkan Siwon dalam hidupku, tapi semuanya berubah hanya karena satu senyuman. Yoon Na, gadis itu adalah matahari buatku membuat hari-hariku berbeda mengajarkanku artinya merindukan seseorang. Hari ini dia tersenyum karena bunga mawar putih yang kukirimkan tadi pagi.

Saat ini aku bisa melihatnya sedang tersenyum memperhatikan bunga itu yang baru saja selesai dipindahkanny ke pot bunga. Memang aku sengaja memberikannya berupa tanaman mawar putih agar dia merawatnya dan tidak pernah layu. Aku duduk diteras rumah Siwon dalam diam meski sesungguhnya aku ingin sekali menghampirinya dan mengatakan padanya bahwa aku menyukainya. Khayalanku jadi kabur semua saat Siwon menepuk pundakku.

“Hyung, ayo pergi aku sudah siap nih.”

“baiklah.”

 

Kami beranjak menuju mobilku, sesaat sebelum aku masuk mobil Siwon berseru

“Noona, maukah kau ikut makan pizza bersama kami?”

“Pizza??? Sekarangkah?”

“Ye noona. Bagaimana?”

“sangat ingin sekali hehe tapi mianhe Siwon ah, aku sudah ada janji dengan seseorang dia akan datang…” tiit tiitt bunyi klakson mobil yang berhenti didepan rumah Yoon Na. seorang laki-laki keluar dari mobil itu lalu menghampiri Yoon Na dan merekaaaa cipika cipiki pula.

“Baru saja aku membicarakanmu…” kata Yoon Na pada laki-laki itu.

“Benarkah? Apa aku terlambat?”tanya laki-laki itu padanya.

“Tentu saja tidak. Baru saja Siwon mengajakku makan pizza bersama, tapi sayang sekali kita sudah ada janji.”

“Maaf ya Siwon ssi.” Laki-laki itu membungkukkan badan sedikit sambil tersenyum padaku dan Siwon.

“Siwon ah, ini Cho Kyu Hyun dia teman baikku. Kyu Hyun, ini Choi Siwon tetanggaku yang baik hati.” Uh aku dicuekin !

“Salam kenal Kyu Hyun ssi. Dan ini sepupuku Park Jung Su.” Sapa Siwon

“Salam kenal” sapaku, ternyata masih ingat juga kalau aku ada disini. Aku tersenyum pada laki-laki itu dengan terpaksa dan senyum paling mautku buat Yoon Na.

“Ya baiklah kami pergi dulu ya noona, Kyu Hyun ssi.”

“hati-hati di jalan Siwon ah, Jung Su ssi…” Oh Tuhan dia menyebutkan namaku untuk pertama kalinya dan melambaikan tangan, aku hampir melompat kegirangan tapi tetap saja kehadiran laki-laki bernama Kyu Hyun itu mengganggu pikiranku.

“kau kenapa hyung?”

“siapa sih Kyu Hyun itu? Tampangnya menyebalkan sekali.”

“haha kau cemburu ya?”

“tentu saja. Kau bilang dia tidak punya pacar, tapi apa yang barusan kulihat???”

“tenanglah, lagipula kan dia sendiri bilang hanya teman dekat. Sudah ayo habiskan pizza mu itu.”

Go Eun Jae

 

Ujian hari ini berat sekali, untunglah Siwon sudah mengajariku kemarin. Sekarang aku ingin ke toko dvd langgananku untuk membeli dvd drama korea terbaru huhu…

“Eun Jae… mau kemana kau?”

“aku mau ke toko dvd langgananku. Boleh ya, bu?”

“ok tapi setelah dari situ belikan pizza buat makan malam kita ya, ini uangnya.”

“baiklah… byee”

Aku sudah berkeliling 2 jam di toko tapi akhirnya hanya membeli satu judul karena Cuma itu yang terbaru. Sekarang aku harus mampir lagi kerestoran pizza huh. Restorannya ramai sekali hari ini daripada berdiri antri lebih baik aku pesan minum dulu supaya bisa duduk. Aku memilih tempat di pojok ruangan tempat deretan sekat-sekat sofa disamping jendela sambil menikmati lemon tea ku.

Didepannya sepertinya ada 2 orang laki-laki tengah berbicara tapi kepalanya tertutup oleh sekat, aku masih bisa mendengar suara mereka yang sepertinya sedang serius nadanya. Tapi aku merasa mengenali suara itu, tapi sudahlah abaikan.

“hyung jangan cemburu begitu, mereka Cuma berteman, kalau hyung mau nanti aku cari info lebih lanjut tentang mereka, Ok. Sudah jangan ngambek begitu donk” suara 1 merayu…

“yaa!! Bagaimana aku tidak cemburu, laki-laki itu cipika cipiki segala didepan mataku. Kau lihat bagaimana Yoon Na tersenyum padanya?” suara 2 sedang kesal.

“iya aku juga lihat tapi dia kan juga tersenyum padamu.” Suara 1 lagi.

“ya!!! Tetap saja aku cemburu Siwon ah !” suara 2 tambah kesal. Ha??? Siwon ah???

“Leeteuk hyung, kau ini bersikap seperti anak kecil saja” suara 1 memang benar Siwon, tapi dengan siapa? Leeteuk hyung?

“kalau begini aku tidak mau membantumu lagi.” Suara Siwon lagi.

“oww jadi begitu? Aku juga tidak mau membantumu mendekati Eun Jae lagi, bagaimana menurutmu?” suara 2 mengancam. Siapa sih dia, kenapa dia bilang mendekatiku?

“Hyung, kau jangan begitu. Kau akan menyakiti hatinya kalau sampai dia tahu kau menerimanya atas permintaanku.”

“kau duluan sih yang mengancamku uh. Lagipula Siwon ah, kenapa tidak hentikan saja ide bodohmu ini dan nyatakan perasaanmu yang sebenarnya pada Eun Jae, apa bedanya sekarang dan nanti kalau akhirnya aku hanya memberi harapan palsu itu lebih menyakitkan buatnya. Aku tidak mungkin menyukainya karena hanya Yoon Na yang sekarang ada di hatiku.”

“Hyung, dia tidak menyukaiku, dari awal hanya kau. Cuma kau yang ada di hatinya, tolong jangan perdebatkan itu lagi. Sekarang kembali ke awal saja, kau bersama Eun Jae buat dia tersenyum dan aku akan mendapatkan Yoon Na buatmu !”

Aku sudah tidak tahan lagi mendengar pembicaraan ini, sapa sebenarnya Leeteuk yang dipanggil hyung oleh Siwon sejak tadi ??? aku bangkit berdiri dan menghampiri meja di depanku.

Benar disitu ada Siwon dan yang tak bisa kupercaya adalah Jung Su opppa yang duduk dihadapannya. Jadi orang yang bernama Leeteuk itu adalah Park Jung Su oppa??

Wajah-wajah didepanku sama shocknya denganku, terlebih Siwon memucat tanpa ekspresi. Jadi semua yang mereka omongkan tadi adalah benar tentang aku. Bagaimana mungkin sahabatku tega berbuat seperti ini padaku??? Aku meraih gelas berisi soda di meja mereka dan refleks menumpahkannya ke wajah Siwon lalu pergi tanpa menghiraukan teriakan Jung Su oppa yang memanggil-manggilku…


Leave a comment

What If… ( Part 1 )

 

What If ( Chapter 1)

 

The writer : EunJae_Joongie

Cast : Choi Siwon, Park Jung Su, Go Eun Jae, Lee Hyuk Jae (unimportant charct actually)

Genre : Romance


 

 

Choi Siwon

 

Gadis itu selalu tersenyum manis saat menatapnya, tapi mengapa tidak padaku? Apa karena aku hanya sahabatnya? Go Eun Jae, aku tidak mengerti jalan pikiranmu.

“Siwon …”

“hai, Eun Jae. Bagaimana rencanamu hari ini?”tanyaku

“semuanya sesuai jadwal. Kau sendiri sudah siapkah?”

“yah mau bagaimana lagi, apa aku harus mengecewakan orang yang menelponku pukul 3 pagi?”

“aduhh jeongmal mianhe cingu, ini penting sekali buatku.”

“ya aku tahu…”. Aku berjalan mendahului Eun Jae menuju tempat dimana adegan yang sebenarnya ku anggap bodoh itu akan dimulai.

Aku tahu mungkin aku terlalu lemah untuk mengatakan pada Eun Jae bahwa rencananya ini sangat bodoh dan hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi percuma aku jadi sahabatnya kalau tidak memahami sifat keras kepalanya.

Kami sudah mendekati lapangan basket, bisa kurasakan tangan yang menggandengku makin gemetar.

“tenanglah sedikit Eun Jae, kau malah membuatku takut.”

“aku benar-benar gugup Siwon”. Suara Eun Jae bergetar.

“apa kau mau mundur sekarang?” tanyaku lagi

“mwo??? Tidak bisa, tentu saja tidak. Aku sudah merencanakannya 3 bulan ini.”

“baiklah kalau begitu lanjutkan, jangan memegangi lenganku sekeras itu sakit tau !”

“maaf…”

Kami akhirnya sampai juga ditengah lapangan basket yang sekarang ditempati murid kelas 3 IPA 1. Aku menghentikan langkah sambil menelan ludah…

“maaf, permisi sunbae bisa kita bicara sebentar” sapaku pada semua kakak kelas yang sedang bermain di lapangan.”

“hey Siwon, ada apa?”

“hmm begini, ini sahabatku Go Eun Jae hari ini dia akan mengatakan sesuatu yang penting dan dia akan mengumumkannya di lapangan ini sekarang” aku coba berbicara dengan tenang meskipun aku sadar sepasang mata tajam tengah menatapku.

“hey guyss berhenti bermain sebentar, kita persilakan Eun Jae ssi untuk menyampaikan sesuatu. Nah Eun Jae ssi silahkan.”

Eun Jae keluar dari balik punggungku dengan memegangi sebuah kertas yang mungkin sudah 3 bulan lalu mulai ditulisnya. Dengan langkah pasti dia menghampiri senior yang paling diseegani di kelas 3.

“Park Jung Su sunbae, sebenarnya aku ingin memberikannya saja padamu tapi aku lebih ingin mengatakannya sendiri padamu. Apakah kau mau mendengarnya?”

 

“jadi itu untukku?” tanya Jung Su agak kaget (yang sebenarnya hanya pura-pura).

“ya…” jawab Eun Jae gugup

 

“hmm begini Eun Jae ssi, aku tidak suka urusanku diketahui orang banyak jadi lebih baik kau berikan kertas itu padaku biar aku membacanya sendiri.” Jung Su menarik kertas dari tangan Eun Jae dan mulai membacanya, membuat Eun Jae sendiri terperangah.

waktu berjalan terasa lambat, Eun Jae cemas menanti respon dari Jung Su sunbae. Setelah hampir 15 menit berlalu akhirnya Jung Su mengangkat kepalanya dari lembar-lembar kertas itu lalu menatap Eun Jae. Kini semua orang menatap mereka, wajah-wajah itu terlihat penasaran dengan ekspresi Jung Su.

 

 

Go Eun Jae…

Oh Tuhan apa yang sudah aku lakukan, dia terus membaca kertas-kertas itu dengan berbagai ekspresi. Tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan menatapku dengan wajah serius. Dan tanpa aku duga dia memelukku, aku beku tak bereaksi serasa seluruh aliran darahku berhenti mengalir karena otakku berhenti bekerja. Begitu dia melepaskan pelukannya tubuhku yang tadi beku seketika lemas dan nyaris melorot ke tanah untunglah Siwon memegangi lenganku.

“well Eun Jae ssi aku sangat terharu dengan kisah cinta yang kau tulis di 5 lembar kertas itu, sungguh sesuatu yang brilian. Bahkan tidak ada kosa kata maupun grammar bahasa inggris yang salah. Berapa lama kau menulisnya?” tanya Jung Su sunbae lembut

“mm 3 bulan.” Jawabku dengan pelan.

“wahh kau memang berbakat Eun Jae ssi. Aku sangat terhormat bisaa membantumu menilai kisah cinta ini. Sebaiknya kau segera kirimkan tulisan ini kemajalah sekolah kita  kebetulan aku kenal dengan pengurusnya.”

Aku terperangah tak percaya, apa yang baru saja dikatakan oleh Jung Su sunbae bukanlah jawaban yang aku harapkan. Belum habis keterkejutanku dia melanjutkan kata-katanya…

“teman-teman, kalian jangan penasaran seperti itu. Eun Jae ssi ini adalah penulis junior, dia baru saja membuat sebuah kisah cinta yang akan diterbitkan dimajalah sekolah kita dan dia meminta pendapatku sebagai senior tertinggi. Dan aku sudah membaca karyanya yang benar-benar bagus jadi kalau kalian penasaran tunggu saja kisahnya dimajalah sekolah edisi minggu depan ya…” teriaknya.

Aku sudah tak sanggup lagi mendengar kata-katanya…

“Jung Su sunbae ! aku menulis kisah itu un…”tiba-tiba Jung Su sunbae menutup mulutku dengan tangannya dan berbisik pelan ditelingaku

“Eun Jae ssi, sebaiknya jangan permalukan dirimu lebih jauh lagi. Temui aku di taman sekolah setelah pelajaran berakhir.” Jung Su sunbae melepaskan tangannya dan berjalan menjauh setelah menyerahkan kertas-kertas itu pada Siwon.

 

Park Jung Su

 

 

Aku baru akan mulai latihan drum saat handphoneku berdering

“ye..”

“nanti malam kau bisa ketempatku?”

“hm baiklah, aku kesana setelah latihan.” Telepon diseberang langsung dimatikan.

Aku sudah paham betul sikap sepupuku itu. Bila dia mengajak bertemu lebih dulu tandanya aku sudah membuat masalah dengannya. Mood ku berlatih sudah hilang, aku ingin langsung pulang tapi tiba-tiba teringat janjiku pada gadis di lapangan tadi. Go Eun Jae, hmm gadis manis pembawa masalah.

Saat aku tiba di taman dia sudah menunggu, sendirian. Aku berjalan santai menghampirinya lalu duduk di sampingnya.

“hei, ternyata kau datang lebih dulu.”sapaku

“Sunbae, kau datang?”

“tentu saja. Kan aku sudah janji. Nah baiklah Eun Jae ssi, apa yang membuatmu begitu berani menuliskan kisah cinta rekaanmu buatku?”

“aku sangat menyukaimu, sunbae. Sejak aku melihatmu di sekolah ini.”

“tapi bukankah namja yang selalu bersamamu itu kekasihmu?”

“mwo?? Siwon ??? dia hanya sahabat baikku.”

“benarkah? Apa kau hanya menganggapnya sahabat?”

“tentu saja, tidak lebih. Aku… hanya menyukaimu sunbae.”

“lalu apa yang kau mau dariku? Kau mau aku menjadikanmu pacarku? Begitukah Eun Jae ssi?”

“sunbae, aku tidak mengharapkan sejauh itu. Tapi aku berharap bisa menjadi orang yang dekat denganmu.”

“hanya seperti itu?”

Gadis itu hanya mengangguk pelan, membuatku gemas saja.

“ohh baiklah, kau boleh dekat denganku. Tapi aku beritahu satu rahasia, aku tidak suka terikat pada gadis, mereka itu suka mengatur dan banyak maunya.” Aku menjelaskan sok serius. Eun Jae terlihat shock mendengar perkataanku. Lalu aku tersenyum padanya dan melanjutkan…

“jadi Eun Jae ssi, walaupun aku terdengar begitu egois tapi aku tidak bisa menyakiti hati seorang gadis apalagi gadis yang manis seperti dirimu. Sekarang aku mengijinkanmu dekat denganku dan kau boleh memanggilku Oppa. Setuju?”

“benarkah? Aku sulit percaya, tapi aku sangat senang, Oppa.”

“bila ada masalah di sekolah katakan saja padaku, jangan ragu mencariku bila kau butuh pertolongan. Sekarang ayo kita pulang aku akan mengantarmu.” Aku menarik tangannya dan menggandeng gadis itu masuk ke mobilku. Rasakan kau pria di balik pohon, pasti kau menyesal sudah membiarkan gadis ini dekat denganku.

 

Choi Siwon

 

“ye, Eun Jae ada apa?… oh benarkah? Apa maksudmu dia tidak menerimamu?.. hah? Sebagai teman dekat sekali? Aku tidak mengerti. Ya sudahlah aku harus pergi. Besok ceritakan padaku disekolah ya… bye.”

Eun Jae kelihatan bahagia sekali, aku pikir dia akan menelpon dalam keadaan menangis meraung-raung karena Jung Su. Sudahlah, untuk apa aku memikirkan itu.

Aku sudah sampai disebuah apartemen tempat sepupuku tinggal.

“annyeong… Hyung nim, Leeteuk hyung ada?”

“oh kau Siwon, ada silahkan masuk.” Hyuk Jae, sahabat dan teman serumah Leeteuk hyung mempersilakan aku masuk. Didapur ternyata hyung sedang memasak.

“Siwon, kau sudah datang. Maaf aku menyuruhmu datang, karena Hyuk Jae tidak bisa memasak makan malam jadi aku tidak bisa ketempatmu.” Sapa hyung dengan santai sambil meletakkan makanan dipiring.

Aku hanya tersenyum singkat namun tetap berdiri di tempatku.

“ayolaahhh Siwon, jangan serius begitu. Ayo kita bicara dikamarku.”

“hey mau apa kalian ke kamar berdua?”

“diamlah Hyuk Jae dan berhenti berpikiran kotor !” Hyuk Jae hyung nyengir padaku.

“hyung…”

“diam ! kau yang dengarkan aku dulu. Kau ini bodoh ya? Atau punya kelainan?”

“hyung, kenapa bicara seperti itu?”

“Siwon, kau ini memang jenius tapi sangat idiot. Laki-laki mana yang dengan bodohnya meminta laki-laki lain agar mencintai gadis yang disukainya? Tapi sudahlah, sekarang berikan imbalanku”

Aku menyerahkan sebuah amplop cokelat padanya. Leeteuk hyung menerimanya dengan senang apalagi setelah melihat isi amplop itu senyumnya makin lebar, huh memuakkan.

“kau hebat Siwon ah, bagaimana kau mendapatkannya? Ini sungguh bagus.”

“yeahh untung saja aku tidak pernah ketahuan, kalau sampai dia tahu pasti dia mengira aku psikopat gila.”

“hey tapi kan kau sudah janji pada pertukaran ini.”

“iya aku tau hyung. Kau tenang saja selama kau bisa terus membuat gadisku tersenyum, maka kau akan mendapatkan gadismu dalam bentuk foto. Ahh hyung kadang aku berpikir kita itu sama bodohnya.”

“waeyo?”

“ya, coba lihat dirimu. Senior yang paling disegani di sekolah tapi tidak berani menegur bahkan menampakkan diri di depan gadisnya? Itu hal paling menggelikan bagiku.”

“ya !!! Siwon ah, kau ini?”

“apa??? Memang itu kan kenyataannya. Aku masih lebih baik dalam hal ini, setidaknya aku selalu berada di sampingnya saat dia membutuhkanku. Bukan Cuma berbicara padanya difoto, dasar bodoh.”

“yaaa !!!” Leeteuk hyung menjitak kepalaku.

“akkhhh !!! sudah! Aku mau pulang dulu. Besok aku akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan.”

“pergi sana.”

Aku keluar dari kamar dan pamit pada Hyuk Jae hyung yang sedang serius menonton… ya Tuhan, aku cepat-cepat berlalu sebelum otakku rusak melihat film yang sedang ditonton Hyuk Jae hyung.

“Hyung aku pamit dulu.”

“ya! Siwon, kenapa buru-buru sekali? Ayo menonton bersamaku…”

“Hyuk Jae ah, jangan kau pengaruhi sepupuku yang alim itu dengan otak yadongmu.”bentak Leeteuk hyung sambil mengayunkan majalah kekepala Hyuk Jae hyung.

“lain kali saja, hyung. Aku pulang dulu. Selamat malam.” Pamitku sambil melambai sekilas pada mereka.

 

Well this is the First part of my first publish FF, actually it’s just the intro of the story…

Belum ada konflik atau permasalahan yang berarti jadi tunggu saja edisi selanjutnya, penulis sedang menyusun edisi kedua jadi mohon doanya ya.

Semoga di edisi kedua kalian menemukan tokoh idola kalian ya soalnya di edisi pertama hanya memperkenalkan tokoh  central dari ide ceritanya.


Leave a comment

Kim Hyun Joong The 4D Prince Profile

Kim Hyun Joong ssi is a singer, model and actor was born on 06 June 1986 in Seoul, South Korea. He is known as a Leader of Korean Famous Boyband “SS501”

He is a charismatic person with bright personality. Known as pretty boy for his beautiful appearance, 4D Prince for his unique personality, U:Zoosin Prince for his deep obsession on Alien existence.

His acting experience in a comedy drama “Can Love be Refilled”, continue with a big hit drama “Boys Before Flower” as phenomenal character Yoon JiHoo, the Latest one “Playfull Kiss” as a genius and cold Baek Seung Jo coupled with Jung So Min.

On 7 June 2011, one day after his 26th birthday He held a free showcase for his fans as he launched his 1st Solo Mini Album tittled “BreakDown” which is got a great sales till more than 110,000 copies.

Recently, on 11th October Kim Hyun Joong Released his 2nd Solo Mini Album tittled “Lucky” and show another different concept than his first album.